Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 118. OPERASI BERHASIL


__ADS_3

Regen benar-benar terpuruk dalam bersujud meminta petunjuk dari Allah. Sementara Tuan Aditama berusaha untuk mengabari kepada kedua orang tua Tamara.


Setelah menghubungi kedua orang tua Tamara,Tuan Aditama menghampiri putranya. Dia pun mengelus pundak Regen yang saat ini benar-benar rapuh.


"Kamu harus kuat, kamu berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah." ucap Tuan Aditama memberi semangat kepada putranya.


Tuan Aditama sengaja tidak membawa Cia ke rumah sakit. Karena khawatir dia akan terus menangis jika mengetahui kondisi Tamara saat ini.


"Tapi Pa, Dokter meminta Regen untuk memilih Salah satunya. Apa yang harus Regen lakukan?" tanya Regen kembali kepada Tuan Aditama. Tuan Aditama pun terus menangis meratapi nasib putranya yang malang. Apalagi Cia, jika mengetahui kondisi Tamara saat ini. Yang pasti Cia akan terus menangis, jika mengetahui kondisi Tamara saat ini.


"Berdoa meminta keselamatan kepada Allah subhanahu Wa ta'ala, agar Tamara dan anak yang ada dalam kandungannya dapat diselamatkan.


"Ya Allah, berikan kekuatan kepada Tamara dan cucu hamba. Ya Allah, hamba yakin tidak ada yang tidak mungkin bagimu doa Tuan Aditama sembari meneteskan air mata.


Nyonya Raina dan Tuan Baskoro yang mengetahui kabar itu, langsung menuju rumah sakit. Dan saat ini mereka sudah berada di rumah sakit untuk mencoba memberikan dukungan kepada Regen.


Dokter meminta kepada Regen untuk segera menandatangani berkas persetujuan operasi yang akan dilakukan kepada Tamara. Dengan berat hati, Regen menandatangani persetujuannya. Kalau Tamara yang akan diselamatkan dalam operasi itu.


Tetapi Regen memohon kepada dokter, agar menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungan Tamara juga. Tapi yang diprioritaskan Tamara yang harus diselamatkan jika pun harus memilih.


"Saya mohon Dokter, Tolong selamatkan istri dan anak saya. Saya tidak peduli berapapun biayanya. Dokter itu menatap Regen dengan seksama, Ia pun langsung mengenali Regen bahwasanya Regen adalah pemilik Rumah Sakit Aditama grup.


"Dokter ahli dari rumah sakit milik Tuan Aditama group pun langsung diterjunkan ke rumah sakit di mana Tamara saat ini dirawat. dengan gerak cepat dokter itu langsung menuju rumah sakit yang sudah diinformasikan oleh Januar kepadanya.

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit, dokter yang sebelumnya dihubungi oleh Januar, sudah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit tempat Tamara dirawat, Kini sudah tiba di rumah sakit dan langsung menemui Januar.


Dokter langsung menuju ruang operasi, dan melihat kondisi Tamara sudah sangat kritis. Untuk menyelamatkan keduanya, cukup sulit menurutnya.


Tetapi dengan berdoa dan melakukan tugasnya semaksimal mungkin, dokter Dirga. langsung mengoperasi Tamara untuk menyelamatkan Tamara dan juga bayinya. Selama tiga jam dalam ruang operasi, tampak bayi yang ada di rahim Tamara sudah berhasil dikeluarkan oleh dokter Dirga.


Tetapi kondisi Tamara saat ini sangat kritis. Sehingga membutuhkan donor darah yang cukup banyak. Ketika bayi Tamara sudah berhasil dikeluarkan, dokter Dirga kembali berusaha untuk menyelamatkan Tamara. Sungguh tangan yang sangat luar biasa, dokter Dirga dapat menyelamatkan Tamara dan juga bayinya.


Senyum manis terpancar di wajah beberapa dokter yang membantu Tamara di sana. Tangan lincah dokter Dirga dalam melakukan tindakan operasi, sudah diakui para dokter yang ada di berbagai rumah sakit. Dokter Dirga lulusan dari luar negeri tepatnya dari California memang cukup handal.


