
Tamara mendampingi suaminya Di kantor. Ia sedikit gelisah dan merasa tidak tenang dengan kehadiran Clarissa yang berpakaian kurang bahan di kantor alc company.
Regen merasa bersyukur Tamara bersedia ikut ke kantor menemani dirinya. Regen semakin bersemangat bekerja untuk menyelesaikan tugas yang sudah menumpuk. apalagi file menumpuk di atas meja kerjanya membuat Regen sedikit kewalahan.
Tapi dengan kehadiran Tamara di sana, Regen menjadi bersemangat.
Clarissa masuk ke ruang kerja Regen untuk memberikan jadwal Regen satu minggu ini. Karena keesokan harinya, Regen akan mengadakan meeting dengan salah satu klien penting, yang berasal dari kota Phnom Penh.
Ketika Clarissa berbicara dengan Regen Tamara selalu memperhatikan cara pandang Clarissa kepada suaminya.
"Clarissa!! kemarin saya sudah katakan kepada kamu tolong berpakaian rapi dan sopan di kantor. Jika kamu tidak mengikuti aturan di kantor ini, lebih baik kamu langsung mengirimkan surat pengunduran diri kamu dari kantor ini."ucap Regen dengan tegas kepada Clarissa membuat Clarisa sedikit tersinggung akan apa yang dikatakan oleh Regen kepadanya.
Tamara bangkit dari tempat duduk sambil memakan cemilan yang ada di atas meja. Ia pun menghampiri sang suami. Sepertinya dia tertarik sama kamu Sayang. Sehingga ia berusaha menggoda kamu dengan menggunakan pakaian kurang bahan seperti ini." timpal Tamara yang mampu membuat Clarissa merasa malu di hadapan Regen dan juga Tamara.
Seharusnya sebagai seorang wanita, Kamu sendiri yang membuat harga dirimu menjadi berharga di hadapan orang lain. Jika kamu ingin menjadi pelakor di hubungan rumah tangga saya dengan suami saya, saya persilahkan, Jika kamu mampu. Tapi ingat jangan mempermalukan diri kamu sendiri dengan menggunakan pakaian yang kurang bahan seperti ini."
"Saya ingin bertanya sama kamu, Apa tukang jahit bajumu ini masih hidup? tanya Tamara membuat Clarissa langsung terdiam tertunduk malu. Sementara Regen hanya senyum-senyum saja sendiri mendengar apa yang dikatakan istrinya kepada claris.
"Mulai saat ini kamu, saya pecat!"ucap Tamara dengan lantang kepada Clarissa.
"Apa?
"Dipecat?
"Iya, kamu saya pecat."
"Tapi, salah saya apa?
"Karena kamu sudah menghina adik ipar saya Marissa. Dan kamu tidak mengikuti peraturan di kantor ini."ucap Tamara kepada Clarissa.
__ADS_1
Clarissa menatap Januar. Seolah meminta pertolongan kepada Januar, agar Januar membela Clarissa dan tidak jadi dipecat dari kantor ALC COMPANY. Regen meraih interkom yang ada di hadapannya.
"Saya ingin sekretaris yang baru, dan tidak seorang wanita. Saya ingin sekretaris laki-laki." perintah Regen kebagian HRD.
"Tapi Pak!"
"Tidak ada tapi-tapian! istri saya sudah memecat sekretaris yang menjual auratnya hasil dari rekomendasi kamu ini!" bentak Regen sambil langsung memutuskan sambungan interkomnya membuat HRD terhenyak.
Regen meminta Clarissa untuk segera meninggalkan ruang kerjanya.
"Silakan keluar dari ruang kerja saya, Saya ingin bekerja dengan konsentrasi tanpa kehadiranmu di sini. Dan ingat, mulai besok kamu tidak perlu datang ke kantor ini lagi." ucap Regen menegaskan kepada Clarissa. Kalau Clarissa benar-benar Sudah dipecat dari kantor ALC COMPANY. Apalagi setelah Robinson memberitahu kalau Clarissa bekerja di perusahaan ALC COMPANY memiliki niat terselubung.
