
Tiga bulan setelah pernikahan Januar dengan Evi, tampak pasangan suami istri itu merasa bahagia. Kini mereka sudah tidak tinggal di rumah utama keluarga Baskoro lagi. Mereka sudah tinggal di rumah pribadi yang sudah dipersiapkan oleh Januar sebelumnya.
Padahal Nyonya Raina masih menginginkan Putra dan menantunya tetap tinggal di rumah utama keluarga Baskoro. Tetapi setelah Januar memberikan pengertian kepada Nyonya Raina, sehingga Nyonya Raina akhirnya menyetujui Januar dan Evi tinggal di rumah pribadi mereka.
Evi pun terkadang membantu Januar untuk memeriksa dokumen-dokumen penting yang perlu dipelajari oleh Januar. Tak bisa dipungkiri, Evi yang sudah lumayan lama bekerja di perusahaan ALC COMPANY sedikit banyaknya pasti mengetahui cara kerja yang dikerjakan oleh sang suami.
"Sayang, hari ini mungkin Mas agak telat pulang karena ada meeting dengan klien jam 05.00 sore bersama dengan Kak Regen."ucap Januar kepada sang istri tercinta.
"Ya, sudah. Tidak apa-apa, Tapi ingat jangan sampai macam-macam."ucap Evi karena ia takut kalau suaminya berbuat aneh-aneh di luar sana.
"Iya,sayang. Mas nggak pernah akan macam-macam di luar sana, karena Cuman kamu yang ada di hati Mas."jawab Regen sembari memberikan kecupan hangat di kening yang lagi membenahi dasi Januar.
Evi tersenyum dan ia pun mengecup bibir milik sang suami. membuat Januar semakin gemas kepada istrinya. "sudah semakin pintar ya sekarang."ucap Januar sembari menggendong Evi tempat tidur yang berukuran king size.
"Kamu sudah membuat adik kecilku menjadi lancang depan sayang, jadi kamu harus tanggung jawab dong."ucap Januar sembari memberikan kecupan di bibir manis milik Evi. perlahan tangan pria itu mulai berjalan ke gunung kembar milik Evi dan memberikan kecupan yang membuat efek mengeluarkan suara merdunya seolah-olah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.
"Sayang, suara merdu Evi semakin agresif membuat Januar semakin melancarkan aksinya. iya mulai mengejut seluruh bagian tubuh efek sampai ke bagian sensitifnya. membuat efek semakin mengeluarkan suara merdunya dan ia meminta kalau dirinya yang memimpin permainan.
Setelah melakukan permainan yang begitu nikmat, Evi dan Januar mencapai puncak. membuat Januar terkulai emas sembari berbaring di samping Evi dan kembali mengecup kening sang istri.
"Thanks my wife." ucap Januar dibalas anggukan dari Evi. Setelah ekstra sejenak, dia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.
"Sayang, kamu nggak jadi ke kantor?"tanya Evi kepada sang suami. lalu Januar melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Astagfirullah, sudah telat nih."gumamnya lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang kedua kalinya pagi itu. lalu memakai pakaiannya yang sudah disediakan oleh Evi. dan Evi memasangkan dasi Januar.
"Sayang kamu pintar, ya. membuat Mas benar-benar puas."ucap Januar sembari mengembangkan senyumnya.
Evi tersipu malu melihat suaminya. FB juga tidak tahu mengapa ia tiba-tiba si agresif itu kepada sang suami.
"Tidak perlu malu sayang."ucap Januar karena melihat istrinya tersipu malu.
"Sudah, ah. nanti mas semakin telat loh. kan belum sarapan Evi mengajak suaminya menuju ruang makan.
Yang ternyata di sana sudah ada Nyonya Raina dan juga tuan Baskoro. Evi tidak mengetahui kedatangan Nyonya Raina dan Tuan Baskoro.
__ADS_1
"Loh, nak. Kamu nggak ke kantor? tanya Nyonya Raina kepada putranya. Karena nyonya Raina terhenyak melihat putranya masih belum berangkat ke kantor di Jam sudah menunjukkan pukul 09.30 pagi.
Biasanya putranya itu jam 08.00 pagi sudah tidak ada di rumah. Sehingga Nyonya Raina dan Tuan Baskoro datang ke rumah pribadi yang ditempati oleh Evi dan Januar. karena nyonya Raina meminta kepada tuan Baskoro menghantarkannya ke sana untuk menemani Evi di rumah.
