Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 132. METODE SOLO KARIR


__ADS_3

Ronald dan Marissa masuk ke dalam rumah dan Ibu Rosma menjamu Ronald dan Marissa apa adanya malam itu. karena Marissa dan Ronal d tidak memberitahu kedatangan mereka sebelumnya kepada Ibu Rosma dan Pak Raul.


Malam itu Ronald menginap di rumah orang tua Marissa. sebelumnya Ronald memberitahu maksud dan tujuannya datang ke rumah orang tua Marissa, yang ingin meminta restu kepada Pak Raul dan ibu Rosma. Ronald meminta kepada Ibu Rosma dan Pak Raul agar pernikahan Ronald dan Marissa segera dilaksanakan.


"Keputusannya bukan ada di tangan kami. semuanya keputusan ada di tangan kalian. kami hanya memberikan restu kepada kalian berdua."ucap Pak Raul dan ibu Rosma.


"Tapi Ronald ingin pernikahan Ronald dan Marissa dipercepat Pa."sahut Ronald.


"Kalau begitu, terserah kalian. Yang pasti papa dan mama hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua."ucapan Raul kepada Ronal.


Malam itu Ronald dan keluarga Marissa sudah sepakat kalau pernikahan Ronald dan Marissa diadakan dua minggu ke depan. sebelumnya Ronald sudah memberitahu kepada Regen dan juga Tamara tentang rencana pernikahannya dengan Marissa. yang akan dilaksanakan dua minggu yang akan datang. Agar Regen dan Tamara dapat mengatur waktu mereka kembali ke tanah air.


"Mas, syukur juga ya, akhirnya Ronald akan melepas masa lajangnya. apalagi umur Ronald sudah hampir 36 tahun. sudah sewajarnya dia bersanding dengan wanita yang ia cintai. Tamara berharap kalau Ronald adalah pria yang tepat untuk. karena Tamara tidak ingin melihat ada kekecewaan di hati adik iparnya yang sudah rela menyumbangkan darahnya untuk menyelamatkan Tamara pasca penculikan itu terjadi."ucap Tamara kepada sang suami.


Keesokan harinya, Marisa dan Ronald berpamitan kepada Pak Raul dan ibu Rosma untuk segera kembali ke kota Jakarta. yang mana Ronald dan Marissa harus mempersiapkan pesta pernikahan mereka yang akan dilaksanakan dua minggu ke depan.


Ronald tidak ingin menunda-nunda pernikahan mereka. Karena dia takut Marissa akan berubah pikiran lagi sama seperti yang sebelumnya.


Pesta pernikahan Ronald akan diadakan di kota Jakarta sesuai dengan kesepakatan Ronald dengan kedua orang tua Marissa. orang tua Marissa menyetujui permintaan Ronald kalau pesta pernikahannya akan diadakan di ibukota.


karena sebelumnya Ronald sudah memberitahu tentang seluk beluk keluarganya. kejujuran Ronald yang membuat keluarga Marissa semakin yakin memberi restu kepada Ronald dan Marissa.


Pak Raul dan ibu Rosma sangat salut melihat kejujuran Ronald mengungkapkan masa lalu keluarganya yang begitu tragis kepada Pak Raul dan ibu Anjani tanpa ada yang ditutup-tutupi. Sehingga dia dapat bekerja di perusahaan ALC COMPANY.


Setelah berpamitan kepada Pak Raul dan ibu Rosma, Marissa dan Ronald berlalu dari rumah keluarga Marissa menuju kota Jakarta. tentunya perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang singkat. karena jarak antara puncak Bogor dengan kota Jakarta lumayan jauh.


Setelah melakukan perjalanan Kurang lebih tiga jam kemudian, Ronald dan Marissa tiba di kota Jakarta. Marissa melihat Ronald sudah terlihat kelelahan, sehingga Marisa memilih untuk beristirahat sejenak di apartemen milik Ronald sebelum kembali ke rumah Bibinya.

__ADS_1


Dia merasa kasihan melihat Ronald mengendarai mobil sendirian mulai dari kawasan puncak Bogor.


