
"Marissa kamu mau ke mana?"tanya Ronald karena melihat Marissa ingin melangkah keluar dari kantor.
Marisa hanya nyengir. "Eh Pak Ronal, rencananya tadi aku mau makan siang."jawab Marissa.
"Tapi kalau sudah ada Pak Ronald, Lebih baik makan berdua saja deh. Pasti lebih nikmat rasanya. Apalagi Makannya dengan seorang pria tampan seperti Pak Ronald."ucap Marissa membuat Ronald langsung mengembangkan senyumnya sambil mengacak rambut Marisa.
"Aduh rambut Marisa jangan diacak dong Pak."gerutu Marissa Sambil tertawa cengengesan.
"Ya sudah, lebih baik kita langsung pergi makan saja. Pasti kamu sudah lapar kan?" ucap Ronald kepada Marissa yang dibalas anggukan dari Marissa.
Marissa dan Ronald masuk ke mobil milik Ronald menuju Rumah Makan sederhana yang sering didatangi oleh Marissa dengan Evi, untuk menikmati makan siang.
Tanpa mereka sadari ketika Marissa dan Ronald sedang bercanda gurau di lobby kantor, seseorang memperhatikan keduanya.
Siapa lagi kalau bukan Clarissa, yang berniat mendepak Marissa dari kantor ALC COMPANY. Karena Clarissa merasa terancam di ALC COMPANY tidak dapat menjalankan misinya Selama ada Marissa di kantor.
"Aku tidak akan membiarkan Marissa menghancurkan rencana yang sudah lama aku susun dengan matang. Bagaimanapun caranya aku akan berusaha mendepak Marissa dari kantor ini."Clarissa bermonolog sendiri.
Clarissa belum mengetahui siapa sosok Marissa di kantor ALC COMPANY. Dia hanya menganggap kalau Marissa hanya karyawan biasa yang bekerja di ALC.
Kring ...
Kring ...
Kring ...
suara deringan ponsel milik Clarissa terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi nomor ponselnya, nomor ponsel seseorang yang bekerja sama dengan Clarissa, untuk menghancurkan rumah tangga Regen dan Tamara.
Entah dendam apa Clarissa kepada Regen hingga dirinya ingin menghancurkan kebahagiaan Regen dan Tamara yang sedang berbahagia dengan kabar kehamilan Tamara.
"Ada apa?
"Apa semua berjalan dengan lancar? tanya seorang pria dari ujung telepon.
__ADS_1
"Sejauh ini masih aman, pokoknya serahkan semua urusannya kepada Clarissa. Tidak perlu khawatir. Pasti semua akan berhasil." ucap Clarissa kepada seseorang yang berada di ujung telepon sana.
"Bagus, kalau begitu. Aku percaya kepadamu, tidak sia-sia kamu kembali dari san Diego. pasti kalau wanita kampungan itu memergoki kalian, dia akan segera meninggalkan Regen." ucap seseorang di ujung telepon.
"Sudah tidak perlu khawatir. Serahkan saja sama aku." ucapnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya, karena melihat kehadiran salah satu staf di ALC COMPANY.
Ia mengira kalau Robinson itu belum mendengar segala apa yang dibicarakan oleh Clarissa dengan lawan bicaranya. Padahal Robinson mendengarnya semua, tapi Robinson pura-pura tidak mendengar dan memilih untuk masuk ke ruang kerjanya.
Robinson yang baru-baru ini diangkat bekerja di perusahaan ALC COMPANY oleh Regen Aditama, mendengar semua pembicaraan Apa yang dibicarakan oleh Clarissa dengan lawan bicaranya.
Tapi Robinson berjanji di dalam hati kalau Robinson akan berusaha menggagalkan rencana Clarissa. Dia tidak mengetahui kalau Robinson merupakan kakak sepupu Evi yang merupakan istri dari Januar. Sudah otomatis Regen sudah memiliki hubungan keluarga dengan Robinson. Karena adik sepupunya menikah dengan adik sepupu Robinson.
"Mas!!!
"Iya, sayang!"
