Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 61. CIA TIDAK SADAR


__ADS_3

Regen, Tamara dan beberapa anak buah Regen berlalu meninggalkan sekolah Cia setelah mengetahui keberadaan Alven saat ini. Tetapi sebelumnya, Tamara memberitahu kepada kedua orang tuanya yang saat ini berada di rumahnya. Kalau Tamara pergi ke puncak untuk mencari keberadaan putrinya.


Pak suyatno dan ibu Sumiati merasa khawatir akan kondisi cucu mereka. sekalipun yang membawa Cia itu Ayah kandungnya sendiri. mereka mengetahui kalau selama ini Alven tidak terlalu menyayangi Cia. Bahkan sanggup menyia-nyiakannya demi wanita lain.


Setelah mendapat kabar dari Tamara kalau mereka sudah mengetahui titik terang keberadaan Cia. Pak suyatno berdoa agar kondisi cucunya baik-baik saja di manapun berada. Sebenarnya Pak suyatno ingin sekali ikut mencari keberadaan Cia tapi Tamara dan Regen melarang.


Tamara memutuskan sambungan telepon selulernya kepada Pak suyatno kemudian masuk ke dalam mobil bersama dengan Regen.


Saat ini Mario sudah bersiap melajukan mobil yang ia kendarai menuju puncak Bogor. berharap kedatangan mereka untuk menyelamatkan Cia tidak terlambat.


Mario melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesuai dengan permintaan Regen, dia juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada Cia mengingat acara pernikahan Regen dan Tamara tinggal menghitung hari.


Sementara di tempat lain, Januar yang baru tiba di kawasan puncak Bogor sedang mencari keberadaan Cia dan juga Alven. Dia sudah berjaga-jaga jika Alven dan Januar terjadi adu fisik.


Kembali Januar mencari tahu di mana keberadaan Cia tepat di kawasan Januar membuka layar laptopnya mencoba untuk mengakses keberadaan Cia saat ini melalui nomor ponsel Alven.


"Bagaimana tuan? kita ke arah mana ini sekarang? tanya salah satu anak buah Januar.


"kita ke arah utara, sepertinya mereka ada di bagian Utara." ucap Januar memberitahu kepada salah satu anak buahnya yang mengemudikan mobil yang membawa mereka ke puncak.


Tak menunggu lama anak buah Januar melajukan mobilnya ke arah utara sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Januar sebelumnya.


"Ketika titik ponsel milik Alven Sudah mereka ketemukan. Januar terhenyak. Dia melihat daerah itu sangat sepi sekali, bahkan bisa dikatakan tidak ada penghuninya.


Rumah-rumah yang ada di sana juga tidak ada berpenghuni. Konon katanya Desa itu ditinggal oleh para pemiliknya, karena mengalami bencana alam. Sehingga banyak rumah-rumah yang rusak di sana. Dulunya sewaktu bencana alam banyak menelan korban, sehingga satu, dua unit rumah yang berdiri kokoh di sana pemiliknya meninggalkan Desa itu dan memilih untuk pindah.


Januar dan beberapa anak buahnya mencoba mencari tahu keberadaan Cia di daerah sana. Karena menurut pencarian yang dilakukan Januar titik keberadaan ponsel milik Alven berada di kawasan itu


"Riko dan Jeremy kalian sebelah timur.

__ADS_1


"Saya dan Bimo akan menuju Barat.


kita sama-sama mencari keberadaan dia di sini. Saya yakin dia berada di sini ucap Januar kepada beberapa anak buahnya.


Riko dan Jeremy menjalankan perintah dari Januar. perlahan mereka memasuki perkampungan yang sudah sangat lama tidak dihuni bahkan saat ini sudah seperti hutan belantara.


beberapa bangunan sudah ditutupi oleh rerumputan, bahkan pepohonan sudah pada besar di kawasan rumah yang sudah tidak dihuni itu.


ketika Januar menuju sebuah rumah yang ada di tengah Desa mati itu, sayup-sayup Januar mendengar suara seseorang sedang mengobrol.


"Sepertinya di rumah itu! ucap Januar memberitahu kepada Bimo.


"Iya, saya juga mendengar,tapi jika memang Cia dibawa Alven ke sini sungguh Dia sangat tega memperlakukan putrinya seperti itu. bisik Bimo


"Namanya juga sudah buta mata buta Hati. dia sudah dirasuki setan. Maka apapun akan dilakukannya, yang penting keinginannya tercapai. ucap Januar berbisik.


