Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 130. KITA PUTUS


__ADS_3

Pagi ini, Marissa kembali masuk ke dalam ruangannya untuk melanjutkan tugasnya di kantor ALC COMPANY. tetapi Marisa tidak luput dari perhatian Ronal. Setelah memastikan, Marissa masuk ke dalam ruang kerjanya, Ronald menghampiri Marissa. dia sudah tidak peduli lagi Bagaimana Marisa mengomel terhadapnya.


Ronald langsung menggendong tubuh Marissa masuk ke dalam ruangan kerjanya. dan mengunci pintu ruangannya rapat-rapat. agar Marissa tidak bisa melarikan diri dari. beberapa jam saja Marisa mendiamkan Ronald, hati Ronald sangat kacau.


"Lepaskan aku!"pekik Marissa sambil memberontak Ingin turun dari gendongan Ronald. tetapi Ronal seolah tidak mendengarkan teriakan dari Marissa. orang-orang yang ada di kantor juga tidak peduli dengan keduanya mereka mengetahui kalau Ronald dan Marissa pasangan kekasih.


Apalagi jabatan Ronald di kantor ALC COMPANY, hampir setara dengan Januar. membuat orang-orang di sana tidak ingin ikut campur dalam urusan bos mereka saat ini.


"Lepaskan aku!"ucap Marissa tetapi Ronald sama sekali tidak peduli dengan ocehan wanita itu.


"Mau apa kamu?


"Mas, hanya mau kamu, sayang! mas tidak bisa kamu diamkan seperti ini. kacau jadinya tidak ada pekerjaan yang bisa terselesaikan."ucap Ronald sambil langsung mengecup bibir mungil Marisa.


Ketika Ronald memastikan kalau pintu sudah tertutup rapat, Ronald mendudukan Marissa di atas sofa sumber terus memeluk Marisa seolah Ronald takut galau Marissa akan lari darinya.


"Lepaskan!! sesak tahu, dipeluk melulu seperti ini."gerutu Marissa.


"Siapa suruh dari tadi kamu mendiamkan Mas. Mas bingung sama kamu. tadi pagi Mas menjemput ke rumah, tetapi kamu sudah keburu pergi tanpa menunggu Mas terlebih dahulu."ucap Ronald terus-terus memeluk Marisa.


Marisa lagi-lagi terdiam. dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ronal. pertanyaan dan nasehat kedua orang tuanya membuat Marisa bersikap dengan terhadap Ronald. Dia mengira kalau Ronald sama sekali tidak serius menjalin hubungan dengannya.


Marisa sama sekali tidak peduli lagi jika Ronald akan meninggalkannya. padahal Ronald sangat serius kepada Marissa tetapi saat ini waktunya Tidak memungkinkan pergi ke rumah kedua orang tua Marissa ,untuk meminta restu kepada kedua orang tuanya. mengingat saat ini, Ronald dan Januar sangat sibuk setelah Regen Aditama tidak berada di ALC COMPANY karena sedang mengadakan perjalanan liburan ke Korea Selatan.


"Katakan sama Mas, Apa kesalahan Mas sehingga kamu mendiamkan masa semenjak tadi pagi. Bahkan kamu pergi sendiri ke kantor tanpa menunggu Mas? tanya Ronald kembali.


Marisa tidak menjawab. Dia seolah tidak peduli akan pertanyaan Ronald kepadanya. Yang dia pikirkan saat ini, jawaban apa yang akan ia jawab kepada kedua orang tuanya. Jika suatu saat kedua orang tuanya akan menanyakan hal yang sama kepadanya.

__ADS_1


"Sayang, ada apa ini? tanya Ronald kembali.


"Sepertinya kita tidak dapat melanjutkan hubungan ini lagi. lebih baik kamu mencari wanita yang lain yang sepadan denganmu."ucap Marissa kepada Ronald sambil memalingkan wajahnya agar Ronald tidak dapat melihat air bening yang mengalir di wajah cantik Marissa.