"Ini sudah jam dua loh, apa mas tidak balik ke kantor?"tanya Tamara yang melihat suaminya masih santai menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
Lidah mereka saling bertautan di sana. Tangan Regen sudah mulai bergerilya di bagian gundukan yang kenyal milik Tamara. Membuat Tamara semakin mende$@h. Hal itu membuat Regen semakin melancarkan aksinya. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan siang itu.
Regen langsung menggendong tubuh istrinya naik ke atas tempat tidur yang berukuran king size itu. Ia benar-benar ingin melanjutkan permainan mereka yang berada di sofa. Tamara tidak dapat menolak, sekalipun dirinya saat ini sedang hamil.
Tetapi sepertinya Tamara juga menginginkan sentuhan dari suaminya apalagi dokter juga mengizinkan Mereka bercinta walaupun Tamara sedang hamil muda tetapi dokter menghancurkan agar melakukannya dengan selembut mungkin.
Menikmati gerakan-gerakan lembut dari istrinya Begitu juga dengan Tamara dia benar-benar menikmati segala apa yang dilakukan suaminya terhadapnya yang mampu membuat dirinya merasa puas akan nikmatnya percintaan mereka siang itu.
"Kamu Memang benar-benar luar biasa. sayang tahu apa yang Mas inginkan ucap Regen langsung memainkan adik kecilny hingga keduanya benar-benar mencapai puncaknya.
"Terima kasih sayang, kamu sudah menjadi istri terbaik untuk Mas. Mas sangat mencintaimu." ucap Regen sambil memberikan kecupan hangat di kening Tamara.
"Tamara juga sangat mencintai Mas." sahut Tamara sambil mengembangkan senyumnya.
****
__ADS_1
Keesokan harinya, Regen sudah tiba di kantor ALC COMPANY saat ini Tamara juga ikut bersama Regen ke kantor. Berharap Tamara dapat membantu Regen untuk menyelesaikan tugasnya sebagai pimpinan perusahaan kantor alc company.
Tamara dan Regen masuk ke lift khusus petinggi perusahaan ketika sudah tiba di kantor ALC COMPANY, ketika Regen dan Tamara sudah berada di dalam lift khusus petinggi perusahaan Clarissa datang menghampiri keduanya.
Tetapi Regen meminta Clarissa menaiki lift khusus karyawan,membuat Clarissa sedikit kesal kepada Regen. Karena tidak mengizinkannya naik bersama mereka, di lift khusus petinggi perusahaan.
"Siapa dia Mas?"tanya Tamara yang belum mengetahui sosok Clarissa sebenarnya.
"Dia namanya Clarissa, sekretaris baru di sini sayang.
"Sekretaris Mas?
"Iya sayang."
Memangnya Sejak kapan Mas memiliki sekretaris wanita di kantor ini biasanya juga sekretaris Mas laki-laki Dan kalau tidak paling Tamara yang membantu Mas ucapan penuh dengan selidik.
"Mas juga tidak tahu sayang, tiba-tiba saja HRD mengatakan kepada mas, kalau dia adalah sekretaris baru. Untuk membantu pekerjaan Mas." sahut Regen kepada istrinya. Setelah tiba di lantai di mana ruang kerja Regen berada, Regen dan Tamara keluar dari lift khusus petinggi perusahaan dan langsung berjalan masuk ke ruang kerja Regen
Memangnya harus ya Mas? sekretaris berpakaian kurang bahan seperti itu?" tanya Tamara kepada suaminya. Karena Tamara merasa pakaian yang digunakan oleh Clarissa terlalu minim dan terbuka.
Ia khawatir dengan keberadaan Clarissa, menggunakan pakaian minim itu, dapat mengakibatkan dosa untuk suaminya. Sekalipun suaminya tidak memiliki niat,Tetapi kalau disuguhi pemandangan tubuh seksi milik Clarissa. Maka tidak menutup kemungkinan Regen akan khilaf.
Hal itu yang ingin dihindari Tamara. Sebelum itu terjadi, Tamara ingin mengingatkan suaminya agar meminta kepada Clarissa untuk menggunakan pakaian yang sopan.
Regen duduk di kursi kerjanya. Sementara Tamara duduk di sofa, sambil menikmati kacang kulit yang sudah disediakan oleh Regen untuk cemilan istrinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1