
Sementara Januar sudah menunggu Evi dan Cia di parkiran mobil.
"Bagaimana, kita bahwa Cia dulu jalan-jalan ke supermarket, agar Cia tidak bosan. Lebih baik kita temenin Cia bermain di sana. Di sana juga ada permainan anak-anak. Mandi bola, atau semacamnya." ucap Januar kepada Evi yang dibalas anggukan dari Evi.
Januar dan Evi Begitu juga dengan Cia berlalu dari Cafe Cempaka, meninggalkan Regen dan Tamara berdua di sana begitu saja.
Mereka memang sengaja melakukan itu agar Regen dan Tamara semakin dekat. Saat mobil yang dikendarai oleh Januar meninggalkan Cafe, tampak Tamara sedikit gelisah karena mereka hanya tinggal berdua saja di sana.
Regen mengetahui kalau saat ini Tamara sedang gelisah."Kamu kenapa gelisah? tanya Regen penuh selidik.
"Oh tidak apa-apa, Tuan,"sahut Tamara
"Boleh nggak jangan panggil saya Tuan, Saya tidak suka dipanggil dengan panggilan Tuan."
"Terus saya harus panggil apa Tuan?
"Terserah kamu mau manggilnya apa, yang enak didengar."
"Tapi saya belum terbiasa."
"Dimulai agar terbiasa." sahut Regen enteng sambil mengembangkan senyumnya.
Tamara menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona.
"Tidak perlu merasa malu, kenapa kamu harus malu? Kamu cantik, kamu keibuan aku menyukai segala sesuatu yang ada di dalam diri kamu."ucap Regen berterus terang kepada Tamara.
Tamara perlahan mengangkat kepalanya. berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Kemana sih, Januar dan Evi kok lama banget? Tanya Tamara mengalihkan pembicaraannya.
Regen mengembangkan senyumnya. Ia baru teringat lagi dengan Januar mengangkat sambungan telepon seluler, yang tak kunjung menghampiri Mereka lagi. "Oh iya ya, Kok Januar nggak balik lagi ke sini? Regen pun sedikit bingung.
"Iya Pun meraih ponselnya untuk menghubungi Januar. Tapi sayangnya nomor ponsel Januar tidak bisa dihubungi. kemudian Regen beralih mencari nomor ponsel Evi.
Sambungan telepon itu tersambung. "Maaf Tuan Regen, sepertinya Tuan Regen lebih baik menikmati makan siang berdua dengan kakakku Tamara dulu. Tak perlu menunggu Januar dan juga Evi." ucap Evi di ujung telepon sambil terkekeh membuat Regen benar-benar merasa dibodohi oleh kedua karyawannya itu .
"Tapi, Regen benar-benar bahagia kedua karyawannya itu memberikan keuntungan untuknya, mempertemukan dirinya dengan seorang wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang memporak-porandakan hatinya akhir-akhir ini.
"Tuan apa kata Evi?
"Saya katakan sekali lagi, Tolong jangan panggil saya Tuan."
__ADS_1
"Ya sudah panggil Mas aja deh, tapi jika aku memanggil mas rasanya agak janggal soalnya...
"Soalnya apa? karena saya seorang bos begitu?
Tamara menganggukkan kepalanya.
"Manusia sama saja di hadapan Allah, mau bos atau karyawan itu sama saja. Jadi tolong mulai saat ini jangan panggil saya Tuan, Karena saya tidak suka kamu memanggil saya dengan panggilan Tuan." ujar Regen
Tamara mengangguk.
" Baik, Ma.... Mas."ucap Tamara gugup membuat Regen mengembangkan senyumnya.
"Iya, panggilan itu lebih aku suka." sahut Regen.
"Cia kok lama banget ya, dibawa Evi jalan-jalan ke supermarket? tanya Tamara kepada Regen.
"Mereka pergi ke rumah, Papa yang minta kepada Evi untuk menghantarkan langsung makanan yang dipesan oleh Papa." ucap Regen memberitahu.
"Berarti lama dong, Mas?
"Makanan yang mereka pesan gimana?
"Sudah, tidak apa-apa lebih baik kita makan saja." ujar Regen sambil menyendok makanan yang terhidang di hadapannya. Begitu juga dengan Tamara. Tamara menaruh curiga kalau Januar dan Evi bekerjasama meninggalkan dirinya, dengan Regen di sana.
Saat makan siang bersama dengan Tamara banyak hal yang mereka obrolkan. Termasuk perjalanan rumah tangga Tamara yang gagal dengan Alven. Begitu juga dengan kegagalan Regen membina rumah tangga dengan istrinya Bianca. Keduanya sama-sama dikhianati oleh pasangan masing-masing.
Sejujurnya Tamara juga memiliki rasa terhadap Regen. Tetapi rasa trauma Tamara belum hilang begitu saja. Dia ingat betul Bagaimana pengkhianatan Alven terhadapnya.
