
Kali ini, keluarga Regen menjamu Tamara dan juga Cia dengan berbagai macam menu makanan yang sudah dihidangkan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Aditama.
Terlihat Tamara dengan lincah, melayani Regen dan Tuan Aditama layaknya seorang menantu di rumah utama keluarga Aditama. Tampak Tuan Aditama mengembangkan senyumnya, rasanya ia tidak sabar lagi ingin menjadikan Tamara menjadi menantu dan menetap tinggal di rumah mewah itu.
Saat sedang makan malam, tidak ada yang suara Yana ada hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Barulah ketika Cia berceloteh kepada Tuan Aditama yang mengatakan kalau dirinya senang bertemu dengan Tuan Aditama.
"Opa tau nggak, Cia senang banget bertemu dengan Opa di rumah besar Opa ini. Di sini Cia bisa bermain dengan leluasa." ucap Cia sambil mengembangkan senyumnya.
"Kalau Cia mau bagaimana kalau Cia tinggal di rumah Opa saja?" sahut Tuan Aditama.
"Nggak boleh gitu dong Opa, kalau Cia tinggal di sini sama Opa, Mama sama siapa dong di rumah? pasti Mama akan kesepian tinggal sendiri di sana. Cia tidak ingin membuat Mama kesepian dan sedih,"
"Selama ini mama hanya terus menangis, jadi mulai saat ini, Cia tidak ingin melihat air mata Mama menetes sedikitpun di wajah cantiknya." Oceh Cia yang mampu membuat Tamara geleng-geleng kepala.
Cia anak yang aktif dia juga pintar. Di sekolah juga guru-gurunya dan teman-temannya menyukai berteman dengannya.
"Kalau Cia tidak ingin meninggalkan Mama tinggal sendiri di sana, Bagaimana kalau mamanya diajak juga tinggal di rumah ini? apalagi dirumah ini tidak ada perempuan cantik seperti mamanya Cia dan juga Cia." Timpal Regen sambil mengembangkan senyumnya.
"Memangnya boleh Om? tanya Cia kepada Regen. Sementara Tuan Aditama mengembangkan senyumnya mendengar Regen menimpali pembicaraan antara Cia dengan Tuan Aditama.
"Boleh dong sayang, Om dengan senang hati kalau Mamanya Cia dan Cia bersedia tinggal di rumah ini.Lagian rumah ini tampak sepi tanpa ada wanita cantik seperti Cia dan Mamanya Cia."sahut Regen asal. Membuat Tamara membulatkan matanya.
"Tidak boleh sayang, Mama tidak boleh tinggal di rumah ini. Nanti apa kata orang? tidak bagus seorang wanita single di rumah pria yang single juga. Walaupun di rumah ini tidak hanya Om Regen sendiri yang tinggal."ucap Tamara menimpali.
"Kenapa tidak boleh?"
"Maaf Tuan Regen, seorang wanita single tidak dapat tinggal di rumah seorang pria yang berstatus single juga. Karena tidak muhrim Walaupun ada Tuan Aditama di rumah ini, tapi anggapan orang nanti jadi jelek."sahut Tamara.
__ADS_1
"Kalau begitu bagaimana kalau kita jadi muhrim?"ucap Regen terkekeh.
"Tuan Regen saatnya tidak boleh bercanda seperti itu. Apalagi di depan anak kecil yang aktif seperti Cia, Nanti pertanyaan timbul di hatinya yang membuat kita kewalahan menjawabnya."
"Memangnya siapa yang bercanda? ucap Regen dengan santai sambil terus menyantap makanan yang ada di piringnya.
Tamara hanya terdiam memilih tidak menjawab, daripada nanti menjadi panjang urusannya. Sementara Tuan Aditama hanya senyum-senyum sendiri mendengar Tamara dan Regen saat ini sedang berinteraksi, dan terlihat Regen begitu agresif ingin mendekati Tamara.
Sementara di tempat lain. Tampaknya Alven sedang sibuk dengan ponselnya sendiri. Soraya yang biasanya ke salon satu minggu dua atau tiga kali, akhir-akhir ini dia sudah semakin jarang untuk sekedar perawatan di salon.