Clarissa menatap Tamara dengan Regen dengan tatapan tajam. "Bagaimanapun caranya, aku akan menghancurkan kebahagiaan kalian. Jangan kalian kira jika kalian memecat aku dari sini, aku akan berusaha untuk menghancurkan kehidupan kalian. Justru aku mengetahui, kalau istrimu yang kampungan itu takut kamu tergoda olehku. Sebentar lagi kau akan menjadi milikku Regen." Clarissa baru monolog sendiri, berjanji kepada dirinya sendiri berusaha untuk menghancurkan kebahagiaan kehidupan keluarga Regen dan juga Tamara.
Sesuai dengan rencana yang disusun dengan matang, rencana A sudah gagal, kini Clarissa ingin menjalankan rencana B. Ia tidak ingin kalah dari Tamara, sesuai dengan sumpahnya kepada sangka Kak. Kalau dirinya akan berhasil menghancurkan kehidupan Regen dan juga Tamara.
"Tenang saja, kak. Sekalipun rencana A ini gagal, aku yakin kalau aku menjalankan rencana B maka aku akan berhasil." gumamnya dalam hati sambil langsung berlalu dari ruang kerja Regen dengan kekecewaan.
Ketika Clarissa sudah tiba di rumah kontrakan itu, Clarissa masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Clarissa terhenyak melihat seseorang bersama kakaknya.
"Kamu!
"Kamu! sahut wanita itu tidak kalah terkejut.
"Kamu ngapain disini?
"Seharusnya saya yang bertanya, Kamu ngapain di rumah kakakku? tanya Clarissa penuh selidik
"Kakak?
__ADS_1
"Iya pemilik Rumah ini kakakku, kenapa? kok Sepertinya kamu terkejut?Kak Alven itu kakakku? tanya Clarissa sambil menatap wanita yang duduk bersama sang kakak.
"Loh kalian saling kenal?
"Iya, dulu kami sama-sama bekerja di San Diego."sahut Clarissa tanpa ada niatan memberitahu kepada sang kakak kalau wanita yang duduk bersama kakaknya itu merupakan wanita yang sudah merebut kekasihnya dulu, saat mereka sama-sama bekerja di San Diego.
Alven sama sekali tidak mengetahui kalau wanita itu, merupakan wanita yang membuat adiknya putus menjalin hubungan dengan seorang pria yang sangat dicintai oleh adiknya.
Clarissa ingin memberitahu kepada kakaknya Alven, tentang Siapa wanita yang duduk di samping kakaknya ketika Rohana sudah pergi. Clarissa sangat menyayangi kakaknya, sehingga ia pun ia mampu melakukan apapun untuk kebahagiaan kakaknya Alven.
Alven yang mengirim Clarissa bekerja di ALC COMPANY. Mereka mengira, jika Clarissa bekerja di perusahaan ALC COMPANY, maka Clarissa akan lebih mudah untuk menghancurkan kehidupan Regen dan Tamara.
Alven ingin membuat kebahagiaan Tamara hancur. Karena Tamara saat ini merasa sangat bahagia hidup dengan Regen, Sementara kehidupan rumah tangganya dengan Soraya sudah hancur.
Alven meminta bantuan kepada Clarissa untuk membalaskan dendamnya kepada Tamara dan Regen. Clarissa memberitahu apa yang dialaminya di kantor ALC COMPANY hari ini, kepada kakaknya. Mendengar itu Alven kecewa.
Tetapi Clarissa meyakinkan Alven, jika dirinya menjalankan rencana B maka rencananya pasti akan berhasil. "Pokoknya kakak tidak mau tahu. Yang pasti, kamu harus berhasil menghancurkan kehidupan keluarga Tamara dan Regen." ucap Alven kepada Clarissa.
"Kakak Tenang saja, semua serahkan kepadaku." ujarnya sambil menatap Alven dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Dan Clarissa juga memohon kepada Rohana agar tidak pernah memainkan perasaan Alven. "Aku tidak akan mengampuni kamu, Jika kamu berniat untuk menyakiti kakakku." ancam Clarissa kepada Rohana dibalas senyum sinis dari Rohana.
"Siapa juga yang ingin menjalin hubungan dengan kakak kamu. Kakak kamu saja yang meminta aku datang ke sini. Katanya dia kesepian, aku seorang wanita yang membutuhkan uang, sudah pasti aku tidak menolak."ucap wanita itu yang membuat Clarissa hanya menggelengkan kepala.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN