Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 97. KONDISI KRITIS


__ADS_3

Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP, di mana kejadian kecelakaan lakalantas yang menimpa Januar. Salah satu personil kepolisian langsung menuju rumah sakit di mana Januar, dilarikan oleh orang-orang yang membantu Januar paska kecelakaan lakalantas itu terjadi.


Pihak kepolisian menemukan identitas korban di dalam mobilnya berupa ponsel dan juga dompetnya. Pihak kepolisian juga mencoba membuka layar ponsel milik pasien. tetapi, karena layar ponsel milik Januar memiliki kata sandi, membuat pihak kepolisian belum bisa menghubungi seseorang yang terdekat korban.


Saat pihak kepolisian itu berbicara dengan salah satu suster yang bertugas di rumah sakit itu, suster memberitahu kepada pihak kepolisian kondisi korban saat ini sangat kritis.


Sehingga mereka harus segera melakukan tindakan operasi karena kebetulan pasca kecelakaan itu terjadi, luka yang dialami oleh Januar cukup parah. Saat ini kaki Januar mengalami patah tulang. Dan akibat benturan yang cukup hebat di bagian kepala Januar, membuat pendarahan terjadi.


Dokter memutuskan untuk segera mengoperasi, berharap pasien dapat diselamatkan oleh dokter yang menangani Januar.


Saat pihak kepolisian itu berbicara dengan salah satu tim medis, pihak kepolisian mencoba mencari tahu keberadaan keluarga Januar melalui identitas yang mereka dapatkan di dompet.


Ketika salah satu personil kepolisian membuka identitas Januari yang ada di dalam dompetnya, tiba-tiba suara deringan ponsel milik Januar yang dipegang oleh pihak kepolisian itu berdering.


"Alhamdulillah, mungkin ini salah satu kerabat ataupun orang yang mengenal korban." gumam pihak kepolisian itu yang sedang menangani kasus lakalantas yang dialami oleh Januar.


"Halo assalamualaikum! Kamu dimana Januar? sapa seseorang dari ujung telepon.


"Maaf, ini bukan Januar. Saya salah satu petugas kepolisian yang menangani kasus laka lantas yang terjadi di Jalan Iskandar muda. Korban kecelakaan atas nama Januar Wijaya."sahut salah satu personil kepolisian yang bertugas menangani kasus laka lantas yang dialami oleh Januar.


"Apa?


"Januar mengalami kecelakaan?"


"Iya Pak! Apakah Bapak mengenal korban? tanya pihak kepolisian itu.


"Di...Dia adik saya Pak, dia adik sepupu saya. sekarang Adik saya berada di mana?"tanya Januar panik dia khawatir kondisi kesehatan asisten sekaligus adik sepupunya.


"Saat ini pasien sedang berada di rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian itu terjadi. Rumah sakitnya berada di Jalan Iskandar muda. Kami harap bapak segera datang ke rumah sakit."ujar pihak kepolisian itu kepada Regen. Kebetulan yang menghubungi nomor ponsel Januar pada saat ini, ternyata nomor ponsel Regen


Regen benar-benar terhenyak, dia tidak menyangka adik sepupunya sekaligus asistennya itu mengalami kecelakaan yang begitu tragis. Apalagi ketika pihak kepolisian memberitahu kondisi Regen saat ini sangat kritis.

__ADS_1


Regen yang saat ini duduk di ruang kerjanya, dia langsung turun ke bawah menghampiri sang istri.


"Sayang kamu siap-siap, kita saat ini harus segera ke rumah sakit."titah Regen


"Memangnya siapa yang sakit Mas?"


"Januar mengalami kecelakaan laka lantas di Jalan Iskandar muda. Kondisinya saat ini sangat kritis, itu menurut penuturan pihak kepolisian."


"Inilah hiwainnailaihirojiun, Kenapa bisa ini terjadi?


"Mas juga tidak tahu sayang. Cepat, sekarang juga kita harus berangkat ke rumah sakit!"titah Regen sambil berusaha menghubungi nomor ponsel Tuan Baskoro.


Saat sambungan telepon seluler itu tersambung. Regen langsung memberitahu apa yang terjadi kepada Januar. Membuat Tuan Baskoro benar-benar syok. lututnya terasa bergetar, mendengar Putra satu-satunya mengalami kecelakaan. Tuan Baskoro benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa saat ini. Tubuhnya terasa kaku ketika mendengar kejadian yang menimpa putranya.


Tuan Baskoro langsung berlalu meninggalkan rumah utama keluarga Baskoro. Tanpa menunggu istrinya terlebih dahulu. Tuan Baskoro langsung melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya, menuju rumah sakit yang berada di Jalan Iskandar muda.