Tamara berinteraksi tidak begitu janggal lagi dengan Regen. Membuat Regen begitu bahagia.Itu artinya ada perkembangan di hubungan mereka.
Dengan melihat senyum manis Tamara saja Regen sudah merasa bahagia saat keduanya bercanda gurau. Hingga saat ini mereka sudah tidak merasa sungkan lagi. Kini panggilan Tamara kepada Regen bukan dengan panggilan Tuan lagi, melainkan Mas membuat Regen benar-benar merasa bahagia.
Sementara di tempat lain. Alven yang mendapat foto-foto Soraya bersama seorang pria yang sama sekali tidak dikenal, Alven mendapatkan itu dari nomor yang tidak dikenal.Ia benar-benar tidak percaya sebelum Alven memiliki hubungan dengan Soraya. ternyata Soraya selama ini sudah membohonginya.
"Aku tidak menyangka! ternyata Soraya semurahan ini!" umpatnya sambil menghempaskan barang-barang yang ada di meja kerjanya.
"Ahk.... sialan kamu Soraya! kamu telah menghancurkan ku, kamu telah membohongiku, kamu sudah merusak hubungan Rumah tanggaku dengan Tamara!! "Sialan kamu!!! aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang."teriak Alven saat melihat rekaman video, Begitu juga dengan foto-foto Soraya bersama dengan Tuan Kim Liu yang merupakan ayah kandung dari janin yang ada di rahim Soraya.
Alven berlalu meninggalkan ruang kerjanya. Ia ingin cepat-cepat bertemu dengan istrinya Soraya. Dengan penuh emosi Alven mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi menuju butik yang dikelola oleh Soraya selama ini.
"Ia tahu kalau istrinya tidak ada di rumah pada siang hari begini. Karena Soraya pasti berada di butik,n walaupun pendapatan butiknya saat ini drastis menurun.
__ADS_1
Saat Alven memasuki kawasan ruko di mana butik milik sang istri berada, Alven langsung memarkirkan mobil miliknya tepat di depan ruko butik milik istrinya.
Alven melangkah dengan terburu-buru penuh dengan emosi wajahnya memerah. "Soraya!!!" teriak Alven membuat salah satu pegawai butik itu pun merasa ketakutan, Mendengar teriakan Alven yang baru tiba di butik.
Soraya yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya, terhenyak mendengar suara teriakan sang suami. Ia mendongakkan kepalanya saat pintu ruang kerjanya dibuka dengan kasar.
"Soraya!!! aku tidak menyangka kamu selama ini membohongiku!!" teriak Alven saat dirinya sudah tiba di ruang kerja Soraya.
"Maksud kamu apa Mas?" tanya Soraya
"Tidak perlu pura-pura tidak mengetahui apa maksudku! jelaskan kepadaku kebohongan apalagi yang kamu tutupi dariku?semuanya sudah aku ketahui!"
"Maksud kamu kebohongan apa Mas?" ucap Soraya sambil bangkit berdiri menghampiri sang suami.
Plak!
Plak!
Plak !
Alven yang sudah dilanda emosi langsung menampar wajah sang istri beberapa kali. membuat wajah Tamara memerah akibat tamparan yang dilakukan oleh Alven terhadapnya.
"Mas kenapa kamu marah-marah nggak jelas seperti ini!!! kamu sudah sangat keterlaluan kamu sudah menyakiti aku, kamu sudah melakukan KDRT." ucap Soraya kepada suaminya.
"Itu belum ada apa-apanya, karena kamu benar-benar wanita murahan wanita pembohong dan wanita yang benar-benar tidak memiliki hati dan rasa malu sedikitpun.
"Jangan kamu bilang aku pembohong, jika aku pembohong terus kamu apa?" ucap Soraya tidak mau kalah dengan sang suami.
Alven tidak suka ditentang oleh sang istri. Ia pun langsung menunjukkan rekaman video dan juga foto-foto kebersamaan Soraya dengan Tuan Kim Liu dan juga beberapa laki-laki yang dulu sempat memiliki hubungan dengan Soraya.
Soraya membulatkan matanya. Ia tidak menyangka rahasia yang ia simpan rapat-rapat dari sang suami, akhirnya terbongkar juga. Ia curiga kalau yang mengirimkan rekaman video dan foto-foto itu adalah Evi.
"Ini bohong Mas! aku tidak pernah memiliki hubungan apa-apa dengan pria yang ada di foto itu. Bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali. Ini pasti Rekayasa yang ingin menghancurkan hubungan kita mas, ini editan, ini foto editan. Jangan percaya begitu saja." elak Soraya.
"Soraya!!! jangan Kamu kira aku pria bodoh, aku tahu yang mana yang yang diedit dan yang mana yang Asli. Jadi jangan kamu berbohong! mulai sekarang aku Talak kamu Soraya. ucap Alven dengan suara lantang. Membuat Soraya syok, hingga Soraya pun langsung jatuh pingsan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"