Perlahan mereka kembali berjalan mengendap-endap mendekati rumah itu yang mereka curigai dia berada di sana.


Karena tak ingin menjawab sambungan telepon seluler itu, takut terdengar oleh seseorang yang ada di dalam rumah itu, Januar memilih langsung mengirimkan pesan Whatsapp kepada sang Bos. "Bos jangan hubungi dulu, kami saat ini sedang mencari keberadaan Cia dan kami sudah berada di jejak nomor ponsel Alven saat ini. Pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Januar kepada bosnya.


"Kamu share lokasi kalian berada di mana, kami akan segera menuju ke sana siapa tahu kalian membutuhkan bantuan kami."bales Januar.


Tanpa berpikir panjang, walaupun langsung mengirim lokasi di mana keberadaan mereka saat ini. Yang ternyata saat ini Regen dan Tamara tidak terlalu jauh dari lokasi itu.


Sehingga tidak membutuhkan waktu kalau Regen dan Tamara beserta anak buahnya tiba di tempat itu.


Saat Januar berusaha mendengar dan melihat Siapa yang ada di rumah kosong itu, ternyata dugaan mereka benar. Alven berada di sana dengan dua orang pria yang bertubuh besar dan seram.


"Alven di sini, terus dia di mana ya? tanya Januar di dalam hati sembari memberi kode kepada Bimo.

__ADS_1


Bimo mengendap-endap ke arah pintu kamar. mencoba mencari keberadaan Cia di sana. "astaghfirullah, ternyata Cia benar-benar ada di sini. Dia tidur apa pingsan sih?gumam Bimo dalam hati karena melihat Cia seperti tidak sadarkan diri, Bahkan tangannya diikat ke belakang Begitu juga dengan kakinya.


Cia dikurung di dalam kamar. Bimo langsung menghampiri Januar dan memberitahu kalau saat ini kondisi Cia tidak baik-baik saja. "Cia berada di kamar itu bos, dan sepertinya mengalami kekerasan fisik." ucap Bimo berbisik membuat Januar membulatkan matanya.


Mereka mencoba membuka jendela, Tapi sayangnya jendela itu memiliki jerjak besi yang tak mudah dipatahkan. Membuat kedua pria itu tidak dapat masuk. Mereka hanya dapat melihat Cia dari jendela di sana.


Saat ini Januar berusaha ingin menyelamatkan Cia. Tapi Ia masih bingung caranya bagaimana. Kemudian ia memberi perintah kepada Jeremy dan juga Riko agar mereka menyusul Januar dan Bimo ke rumah itu.


Jeremy yang mendapatkan pesan dari sang Bos, langsung berjalan menelusuri rerumputan liar yang sudah tumbuh besar beserta pepohonan rindang.


"Ayo, kita ke sana, Bos meminta kita untuk membantu mereka karena saat ini keberadaan Cia sudah diketahui dan ternyata dia berada di sana Jeremy memberitahu kepada Riko.


Keduanya pun sepakat menuju di mana keberadaan Januar saat ini. Sementara saat ini Regen dan beberapa anak buahnya Begitu juga dengan Tamara sudah tiba di lokasi itu, di mana mobil Januar dan anak buahnya terparkir.


"Itu mobil Januar, berarti mereka benar di kawasan ini."ucap Regen kepada Mario yang langsung membuat Tamara mengalihkan atensinya.


"iya Mas, itu mobil Januar, berarti mereka benar-benar berada di sini. Tapi sepertinya mobil itu kosong ke mana mereka ya? ucap Mario


Kemudian Januar mengirimkan pesan Whatsapp kepada Regen. Memberitahu agar mereka tidak perlu datang ke kawasan itu, nanti jika mereka membutuhkan bantuan baru, Januar akan mengirimkan pesan lagi kepada Regen.


Terlihat Januar berjalan menuju pintu depan. di mana ada seseorang berjaga di sana, sementara Alven duduk di ruang tamu, ngobrol bersama salah satu anak buahnya sambil menghisap rokok dan mengepulkan asapnya.


"Aku yakin, Regen dan Tamara akan kalang kabut mencari keberadaan Cia saat ini. kita lihat saja pasti pernikahan mereka akan segera batal, Jika Cia yang menjadi alatku Untuk membatalkan pernikahan mereka."ucapnya egois.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2