
"Mas, Sepertinya kita sudah bisa pulang deh. karena Tamu undangan sudah pada pulang Lagian badan Tamara sudah lelah dan gerah ingin di guyur dengan air. Karena sudah merasa gerah dan kepanasan."ucap Tamara kepada Regen yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi suaminya.
"Kita tidak perlu pulang sayang. Kita istirahat di sini saja."
"Tapi bagaimana dengan Cia dan baju ganti Tamara Mas?"
"Kamu tenang saja, Sayang. Kalau masalah Cia kan, ada Mama dan juga Papa. Lagian Cia juga setuju kok kalau Cia pulang bersama mama dan papa. Dan kalau masalah baju ganti kamu, Kamu ngak perlu khawatir. asisten sudah membawakan baju ganti di kamar untuk kita." ucap Regen memberitahu.
"Kok Mas, tahu?
"Karena mas yang memintanya."
"Loh jadi memang Mas sudah merencanakan, kalau kita malam ini menginap di hotel ini?"tanya Tamara penasaran
"Iya Sayang, memangnya kenapa? kamu tidak suka?"
"Suka kok Mas." sahut Tamara walaupun Tamara merasa seperti dikerjain oleh Regen saat ini. Padahal Tamara sudah meminta kepada Regen Kalau acara pernikahan mereka diadakan secara sederhana. Bukan seperti yang diselenggarakan Saat ini. Apalagi Regen sudah menjadikan kamar hotel untuk malam pertama mereka. Sungguh mengejutkan bagi Tamara. Tetapi ia menutupi keterkejutannya dari Regen.
"Ya sudah, kita langsung ke kamar saja. Mas juga sudah gerah nih sedari tadi berdiri menyalami tamu undangan dan kolega bisnis."ucap Regen sembari langsung menggandeng tangan Tamara, masuk ke kamar hotel yang dipesan khusus untuk mereka. Layaknya kamar pengantin yang lagi berbulan madu.
Ketika Tamara dan Regen tiba di kamar yang dengan desain sedemikian rupa. Kamar yang sudah disediakan untuk mereka berdua. begitu banyak taburan bunga mawar merah dan putih berada di atas tempat tidur yang disediakan oleh pihak hotel.
Di atas nakas ada buket bunga yang begitu indah membuat Tamara benar-benar takjub.
"Mas, ini semua Mas yang siapin untuk kita?"tanya Tamara tak percaya
"Iya sayang, kamu tidak suka?
"Suka banget Mas. Tamara sangat bahagia." ucap Tamara sambil langsung memeluk Regen dan mengecil sangat bahagia dengan sikap romantis suaminya. Padahal sebelum-sebelumnya Regen belum pernah memperlakukannya seromantis itu.
__ADS_1
Regen langsung menyambut pelukan dan ciuman dari Tamara, yang membuat hati regen sangat bahagia, seolah dirinya melupakan masa lalunya yang begitu kelam.
Tetapi setelah mendapatkan kecupan dan pelukan dari Tamara, membuat mereka melupakan segala masa lalunya ia tidak ingin merusak momen itu. Momen kebahagiaan mereka di malam pertama.
"Ya sudah Mas, Tamara mau mandi dulu Sudah gerah nih." ucap Tamara.
"Mandi bareng saja sayang."
"Jangan dong Mas, nanti kita jadi tidak mandi."ucap Tamara langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan menutup pintu kamar mandi. Agar Regen tidak dapat mengikuti Tamara masuk ke dalam kamar mandi.
Regen langsung mengembang senyumnya."Bagaimanapun Kamu tidak akan lolos malam ini dariku sayang." gumam Regen sambil mengembangkan senyumnya. Regen langsung membuka pakaiannya dan hanya memakai celana pendek Karena dirimu sudah merasa gerah.
Regen duduk di sofa dengan hanya menggunakan dalaman. Karena menunggu Tamara sang istri selesai melakukan ritual mandinya.
Setelah Tamara selesai melakukan ritual mandinya, Tamara langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono yang sudah disediakan oleh anak buah Regen sebelumnya. Karena Regen sudah memesannya terlebih dahulu. Ketika Tamara keluar dari kamar mandi, Tamara dikejutkan dengan penampilan Regen yang duduk hanya menggunakan dalaman.
