Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 133. NGERUMPI


__ADS_3

"Sini Mas, biar Marissa oleh salep ini. biasanya kalau kaki dan tangan begitu juga punggung Marissa terasa pegal biasanya Marissa mengoleskan ini dan rasa pegal itu seketika akan hilang."Marisa memberitahu sembari menunjukkan salep yang ada di tangannya.


Ronald mendekati Marissa yang ada di sofa dan berniat agar Marissa mengoleskan salep itu betis kakinya. Tak bisa dipungkiri kalau Ronal cukup lelah karena menyetir sendiri dari puncak menuju Jakarta.


Kaki Ronald terasa pegal. Begitu juga dengan tangan dan punggungnya. dengan telaten Marissa mengoleskan salep itu ke kaki, tangan, dan juga punggung Ronald agar tubuh Ronald tidak merasa pegal dan supaya dapat istirahat dengan nyaman.


Entah karena faktor kecapean, Ronaldo tertidur pulas ketika Marissa mengoleskan salep itu ke kaki, tangan dan punggung Ronald.


Ketika Marissa memastikan Ronald sudah tertidur pulas, dia juga memutuskan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di kamar Ronald.


Tetapi sebelumnya Marisa sudah menyelimuti tubuh Ronald, agar tidak merasa kedinginan. Tepat pukul tiga dini hari, Ronald terbangun dari tidurnya. dia tidak sadar kalau dirinya saat ini tidur di sofa.


"Ini sudah pukul berapa, dan di mana Marissa berada?"tanya Ronald dalam hati sembari melirik jarum jam yang ada di dinding.


"Astagfirullah, ternyata sudah pukul tiga dini hari. Aku ketiduran di sini."gumam Ronald sambil bangkit dari sofa. dia mencari keberadaan Marissa di kamar.


Ronald menangkap Marissa sedang tertidur pulas Dia telanjang yang biasa menemaninya tidur tiap malam.


"Ternyata dia sudah tidur di kamar. Aku kira Marissa pulang ke rumah Bibinya."gumam Ronald dalam hati sembari mendekati tubuh Marisa dan kembali membaringkan tubuhnya di samping Marissa, tanpa Marisa ketahui.


Ronald merasa nyaman membaringkan tubuhnya di samping Marissa, Ronald kembali tertidur pulas di sana.


Tepat pukul enam pagi, Marissa terbangun dari tidurnya.


Huyemmmm ..


Marisa bergeliat melirik ke tekanan dan ke kiri. Marissa baru sadar kalau dia tidur tidak di rumah bibinya melainkan tidur di kamar sang kekasih. Netra Marisa menelisik seisi ruangan. alangkah terkejutnya melihat Ronald tidur pulas di sampingnya.

__ADS_1


"Loh mas Ronald tidur di sini? tanya Marissa dalam hati karena dirinya benar-benar tidak menyadari kalau Ronald malam itu masuk ke dalam kamar dan tidur bersamanya di satu ranjang yang sama.


Marissa memeriksa seluruh tubuhnya, dan tidak ada yang berubah di sana. membuat Marissa bernafas lega.


"Masih aman, ternyata emas Ronaldo bisa mengontrol dirinya."gumam Marissa dalam hati sembari mengembangkan senyumnya menatap Ronald yang tertidur pulas dengan wajah polosnya.


Kemudian Marisa bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi berniat untuk langsung membersihkan diri. Tanpa harus menunggu Ronald yang lagi tertidur pulas.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Marissa berlalu dari kamar menuju dapur berniat untuk menyiapkan sarapan pagi untuknya dan juga Ronald.


Tetapi, ketika dirinya melihat isi kulkas tidak ada persediaan bahan makanan di sana yang bisa diolah. hanya ada dua butir telur dan juga mie instan. iya melihat ada rice cooker di sana. Dan dia juga melihat rice cooker itu juga sudah kosong tidak berisi apa-apa di sana.


Marisa kembali mencari keberadaan beras yang ada di apartemen milik Ronald. tetapi ia sama sekali tidak menemukannya. membuat Marisa kebingungan menyediakan apa untuk sarapan pagi mereka hari ini.