Bagai petir di siang bolong. Ronald mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Marissa sendiri. dia bingung Mengapa tiba-tiba Marissa berubah. Padahal yang ia tahu selama ini kalau Marissa sangat mencintai Ronald. tetapi Mengapa Marisa berubah? pertanyaan itu yang tidak dapat Ronald pecahkan sampai sekarang.


"Kenapa kamu tiba-tiba memutuskan hubungan ini, sayang?"Mas sangat sayang dan cinta sama kamu. Mas tidak pernah peduli siapa kamu dan siapa Mas. di hadapan Allah kita itu sama tidak ada perbedaan."ucap Ronald sembari menatap Marissa tetapi Marisa memalingkan wajahnya dari Ronald.


Jujur Ronald tidak tahu sama sekali alasan Marissa memutuskan hubungan dengan Ronal.


"Sayang, Ada apa ini?


"Jangan panggil aku sayang lagi. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi hanya hubungan atasan dan bawahan. lupakan aku tidak ada artinya hubungan ini dilanjutkan lagi."ucap Marissa sambil beranjak dari tempat duduknya.


Tetapi, Ronald tidak membiarkan begitu saja Marisa pergi dari hadapannya. dia langsung memeluk Marisa dan memberikan kecupan hangat di bibir Marisa.


Marisa meninggalkan Ronaldi ruangannya dengan deraian air mata. dia berusaha membuka pintu ruang kerja Ronald.


"Ahkkk..... Kenapa jadi begini?!! teriak Ronald di ruangannya. dia tidak menyangka dengan mudahnya Marisa memutuskan hubungan dengan dirinya. Tetapi perjuangan Ronald tidak sampai di situ saja. Karena dia sangat mencintai Marissa.


Ronald berusaha meyakinkan Marissa kalau dia benar-benar sangat mencintai Marissa. Ronald langsung menghubungi Regen Aditama dengan menggunakan telepon selulernya.


Ketika sambungan telepon seluler Ronald tersambung kepada Regen Aditama, Ronald langsung membicarakan intinya kepada rekan yang meminta izin cuti beberapa hari. Karena, dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Marissa.


Regen mengerti dengan perasaan Ronald saat ini yang sangat kacau. Hingga Regen dan pun mengizinkan Ronaldo di untuk beberapa hari. apalagi saat ini sudah ada Januar kembali ke kantor ALC COMPANY. di sana juga ada Tuan Aditama yang akan membantu Januar. Selama Ronald cuti beberapa hari kedepan.


Regen juga paham kesibukan Ronald belakangan ini, membuat hubungan Ronaldo dengan Marissa semakin renggang.

__ADS_1


Setelah mendapat izin dari Regen Aditama untuk cuti beberapa hari, Ronald berniat untuk menemui kedua orang tua Marissa yang ada di kawasan puncak Bogor. Ronald keluar dari ruangannya dan langsung menarik tangan Marissa tak peduli dengan tatapan orang di sana.


"Lepaskan tanganku! kau menyakitiku."ucap Marissa sambil menatap pergelangan tangannya yang sudah memerah. Ronald tidak sadar kalau genggaman tangannya yang sangat erat membuat tangan merasa menjadi merah.


"Maafkan Aku. aku tidak sengaja melakukannya."ucap Ronald sembari mereka tubuh Marissa kepelukannya. kemudian Marissa dan Ronald keluar dari kantor ALC COMPANY.


"Kita mau kemana?


"Sudah, ikut saja tidak perlu banyak komentar.


"kita mau kemana?"suara Marissa semakin meninggi.


"Kita akan menemui kedua orang tua kamu sekarang juga."


"Untuk apa?


"Untuk meminta Restu agar mereka merestui hubungan kita dan kita akan segera menikah."jawab Ronald sambil terus melajukan mobil miliknya.


Marissa hanya terdiam. dia tidak menjawab lagi apa yang dikatakan oleh Ronald kepadanya.


"Kenapa diam? ada yang salah dengan keputusan Mas?"tanya Ronald kepada Marissa. Marisa hanya menatap Ronaldo dengan tatapan penuh tanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2