Padahal dokter Dirga Baru beberapa bulan bertugas sebagai dokter kandungan di rumah sakit Aditama group. Tetapi ketika dirinya praktek di California, dia selalu mendapatkan nilai tertinggi dan dapat menyelamatkan Beberapa pasien yang kasus sama dialami oleh Tamara.


Ketika dokter Dirga sudah keluar dari ruang operasi, setelah menjalankan tugasnya kurang lebih dari lima jam di dalam ruang operasi, tampak Regan, Januar langsung menghampiri dokter Dirga.


"Bagaimana dokter, apa beroperasinya berjalan dengan lancar?" tanya Januar dan juga Regen yang sudah tidak sabaran ingin mengetahui kondisi Tamara.


Mendengar penuturan dari dokter Dirga, hati Regen sedikit lega. Setelah mendengar bahwa bayi Tamara dan juga Tamara dapat diselamatkan oleh dokter Dirga.


Selamat ya, Pak Regen. Putra anda laki-laki dan terlihat tampan. Tetapi karena kelahirannya prematur, kami menempatkannya di ruang inkubator. Bayi anda masih membutuhkan perawatan, karena umur bayi anda di dalam kandungan tidak mencukup.


Regen menganggukkan kepalanya.


"Apa saya dapat melihat istri saya dokter?" tanya Regen.

__ADS_1


"Maaf Pak Regen, sepertinya untuk saat ini jangan dulu. Karena itu dapat mengganggu istirahat Nyonya Tamara. Tunggu sampai Nona Tamara dipindahkan ke ruang rawat inap." ucap dokter Dirga kepada Regen dan juga Januar sambil mengembangkan senyumnya.


Januar langsung mengucapkan Terima kasih kepada dokter Dirga. Begitu juga Regen juga langsung mengucapkan terima kasih kepada dokter Dirga.


"Bukan saya, yang luar biasa. Tetapi kekuatan cinta dan kasih sayang yang dimiliki antara Tuan Regen, Aditama dengan nyonya Tamara sehingga daunnya Tamara dan memiliki semangat untuk dapat disembuhkan


"Kamu sungguh luar biasa, dokter Dirga kami sangat mengucapkan Terima kasih kepadamu, berkat kamu cucu dan menantu saya bisa diselamatkan. Saya tidak salah memilih kamu menjadi dokter ahli di rumah sakit saya." ucap Tuan Aditama sembari langsung memeluk dokter Dirga.


"Terima kasih Tuan, telah mempercayakan saya dengan diberikan diri di rumah sakit Anda saat dokter Dirga. Sambil mengembangkan senyumnya, melihat ke arah Tuan Aditama. Satu kehormatan yang sangat luar biasa menurut dokter Dirga. Karena pemilik Rumah Sakit telah mempercayakannya, untuk menyelamatkan menantu dan cucu pemilik Rumah Sakit tempat dirinya mengabdikan diri sebagai seorang dokter.


Sebagai ucapan terima kasih Tuan Aditama, karena dokter Dirga berhasil menyelamatkan menantu dan cucunya. Tuan Aditama menghadiahkan satu unit mobil kijang Innova kepada dokter Dirga.


"Tidak perlu berlebihan seperti ini Tuan, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang dokter." ucap dokter Dirga kepada Tuan Aditama.


"Tidak, dokter Dirga itu sebagai ucapan terima kasih saya. Karena kamu berhasil menyelamatkan menantu dan cucu saya, kamu sungguh dokter yang sangat luar biasa." puji Tuan Aditama memuji kemampuan yang dimiliki oleh dokter Dirga.


Keesokan harinya, setelah kondisi Tamara sudah stabil. Tamara dan bayinya dirujuk ke rumah sakit milik keluarga Aditama. Tentunya dengan pengawasan dokter Dirga, selama di dalam perjalanan. Karena peralatan medis di rumah sakit milik keluarga Aditama lebih lengkap dan lebih canggih.


Sekitar kurang lebih tiga puluh menit kemudian, Tamara beserta bayinya sudah tiba di rumah sakit milik keluarga Aditama. Dengan menggunakan mobil ambulans, tampak suster dan dokter sudah bersiap menunggu kedatangan Tamara dan juga bayinya. Karena sebelumnya dokter Dirga dan juga Regen sudah menginformasikan bahwasanya. Tamara akan dirujuk ke rumah sakit Aditama group.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2