"Mas, kok nggak pakai baju sih? gerutu Tamara sembari menutup matanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
"Mas pakai baju gih."ujar Tamara
"Mas tidak malu apa?
"Ngapain malu sama istri sendiri ." ucap Regen enteng sambil langsung memeluk Tamara.
"Mas, mandi dulu gih! bau badan Mas." ucap Tamara sambil tersenyum jahil.
"Ya sudah, Mas mandi dulu ya." Regen langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Regen langsung keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk kecil dililitkan di pinggangnya.
Sementara Tamara masih mencari baju ganti yang dapat digunakan, agar dirinya tidur Lebih leluasa.
__ADS_1
"Ya Allah bajunya Kok semuanya sama sih tipis-tipis banget seperti saringan kelapa? gumam Tamara karena melihat baju-baju yang ada di koper, mereka hanya ada beberapa lingerie tipis, membuat Tamara merasa tidak percaya diri, dan tidak nyaman memakai lingerie itu.
"Ya ampun, memakai baju ini seperti tidak memakai baju. Tembus pandang semua."gumam Tamara sembari mengamati baju-baju yang ada di dalam koper. Regen yang sudah dari tadi memperhatikan Tamara mencari pakaian untuk ia gunakan, dia mengembangkan senyumnya senyum penuh kemenangan.
"Mas, bajunya kok sama semua sih?"
"Sudah Pakai aja apa yang ada ." sahut Regen.
"Tapi mas, masalahnya bajunya seperti kurang bahan semua."
"Sudah tidak apa-apa, pakai saja." Mau tidak mau Tamara pun memakai lingerie yang ada di koper.
"Kan cantik sayang. Kamu memakai baju itu." Puji regennya sumber langsung memeluk istrinya dari belakang. Membuat Tamara sangat terkejut.
"Mas ngagetin Tamara saja, pasti ini juga sudah rencana Mas, kan? akui saja, mas tidak perlu membohongi Tamara."gerutu Tamara sembari memonyongkan bibirnya. Regen langsung melahap bibir manis Tamara. Regen langsung mengecup bibir manis Tamara, tanpa peduli dengan ocehan Tamara yang sudah dari tadi menggerutu, karena baju gantinya lingrai tipis semua.
Regen terus saja mengecup bibir wanita itu perlahan kecupan semakin mendalam hingga Tamara membuka rongga mulutnya, agar Regen dapat memainkan lidahnya dan rongga mulut Tamara. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Tangan Regen sudah mulai menjalar ke balik lingerie milik Tamara yang begitu tipis. Ia sudah mulai meremas bagian gunung kembar Tamara yang berukuran mangga itu.
"Ouh.. sakit Mas pelan-pelan." ucap Tamara tempat di telinga Regen.
Regen merasakan sensasi yang luar biasa.
"Sayang, Mas bisa minta hak mas jadi seorang suami kamu?"bisik Regen memelas kepada istrinya
Deg
Jantung Tamara langsung berdegup kencang ketika mendengar Regen meminta haknya sebagai suami Tamara. Hal itu membuat Tamara bingung, ia tidak dapat menjawab pertanyaan suaminya. Sejujurnya,Tamara yang sudah pernah merasakan nikmatnya hubungan suami istri saat bersama Alvin, Ia juga menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan oleh Regen.
Tapi sungguh tidak mungkin, kalau dirinya yang meminta lebih dulu. Regen tidak menunggu jawaban dari Tamara. Ia langsung kembali memeluk dan mengecup bibir manis milik Tamara.
__ADS_1
Tamara tidak ingin membuat suaminya kecewa kepadanya di malam pertama mereka. Tamara langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher suaminya dan langsung membalas kecupan hangat yang diberikan oleh suaminya kepadanya.
Hal itu membuat Regen merasa heran melihat istrinya langsung merespon gerakan yang ia berikan. Ia tahu kalau Tamara juga sudah pernah melakukan hubungan suami istri, dengan Alven. Begitu juga dengan Regen yang sudah pernah melakukannya bersama Bianca.