Marisa berlalu keluar dari apartemen berniat untuk membeli persediaan makanan di supermarket, yang ada di dekat apartemen milik Ronald. Tetapi karena masih pagi-pagi sekali, supermarket belum beroperasi membuat Marissa semakin bingung.


"Aduh, aku harus membuat sarapan apa kalau begini? tidak ada sedikit sedikitpun persediaan makanan yang bisa diolah di kulkas."gumam Marissa di dalam hati. Kemudian ia melihat toko grosir yang baru terbuka di daerah apartemen milik Ronald.


Setelah merasa persediaan makanan sudah cukup, Marissa pun kembali ke apartemen milik Ronald untuk mengolah makanan yang sudah dia beli sebelumnya. sementara Ronaldo masih tertidur pulas di kamar apartemennya.


Marissa yang notabennya adalah wanita yang berasal dari keluarga sederhana Dia termasuk wanita yang mandiri. membuat Marissa mampu melakukan pekerjaan layaknya seorang istri berada di dapur.


Di samping Marissa mampu mengerjakan tugas di kantor, dia juga mampu memanjakan lidah setiap orang. apalagi Marissa pernah bekerja di salah satu restoran terkenal di kota Jakarta sebelum durinya lulus kuliah. sehingga sedikit banyaknya resep menu makanan yang ia ketahui.


Marisa langsung memasak nasi. iya berniat untuk mengolah nasi itu menjadi nasi goreng yang sangat lezat.


Setelah satu jam berbulat di dapur, Marissa pun menyelesaikan masakan sarapan pagi, untuk mereka berdua dan menghidangkan di atas meja makan sederhana yang ada di apartemen milik Ronald. kemudian Marisa membereskan dapur setelah menyelesaikan ritual masaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba suara bel berbunyi, Marisa bingung untuk melakukan apa. dia tidak mengetahui Siapa tamu yang datang pagi-pagi sekali seperti ini ke apartemen kekasihnya. Marisa berlalu dari dapur dan berniat untuk membuka pintu apartemen milik Ronald.


Ketika Marisa membuka pintu apartemen milik Ronald, yang ternyata rose yang datang menghampiri Ronald ke apartemen milik Ronal.


"Kak, Marissa ada di sini? tanya Rossa Ketika melihat Marissa yang membuka pintu apartemen milik sang kakak.


"Ya, semalam kami kemalaman pulang dari puncak, Jadi kami memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu. karena saya kasihan melihat Mas Ronald sudah terlihat kelelahan menyetir sendiri mulai dari puncak sampai ke kota Jakarta."ucap Marissa kepada Rossa sembarang mempersilahkan wanita itu tidak masuk ke dalam apartemen.


Walaupun Marissa tidak kenal betul dengan wanita yang ada di hadapannya. Tapi karena wanita itu memanggil Ronald dengan panggilan kakak, Marisa menebak kalau wanita yang bernama Rosa itu adik dari Ronal. Tetapi entah dari mana wanita itu mengenali sosok Marissa.


"Kak Ronald dimana, Kak?


"Mas Ronald masih istirahat di. kasihan dia sepertinya dia masih kelelahan."ucap Marissa sambil mempersilahkan Rossa duduk di sofa.


Tiba-tiba Ronald terbangun dari tidurnya. dia langsung keluar dari kamar tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Ronald melihat kedua wanita yang ia sayangi sedang asyik bercerita. Ronald menghampiri keduanya.


"Kalian pagi-pagi sekali sudah ngerumpi. lagi ngerumpiin apa sih?"tanya Ronald penasaran.


"Enak aja ngatain kita ngerumpi, memangnya siapa yang rumpi? Kakak pikir kami emak-emak komplek? celetuk Rossa sambil memukul-mukul punggung kakaknya.


"Jadi itu, lagi ngapain Kalau bukan ngerumpi?


"kami hanya membicarakan masalah berpesta pernikahan Kakak dan Kak Marissa. kebetulan Rossa memiliki teman WO yang handal menangani pesta pernikahan kakak. itu yang kami bicarakan, bukan berarti tuduhan kakak yang mengatakan kami ngerumpi."ucap Rossa sembari menatap kakaknya dengan tatapan tajam.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2