Karena pendapatan di butik miliknya, dan juga Alven memberikan uang yang tak seberapa membuat dirinya harus mengirit untuk biaya kehidupan mereka sehari-hari.
Hal itu membuat Soraya semakin kesal terhadap suaminya. Soraya pun kembali menagih janji Alven untuknya akan memberikan uang sebesar 100 juta kepadanya untuk suntikan modal di butik milik Soraya.
Tapi Hingga saat ini, Soraya belum mendapatkannya dari sang suami bagaimana tidak pengajuan pinjaman yang diajukan oleh Alben kepada Regen ditolak mentah-mentah dari Regen.
"Sabar sayang, aku belum mendapatkan jawaban dari Tuan Aditama." ucap Alven kepada Soraya
"Aku tidak percaya! jangan-jangan uang yang kamu dapatkan dari Tuan Aditama kamu berikan sama wanita ganjen itu! Buktinya dia bisa tinggal di sebuah apartemen mewah dan dia juga memiliki mobil mewah." ucap Soraya
Soraya tidak mengetahui kalau apartemen dan juga mobil yang digunakan oleh Evi selama itu adalah salah satu fasilitas yang diberikan kantor kepadanya. Pertanda Evi selama ini memiliki potensi yang sangat luar biasa bekerja di perusahaan Aditama group.
Hal itulah yang membuat Tuan Aditama memberikan fasilitas kepada Evi, mobil mewah dan juga apartemen yang mewah untuk ditempati Evi, selama Evi masih bekerja di perusahaan Aditama group.
Soraya mengira kalau apartemen dan juga mobil itu milik pribadi Evi.
"Jangan kamu menuduhku seperti itu. Aku tidak pernah memberikan apapun kepada Evi! jangan ngaco kamu!" ucap Regen kepada istrinya.
__ADS_1
"Kalau bukan kamu yang memberikan uang kepadanya, Terus siapa? tidak mungkin karyawan sepertinya dapat menyewa apartemen mewah seperti itu, dan juga memiliki mobil mewah seperti yang digunakannya saat ini." Soraya menuduh Alven memberikan uang kepada Evi selama ini.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang pasti aku tidak pernah memberikan uang sepeserpun kepada Evi. camkan itu!" hardik Alven
"Jangan memancing keributan, Aku tidak suka ribut denganmu!"
"Aku tidak akan ribut kalau kamu memberikan uang yang kau janjikan kepadaku, lihat sekarang penampilanku sudah kucel. Karena tidak pernah perawatan lagi. Bagaimana aku perawatan, uang yang kamu berikan buat makan saja kurang."teriak Soraya sangat emosi melihat suaminya seolah tak mengacuhkannya. Karena Alven disebutkan dengan ponsel miliknya.
"Kalau kamu tidak sabar, ya udah tinggalkan saja aku. Aku sudah tidak peduli. Kamu terlalu banyak menuntut. Tau begini, lebih baik aku bersama Tamara. Dia wanita yang menurut dan tidak pernah menuntut ini dan itu. Tidak seperti kamu yang terlalu banyak permintaan, yang ini dan yang itu. Siapa suami yang tahan dengan wanita seperti kamu!" bentak Alven lama-lama gerah mendengar ocehan Soraya.
"Jadi kamu menyesal menikah denganku?" tanya Soraya dengan emosi
"Kalau aku katakan iya, kamu mau apa?
"Ingat Alven, bayi yang ada di dalam kandunganku ini adalah putra kamu." ucap Soraya tentunya berbohong agar Alven tidak bisa berkutik dan tidak akan meninggalkannya.
"Iya aku tahu, kamu sedang hamil saat ini. hanya karena itulah aku masih tetap bertahan dengan kamu. Kalau tidak, aku sudah pergi meninggalkan kamu."hardik Alven sambil langsung bangkit dari tempat duduknya malas berdebat dengan Soraya
"Alven!!!! Kamu mau ke mana?" teriak Soraya saat melihat Alven keluar dari rumah dan menghidupkan mesin mobil miliknya. Alven meninggalkan Soraya begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Soraya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"
__ADS_1