Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG


__ADS_3

Di rumah utama keluarga Aditama, terlihat samara menikmati dirinya menjadi seorang ibu dari kedua anaknya. dia begitu bahagia memang aku wajah tampan kitanya yang begitu menggemaskan. Kebahagiaan dirinya semakin lengkap setelah kehadiran baby Andika. Kini Tamara sudah memiliki anak satu perempuan dan satu laki-laki.


Regen Aditama menata putranya dan sedikit merasa cemburu. Karena perhatian sama rasa hati ini terfokus pada baby Andika, karena menurutnya baby Andika membutuhkan perhatian khusus apalagi baby Andika terlahir prematur. Sehingga Tamara, memberikan perhatiannya full kepada insan Putra.


Regen Aditama merasa kurang diperhatikan oleh Tamara. Dia menghampiri Tamara dan mengatakan apa yang ada di dalam isi hatinya.


Membuat Tamara pun merasa bersalah. ternyata suaminya merasa diabaikan dengan kehadiran baby Andika. Tamara pun meminta maaf kepada Regen atas kurang perhatiannya Tamara terhadap sang suami, setelah adanya baby Andika.


Tamara juga mengatakan kepada Regen, dia akan berusaha membagi waktu untuk suami dan anak-anaknya. Karena ia tidak ingin membuat suami merasa terabaikan dan putranya juga tidak kurang kasih sayang darinya. Begitu juga dengan Cia.


Tiba-tiba suara dengan ponsel milik Tamara terdengar jelas di telinganya. Dia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel Ibu Sumiati.


Tamara menekan tombol hijau yang ada di dalam ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ibu Sumiati.


"Halo assalamualaikum Ibu."sahut Tamara di dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam Nak, sahut Ibu Sumiati, lalu ibu Sumiati menanyakan kabar Tamara, Regen, Baby Andika dan juga Cia.


"Alhamdulillah kondisi kami baik-baik saja di sini Bu. Bagaimana dengan ibu, apa ibu dan ayah baik-baik saja di sana?"tanya Tamara di dalam sambungan telepon.


Ibu Sumiati memberitahu Kalau kabar mereka baik-baik saja, dan ibu sudah juga memberitahu maksud dan tujuannya menghubungi Tamara. kalau ibu Sumiati dan Pak suyatno saat ini sangat merindukan dirinya.


"Tamara juga sangat merindukan ibu dan ayah."sahut Tamara di jalan sambungan telepon selulernya.

__ADS_1


"Jujur, Ibu menginginkan kamu membawa cucu-cucu ibu, ke rumah kita agar mereka mengetahui di mana kampung kelahiran ibunya. Ingat Nak, walaupun kamu sudah menikah dengan Nak Regen Aditama, kamu juga harus memperkenalkan desa kelahiranmu kepada anak-anakmu dan juga keluarga besar suami kamu. Ibu harap kamu paham apa yang Ibu katakan." Ibu Sumiati mengingatkan Tamara, agar Tamara membawa keluarga besar Aditama berkunjung ke rumah sederhana milik mereka di desa kelahiran Tamara.


"Iya, Bu. Tamara paham, tapi untuk saat ini sepertinya Tamara dan anak-anak belum bisa berkunjung ke rumah ibu dan ayah, karena sepertinya Mas Regen masih dalam keadaan sibuk. Nanti aku akan coba bicarakan dengan Mas Regen."Tamara mencoba memberikan pengertian kepada Ibu Sumiati.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Hanya saja Ayah kamu menginginkan kalian berkunjung ke sini. Karena Ayah kamu mengatakan, ada sesuatu hal yang harus dia bicarakan dengan kamu. Dan meminta kamu untuk datang ke sini."ucap Ibu Sumiati.


"Iya udah Bu, nanti akan Tamara usahakan membawa anak-anak ke kampung."ujar Tamara.


Setelah selesai berbicara dengan ibu Sumiati di dalam sambungan telepon selulernya, Tamara menutup ponselnya dan kembali menghampiri suami dan putranya yang saat ini bercanda gurau di atas tempat tidur.


"Ada apa sayang? Mama ngomong apa? tanya Regen penasaran.Sepertinya dia juga memahami apa Arah pembicaraan istrinya dengan ibu mertuanya itu.


