
Saat ini Tuan Baskoro benar-benar putu asa. Ketika dirinya mencoba menghubungi rekan-rekannya yang dapat mendonorkan darahnya, tapi hasilnya nihil. Begitu juga Regen.
"Astagfirullah apa yang harus aku lakukan Ya Allah, untuk menyelamatkan putraku?" ucap Tuan Baskoro.
"Ya Allah, mudahkanlah jalanmu berikanlah pertolongan darimu untuk menyelamatkan adik hamba Januar. Dia seorang pemuda yang baik, tolong hamba, ya Allah berikan mukjizat Mu." doa Tamara di dalam hati.
Tak berselang lama, dua orang pria yang usianya masih muda dan satu orang wanita yang usianya seumuran dengan dua pria itu. mereka bersedia mendonorkan darahnya kepada Januar.
" Maaf Kami mendapatkan informasi dari sahabat kami, yang bernama Evi, kalau korban kecelakaan atas nama Januar membutuhkan golongan darah A positif. Kebetulan golongan darah saya A positif, Saya ingin mendonorkan darah saya kepada korban kecelakaan yang atas nama Januar." ucap dua orang pemuda itu yang mampu membuat Tuan Baskoro bernapas lega.
"Alhamdulillah, apakah kalian benar-benar ingin mendonorkan darah kalian kepada Putra Saya?" ucap Tuan Baskoro.
"Iya Tuan. Kami bersedia, Kami hanya ingin membantu saudara kami Evi." sahut dua orang pemuda itu dan juga satu orang wanita yang usianya hampir sama.
Suster pun langsung meminta kepada ketiga orang itu mengikutinya ke ruang pemeriksaan. Dan ternyata benar ketiga pemuda-pemudi itu dapat mendonorkan darahnya kepada Januar. Saat ini transfusi darah pun dilakukan. Berharap dengan mendapatkan donor darah dari ketiga orang pemuda-pemudi itu, Januar dapat diselamatkan.
Dokter yang bertugas menangani Januar saat ini benar-benar berusaha untuk menyelamatkan nyawa Januar yang saat ini di ujung tanduk. "Bismillah, Ya Allah bantu hambamu ini, aku ingin pasien ini selamat. Dan aku tidak dapat memaafkan diriku sendiri jika aku gagal menyelamatkannya." ucap dokter muda itu di dalam hati sembari terus berusaha menyelamatkan nyawa Januar.
Empat jam di dalam ruang operasi, akhirnya operasi itu berhasil dilakukan. Dokter muda itu pun keluar, Januar dan Tuan Baskoro Begitu juga dengan Tamara yang melihat dokter keluar langsung melontarkan beberapa pertanyaan.
"Bagaimana kondisi adik saya dokter?
__ADS_1
"Bagaimana kondisi Putra saya dokter?"Tuan Baskoro dan Regen secara bergantian melontarkan pertanyaan membuat dokter itu sedikit bingung menjawab pertanyaan Yang mana lebih dulu dijawab.
"Alhamdulillah, operasinya berhasil kita lakukan. Tapi kondisi pasien saat ini masih kritis. Jadi berdoa saja mudah-mudahan pasien dapat selamat dan bertahan. Apalagi di bagian kakinya mengalami patah tulang. Sedangkan di bagian kepala mengalami pendarahan yang cukup hebat, membuat kami harus segera melakukan tindakan operasi." ucap dokter itu memberitahu membuat Tuan Baskoro semakin menangis sejadi-jadinya.
Sementara di tempat lain, Nyonya Raina yang belum mengetahui kondisi putranya saat ini baru tiba di rumah. Kebetulan Nyonya Raina saat kejadian itu terjadi sedang berkumpul dengan teman-teman arisannya.
Saat Nyonya Raina tiba di rumah, Dia tidak menemukan suaminya di sana. Bahkan Nyonya Raina beberapa kali menghubungi nomor ponsel Tuan Baskoro, sambungan telepon seluler itu tak kunjung mendapat jawaban.
Nyonya Raina bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga mereka. "Bi, Tuan di mana? tanya Nyonya Raina kepada asisten rumah tangganya.
"Maaf Nyonya,tadi setelah mendapatkan sambungan telepon, dan saya juga tidak tahu dari siapa yang menghubungi Tuan, Tuan langsung buru-buru keluar dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi." ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Baskoro.
Nyonya Raina mengerutkan keningnya. Dia bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba saja pergi tanpa pamit darinya. Padahal biasanya jika Tuan Baskoro ingin pergi ke mana saja, dia lebih dulu menghubungi istrinya untuk sekedar berpamitan kepada Nyonya Raina. Tapi kali ini Tuan Baskoro sama sekali tidak berpamitan bahkan menghubungi istrinya pun tidak.
Sambungan telepon itu berdering, tetapi tak kunjung diangkat. Membuat Nyonya Raina mencebik kesal tidak mendapatkan jawaban dari suaminya.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit, Tuan Baskoro memohon kepada dokter agar berusaha menyelamatkan putranya. "Tolong selamatkan Putra saya, Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putra saya."
"Kami tetap berusaha memberikan yang terbaik kepada putra bapak. Tanpa Bapak minta pun, kami akan melakukannya." sahut dokter itu sambil berusaha mengembangkan senyumnya. Ada raut kekhawatiran di wajah dokter itu, karena kondisi Januar saat ini belum stabil.
"Ya Allah, mudah-mudahan operasi yang aku lakukan berhasil." doa dokter itu di dalam hati sembari meninggalkan Tuan Baskoro dan juga Regen yang ada disana.
__ADS_1
Tuan Baskoro bersyukur, ternyata Evi peduli kepada putranya. Sehingga Evi mengirimkan beberapa orang untuk mendonorkan darahnya kepada putranya
Tuan Baskoro, Regen, dan Tamara menghampiri ketiga pemuda pemudi itu.
"Maaf kalian mengenal Evi dimana, ya?
"Kami sudah lama mengenal Evi, dia dulu teman satu kos kami. Tapi untuk sekarang ini tidak lagi, karena dia sudah mendapat pekerjaan yang lebih layak. Sehingga dia tinggal di salah satu apartemen yang ada di kota ini." ucap seorang wanita yang ikut mendonorkan darahnya kepada Januar.
"Saya orang tua Januar. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kalian bertiga."
"Jujur saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada kalian. Karena kalau tidak ada kalian, entah apa yang terjadi kepada Putra saya." ucap pria yang usianya sudah senja itu kepada ketiga pemuda pemudi itu.
"Sama-sama Pak. Kami melakukannya ikhlas kok, Lagian kami hanya ingin memberikan bantuan kepada Evi." ucap ketiga pemuda itu sambil langsung berpamitan kepada Tuan Baskoro, dan juga Regen.
Regen tidak membiarkan ketiga pemuda pemudi itu pergi begitu saja. "Jika kalian membutuhkan sesuatu temui saya." ucap pria itu sambil memberikan kartu namanya kepada ketiga pemuda pemudi.
Ketiga pemuda-pemudi itu langsung mengembangkan senyumnya. "Baik Tuan." sahut mereka bertiga kompak, sambil langsung berlalu dari hadapan Regen dan Tuan Baskoro.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN