
Tiba-tiba Nyonya Raina datang menghampiri pasangan suami istri yang lagi bahagia, sembari membawakan segelas susu ibu hamil dan beberapa makanan ringan untuk mengganjal perut Evi. Karena nyonya Raina mengetahui kalau menantunya itu dari tadi muntah-muntah menghirup aroma masakan.
"Sayang, ini susunya diminum ya."ujar Nyonya Raina sembari memberikan segelas susu dan beberapa makanan ringan.
"Terima kasih Ma."sahut Evi kepada Ibu mertuanya .
"Oh iya sayang, mama senang banget dengan berita gembira ini."jujur Mama tidak tahu harus berkata apalagi. Kamu benar-benar suatu anugerah yang sangat luar biasa di tengah-tengah keluarga Baskoro."ucap Nyonya Raina menyadari kalau kehadiran Evi di tengah-tengah keluarga mereka membawa kebahagiaan.
Evi kembali mengingatkan kepada suaminya. agar segera berangkat ke kantor, mengingat Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 siang. jadi suaminya harus segera ke kantor sesuai dengan janjinya sebelumnya.
Januar pun berlalu meninggalkan istrinya, walaupun Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan istrinya. Tetapi karena kewajibannya harus Ia tunaikan di kantor, mau tidak mau Januar meninggalkan sang istri
"Sayang, mas pamit dulu ya. ingat jaga kesehatan dan jangan terlalu kecapean."ujar Januar sembari langsung mengecup kening sang istri.
"Iya, Mas. hati-hati."ucap Evi sambil melambaikan tangannya. Kali ini Evi tidak menghantarkan suaminya sampai ke depan rumah. Karena, kondisi Evi saat ini masih lemah.
Januar meninggalkan rumah pribadinya menuju ALC COMPANY. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, Januar tiba di kantor.
Dia langsung memasuki lift khusus petinggi perusahaan. Saat lift terbuka, dia langsung berjalan menuju ruang kerjanya.
Regen yang menyadari kalau Januar sudah berada di ruang kerjanya, langsung bangkit dari tempat duduknya. Dia berjalan menghampiri ruang kerja Januar.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, pria itu langsung masuk begitu saja. Dilihat jajan sudah sibuk mengotak-atik laptopnya.
"Bagaimana kondisi Evi, Kenapa dia bisa pingsan?"tanya Regen Aditama karena dirinya juga mengkhawatirkan adik iparnya itu.
"Dia tidak apa-apa, dia sudah sadar setelah dokter Ririn memberikan obat kepadanya. kata dokter Ririn, itu biasa dialami oleh wanita hamil."ucap Januar memberitahu.
"Maksud kamu, Evi di saat ini sedang hamil? tanya Regen memperjelas.
__ADS_1
"Iya,Kak. ternyata usahaku Tidak sia-sia selama ini." sahut Januar sambil terkekeh.
"Selamat, ya." ucap Regen sambil memeluk adik sepupu sekaligus asistennya itu.
"Terima kasih Kak."sahut Januari sambil membalas pelukan sang kakak.
****
Setelah selesai meeting dengan Client, Januar langsung berpamitan pulang kepada Regen. Begitu juga dengan Regen dia pun langsung kembali ke rumah utama keluarga Aditama. Karena Regen juga mengetahui istri tercintanya pasti sudah menunggu di rumah.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit membelah jalanan ibukota, Januar pun tiba di rumah. Dia langsung masuk ke rumah setelah mengucap salam.
"loh, sayang kamu kok di sini?"Kenapa tidak istirahat di kamar saja sayang? tanya Januar kepada istrinya. karena dia melihat istrinya berada di dapur sedang mengupas mangga muda yang dipanjat Pak Yono di halaman belakang.
"Bosan di kamar Mas. tadi, tiba-tiba pengen makan ini, Jadi aku minta Pak Yono manjat mangga yang ada di halaman belakang itu." ucap Evi sembari menunjukkan mangga muda yang ia kupas.
"Nggak Mas, enak banget malah, nih Coba deh."ujar episode menyodorkan mangga muda yang ia kupas.
"Enggak, sayang. Mas nggak sanggup makan mangga mentah."jawab Januar sembari memberikan kecupan di kening istrinya.
"Ma!!! mama!!"teriak Januar karena dirinya tidak melihat sosok Nyonya Raina.
"Iya, ada apa?kok teriak-teriak memanggil mama."tanya Nyonya Raina.
"Ma, istri aku makan mangga muda kok malah Mama biarkan?"Apa itu tidak akan masalah dengan kehamilannya Ma?"tanya Januar karena dirinya panik melihat istrinya sedari tadi memakan mangga muda dengan lahapnya.
Dia takut kalau istrinya jadi sakit karena memakan yang asam-asam. Takut kalau asam lambung istrinya akan naik.
"Ya, biarin saja. Menantuku yang selera makan, kok kamu yang malah panik begitu!"ucap Nyonya Raina dengan santai
__ADS_1
"Bukan apa-apa, Ma. Aku hanya takut dia kenapa-kenapa."jawab Januar.
"Namanya juga lagi hamil muda, itu biasa. dan itu bawaan bayi kamu yang menginginkan makanan yang asem-asem. Mama juga waktu hamil kamu lebih rakus dari Evi memakan mangga muda. Sampai papa kamu kewalahan mencari di mana-mana."Nyonya Raina memberitahu.
"Kalau kamu tidak percaya, tanya tuh papa kamu gimana dulu sewaktu Mama mengandung kamu. Permintaan mama aneh-aneh sampai-sampai papa kamu kalau tengah malam sering keluar beli sesuatu. Karena perut Mama lapar, semua itu permintaan kamu sewaktu di dalam sini."Nyonya Raina memaparkan Bagaimana dirinya saat hamil Januar sambil memegang perutnya.
"Memangnya begitu ya, Pa? tanya Januar dengan polosnya.
"Ya, iyalah. ini nih belum seberapa. kalau mama kamu dulu, Papa sampai pusing memenuhi permintaannya sewaktu Mama mengandung kamu."jawab Tuan Baskoro sembari teri kekek melihat tingkah lucu anak dan istrinya. Tiba-tiba Evi datang dari dapur menghampiri Januar dan mertuanya.
"Mas, Evi mau makan ini."ucap Evi sembari menunjukkan gambar makanan yang ada di layar ponselnya. Tuan Baskoro dan nyonya Raina langsung terkekeh mendengar menantunya meminta sesuatu kepada putranya. apalagi tingkah Evi persis seperti Nyonya Raina sewaktu mengandung Januar.
Januar melihat gambar yang ada di layar ponsel Evi. "Makanan apa ini sayang? dan Mas nyarinya di mana? tanya Januar karena dirinya belum pernah sama sekali memakan makanan yang diminta oleh Evi.
"Evi tidak ingin dibeli Mas, Evi ingin Mas Yang masak sendiri."sahut Evi membuat Januar sangat kaget mendengar permintaan istrinya. yang meminta dirinya memasak masakan yang sama sekali tidak ia kenal.
"Aduh gimana Mas memasaknya, Mas saja tidak tahu resepnya apa saja." keluh Januar
"Memangnya Mas mau, kalau anak kita yang ada di dalam sini ileran?"tanya Evi kepada sang suami. Membuatnya Raina dan Tuan Baskoro kembali terkekeh. melihat tingkah manja sang menantu, yang sama persis seperti Nyonya Raina.
"Astagfirullah, ternyata kamu rasakan juga Ya seperti yang Papa rasakan dulu. Makanya kamu jangan meminta yang aneh-aneh dulu saat berada di kandungan mama."ucapkan Baskoro kepada Januar membuat Januar langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1