Tamara menghela nafas panjang, khawatir kalau suaminya akan tidak memberikan izin kepadanya atau tidak bersedia untuk pergi ke kampung halamannya. Apalagi, kampung halaman Tamara bukanlah dekat. Melainkan mereka harus melakukan perjalanan melalui jalur udara baru kembali melakukan perjalanan darat.


Tidak bisa dipungkiri, orang tua mana yang tidak menginginkan anak dan cucunya menginjakkan kaki di rumah mereka. Itu sebuah kerinduan besar bagi setiap orang tua yang memiliki seorang anak dan memiliki seorang cucu.


"Ada apa sayang? cerita sama Mas!"ujar regent sembari menghampiri istrinya yang saat ini berdiri di samping ranjang.


Perlahan Tamara duduk di tepi ranjang, yang diikuti oleh Regen Aditama. "Ada apa sayang? cerita sama Mas jangan sungkan-sungkan." Regen kembali bertanya kepada sang istri.


"Ibu meminta Tamara, membawa anak-anak dan kamu Mas ke kampung. Katanya ada yang ingin Ayah bicarakan dan juga mereka sangat merindukan anak-anak. Mereka ini, anak-anak kita juga mengetahui Kampung kelahiran Tamara."ucap Tamara ragu-ragu.


"Astaga, sayang. Mas kira ada apa. Kalau hanya itu yang diinginkan ibu dan ayah, Kenapa tidak!! Mas juga sudah berencana ingin membawa anak-anak ke kampung. tapi karena saat ini Ronald belum begitu aktif di kantor, karena dirinya masih baru saja melangsungkan pernikahan. Sehingga mas tidak bisa meninggalkan kantor begitu saja.

__ADS_1


Tapi kamu tenang saja, Ronald akan kembali aktif mulai esok hari. Begitu juga dengan Januar, mungkin mereka berdua dapat membantu Mas selama kita nanti berada di kampung. Tetapi Sebelumnya Mas harus menyelesaikan urusan Mas terlebih dahulu."ucap Regen kepada Tamara sembari menggenggam kedua telapak tangan Tamara dan memberikan kecupan hangat di punggung tangan Tamara.


Sementara di tempat lain, tepatnya di sebuah lapas. Clarissa kembali berteriak meminta tolong kepada petugas yang berjaga di sana, agar segera melepaskannya dari balik ke uji besi.


Alven yang hingga saat ini, tidak terlihat batang hidungnya, dia enggan untuk membebaskan adiknya itu. Karena dia tahu membayar pengacara bukanlah uang yang sedikit. Apalagi saat ini Alven sama sekali tidak memiliki pemasukan. Membuat kedua orang tua mereka benar-benar merasa kewalahan.


Alven juga, tidak begitu peduli. Dia lebih baik pergi mencari kebahagiaannya sendiri dibandingkan membebaskan Clarissa adiknya. Padahal Clarissa terlibat dalam penculikan Tamara, itu karena dirinya ingin membantu Alven melampiaskan dendamnya.


"Dasar, kakak tidak punya akhlak!! dia kunjung datang ke sini menjengukku bahkan ingin membantuku keluar dari tempat jahanam ini."teriak Clarissa. Karena Januar Sudah beberapa minggu tidak datang mengunjungi dirinya.


"Bisa nggak sih, kamu nggak!! dari kemarin saya sudah mengingatkan kamu agar kamu tidak berisik di tempat ini. Apa kamu tidak tahu kalau saya ini lagi istirahat?!! ucap seorang wanita bertubuh besar dan sangar itu. Membuatnya di Clarissa menjadi menciut


Takut kalau wanita itu ngamuk lagi dan menghajarnya habis-habisan seperti beberapa minggu yang lalu.


Clarissa langsung terdiam, kemudian ia duduk selonjoran di dinding. Meratapi nasibnya yang saat ini harus merasakan dinginnya balik jeruji besi.


"Lihat aja nanti, kalau aku bebas dari sini. Aku akan mengambil tindakan yang akan membuat ayah dan ibu menyesal dan begitu kamu kak Alven. Karena kalian sama sekali tidak peduli kepadaku."Clarissa membatin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2