Tuan Baskoro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tuan Baskoro tidak ingin terjadi sesuatu kepada putranya. Saat ini Tuan Baskoro sedang dalam perjalanan.


Regen memarkirkan mobil miliknya di parkiran rumah sakit. Keduanya langsung keluar dari dalam mobil dan dengan langkah terburu-buru. Keduanya langsung masuk ke dalam rumah sakit.


Regen bertanya kepada salah satu suster yang kebetulan melintas di hadapan mereka.


"Maaf suster pasien kecelakaan yang baru dibawa ke rumah sakit ini di mana?"


"Korban kecelakaan saat ini kondisinya sangat kritis, dan kami tidak dapat menunda operasi dilakukan. Sehingga saat ini pasien sedang berada di ruang operasi."sang suster memberitahu


"Astagfirullah separah itukah?" gumam Tamara di dalam hati. Tamara dan Regen langsung berlari menuju ruang operasi. Di mana lampu di ruang operasi itu masih menyala. Itu artinya operasinya saat ini masih belum selesai dilakukan.


"Apa yang terjadi kepada adik saya, Pak? tanya Regen ketika Regen dan Tamara sudah tiba di depan ruang operasi.


"Kasus ini masih dalam penyelidikan kami pak." ucap pihak kepolisian itu kepada Regen.

__ADS_1


Sementara salah satu pemuda yang melihat kejadian itu terjadi. Dia pun memberitahu kronologisnya. "Maaf Pak, Kebetulan saya ada di tempat itu, saat kecelakaan itu terjadi, mobil saya berada tepat di belakang mobil milik korban.


Korban Memang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan beberapa mobil sebelumnya di salipnya . Saat berada di pertigaan, mungkin karena mobil yang dikendarai korban melaju terlalu kencang, Sehingga korban tidak dapat mengendalikan mobilnya lagi, ketika mobil truk itu sudah berada di pertigaan. Hingga kecelakaan itu pun terjadi."pemuda itu mencoba menjelaskan kronologis kecelakaan naas itu terjadi.


"Astaga! Kenapa Januar ceroboh? dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi?" ucap Tamara yang benar-benar mengkhawatirkan adik iparnya itu.


Beberapa menit kemudian Tuan Baskoro pun tiba di depan ruang operasi. Karena sebelumnya Regen sudah memberitahu keberadaan Januar saat ini. Tak berselang lama, salah satu suster keluar dari ruang operasi. Regen yang melihat suster itu keluar dari ruang operasi, langsung buru-buru menghampiri sang suster.


"Bagaimana kondisi adik saya suster?


"Maaf, kondisi pasien Saat ini semakin kritis. dan pasien saat ini sangat membutuhkan donor darah A positif. Kebetulan persediaan darah A positif di rumah sakit ini, stoknya habis dan di PMI terdekat juga saat ini sedang kosong. Jadi Kami memohon agar kerjasama diantara keluarga." ucap salah satu suster yang kebetulan ikut serta menangani Januar.


Tuan Baskoro menangis sejadi-jadinya. Dia tidak dapat membayangkan jika terjadi sesuatu kepada putranya. "Ambil darah suster, saya ayahnya. Pasti golongan darah saya sama dengan Putra saya." mohon Tuan Baskoro kepada suster itu.


"Maaf Pak, di usia Bapak yang sudah senja, Bapak tidak layak untuk mendonorkan darah kepada putra bapak. Itu terlalu beresiko." sahut suster itu dengan sendu.


Tamara yang mendengarkan itu pun tidak tinggal diam. Dia sudah mengetahui pengorbanan Januar selama ini kepada dirinya. Januar selalu benteng pertahanannya jika seseorang ingin melakukan tindakan kejahatan kepadanya.


Tamara mencoba menghubungi nomor ponsel Evi. Saat sambungan telepon seluler itu tersambung, Tamara langsung memberitahu kejadian yang menimpa Januar. membuat Evi benar-benar terhenyak mendengar kabar kejadian yang menimpa Januar lelaki yang sangat ia cintai.


Tamara juga memberitahu kalau Januar saat ini membutuhkan donor darah. Evi yang mendengar itu sangat mengkhawatirkan keselamatan Januar. Dia langsung membuka akun sosial media miliknya. Yang kebetulan akun sosial media miliknya itu memiliki pengikut yang lumayan. Evi juga memberitahu alamat rumah sakit dan nama yang membutuhkan golongan darah itu.


Saat ini Tuan Baskoro benar-benar putu asa. Ketika dirinya mencoba menghubungi rekan-rekannya yang dapat mendonorkan darahnya, tapi hasilnya nihil. Begitu juga Regen.


"Astagfirullah apa yang harus aku lakukan Ya Allah, untuk menyelamatkan putraku?" ucap Tuan Baskoro.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2