"Mas, lebih baik kita langsung ke apartemen Mas saja deh. Agar Mas bisa langsung istirahat. Sepertinya Mas sudah sangat lelah."ujar Marissa sambil menatap calon suaminya dengan tatapan penuh kasih.


Ronaldo setuju dengan pendapat Marissa. dia pun melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya. Setelah tiba di apartemen, Ronald memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen dan mereka berjalan menuju apartemen milik Ronald.


"Mas, maaf ya. kamu harus mengendarai mobil sendirian. Karena Marissa sama sekali tidak bisa mengendarai mobil."ucap Marissa meminta maaf kepada Ronald karena merasa tidak enak hati membiarkan Ronald lelah sendiri dan mengemudi mobil milik Ronald.


"Tidak apa-apa sayang, Mas sudah biasa mengendarai mobil sejauh itu. itu belum apa-apanya dibandingkan Kalau Mas mengadakan perjalanan bisnis bersama Pak Regen."ucap Ronald sambil mengembangkan senyumnya.


Setelah tiba di apartemen milik Ronald, Marisa langsung membuat secangkir kopi kepada Ronald.


"Mas laper, tidak?


"Tidak sayang, kan kita sudah makan Di tengah perjalanan tadi."


"Tidak sayang, lebih baik kamu istirahat."ujar Ronald.


"Mas, bisa pinjam handuk tidak?"Sepertinya badan Marissa sudah lengket, jadi Marissa ingin membersihkan diri dulu sebelum istirahat."ucap Marissa kepada Ronald.


"Ambil saja Sayang, di lemari."sahut Ronald sambil menunjukkan lemari yang ada di kamarnya. sementara Ronald memberikan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu.


Marisa masuk ke dalam kamar Ronald dan berniat untuk membersihkan diri di kamar mandi. Setelah mengambil handuk yang ada di lemari kamar Ronald.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Marisa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ronald dapat melihat tubuh Marissa yang begitu mulus dan juga begitu menggairahkan.


Ronald berusaha menahan hasratnya saat. karena ia tidak ingin menodai Marissa sebelum pernikahan mereka terlaksana.

__ADS_1


Marisa memakai pakaian yang sedikit seksi, karena hanya itu yang ada di tas milik Marissa yang bersih. sebelumnya Marisa sama sekali tidak membawa baju ganti. hanya baju yang mereka beli di supermarket sebelum mereka berangkat ke puncak Bogor.


Hingga Marissa memutuskan untuk menggunakan tanktop dan celana pendek yang biasa ia gunakan, jika Marissa menggunakan gaun atau rok. Marisa keluar dari kamar menghampiri Ronald setelah selesai melakukan ritual mandinya.


"Mas, lebih baik Mas mandi dulu baru istirahat deh."ujar Marissa sembari membangunkan Ronald yang berbaring di atas tempat tidur.


Ronald bangkit dari tidurnya. dia melihat Marissa dengan menggunakan pakaian sangat seksi membuat roh nanti tak tahan melihatnya. Susah payah Ronald menelan salivanya.


Tetapi Ronald berusaha menahannya, dia langsung berlari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aduh, kalau begini terus bisa-bisa aku tidak tahan dan lepas kendali nih."gumam Ronald dalam hati sembari membayangkan tubuh Marissa yang begitu mulus dan seksi.


Ronald terpaksa melakukan Solo karir di kamar mandi ketimbang harus menodai Marissa sebelum Marissa benar-benar halal untuk dia sentuh.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya dan melakukan Solo karir di kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya, Ronald Kembali keluar menghampiri Marissa tentunya setelah memakai pakaiannya.


"Mas, lebih baik kamu Langsung istirahat, ini sudah malam. Apalagi mas sudah lelah menyetir sendirian mulai dari puncak ke kota Jakarta."ujar Marissa kepada Ronald agar Ronald segera istirahat.


"Tapi tubuh mas terasa pegal, jadi tidak bisa tertidur."ucap Ronald kepada Marisa. Marisa langsung mengambil salep yang ada di tasnya. Marissa biasanya menggunakan salep itu jika kaki dan tangannya merasa pegal, agar perkalian ada di kakinya tidak terasa sakit.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2