"Ke kantor sih, Pa. tapi sedikit telat."sahut Januar sambil mengembangkan senyumnya ke arah Evi. Hal itu membuat Nyonya Raina sudah mengerti kalau putranya mengadakan pertempuran pagi itu.
Ketika Evi mencium aroma masakan yang dihidangkan di meja, membuat Evi mual dan Evi berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Hoek.... Hoek... Hoek"Evi memuntahkan segala isi perutnya membuat Evi menjadi lemas. Bi Atun yang melihat majikannya terkulai lemas langsung berteriak.
"Non Evi!!!
"Non Evi!!! teriak Bi Atun.
Mendengar suara teriakan Bi Atun membuat seisi rumah langsung berhamburan menuju dapur.
Januar melihat istrinya sudah terkulai lemas di lantai, seketika dia panik.
"Sayang bangun!!
Nyonya Raina dan Bi Atun tak kalah panik melihat Evi sudah terkulai lemas dan pucat.
"Ma, istri aku kenapa Ma?!! rengek Januar sembari memanggil-manggil istrinya. sesekali ia memberikan kecupan di kening Evi.
"Sayang, bangun dong!!"tangis Januar.
Sekitar 15 menit kemudian dokter Ririn datang. Dia mengira Nyonya Raina ataupun Tuan Baskoro yang sakit. Tetapi ia salah, justru Evi sang menantu Tuan Baskoro yang saat ini sedang berbaring di atas sofa.
"Dokter Ririn, tolong periksa istri saya. tadi tiba-tiba dia muntah-muntah dan dia pingsan."tutur Januar.
lalu dokter Ririn memeriksa keadaan Efi yang berbaring lemah di atas tempat tidur.setelah memeriksa keadaan Evi, dokter Ririn mengembangkan senyumnya.
"Ini biasa dialami ibu yang lagi hamil muda Jadi nona Evi tidak apa-apa."ucap dokter Ririn memberitahu hasil pemeriksaannya.
"Apa dokter? jadi istri saya lagi hamil?"tanya Januar tak percaya begitu saja.
__ADS_1
"Iya, Tuan Januar, tetapi supaya lebih akurat lagi lebih baik diperiksakan langsung ke dokter kandungan."jawab dokter Ririn.
Semua anggota keluarga yang ada di sana ke gerangan dan mengucapkan selamat kepada Januar dan juga Evi.
Januar berkali-kali memeluk istrinya dan memberikan kecupan di kening Evi sembari mengucapkan terima kasih kepada sang istri.
"Sayang, terima kasih karena kamu sudah memberikan kabar gembira ini kepada Mas dan juga keluarga."ucap Januar merasa bersyukur.
Evi yang sudah mulai sadar dari pingsannya, terheran kalau di sekelilingnya seluruh anggota keluarga ada di dekatnya.
"Loh, Aku kenapa sayang? kok semua lihatin Evi?"tanya Evi kepada sang suami.
"Kamu tadi pingsan sayang,"sahud Januar dan kembali mengucapkan terima kasih kepada istrinya.
"Terima kasih apa sayang? tanya Evi karena dirinya belum mengetahui apa-apa tentang kehamilannya.
"Terima kasih karena kamu sudah mengandung Januar Junior."ucap Januar sembari memeluk istrinya dan sesekali ia memberikan kecupan di kening dan bibir Evi.
Evi yang masih heran dengan pernyataan Januar bahwa dirinya sedang mengandung begitu bahagia. "Beneran, Mas. aku lagi hamil? tanya Evi dibalas anggukan dari Januar.
"Mas kamu tidak ke kantor? kan mas bilang jam 05.00 ada meeting dengan klien bersama Tuan Regen."ucap Evi mengingatkan.
"Nanti saja deh sayang ke kantor, Mas masih ingin sama kamu dan anak kita."sahud Januar membuat membulatkan matanya.
"Astaga,Mas. anak kita kan masih di dalam sini."ucap Evi Semar memegang perutnya yang masih rata. Januar hanya mengembangkan senyumnya. Padahal dirinya yang tak ingin berjauhan dari istrinya.
"Nanti saja sayang, ke kantor agak siangan. Lagian aku sudah beritahu kepada Regen."ucap Januar memberitahu kepada sang istri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1