Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN


__ADS_3

Ada rasa bahagia di hati Regen saat mendapat pelayanan dari Tamara menghidangkan menu makanan masakan Tamara sendiri untuk mereka santap.


Padahal selama menjalani hubungan rumah tangga dengan Bianca, Bianca sama sekali tidak pernah melakukan itu. Bianca hanya mengharapkan sang asisten rumah tangga yang melakukan itu semua untuknya.


Jangankan memasak untuk Regen, menyendok nasinya saja pun tidak pernah, Dan sekedar mengambil air putih setelah pulang kerja dia juga sama sekali tidak pernah.


Tapi dia mendapatkan sosok istri yang begitu diidamkan setiap seorang pria, didapatkan oleh Regen di rumah sederhana Tamara.


"Betapa bodohnya kamu Alven menyia-nyiakan wanita sebaik Tamara. Dia wanita yang baik berhati malaikat, tapi kamu mencampakkannya begitu saja dengan wanita seperti Soraya."gumam Regen di dalam hati sembari menikmati menu makanan yang dihidangkan Tamara di meja makan.


"Wah masakannya sederhana, tapi sangat mengunggah selera. Aku pasti tambah nih." puji Regen dan meminta kepada Tamara untuk menambah nasibnya kembali. Membuat Tamara merasa bahagia ternyata pria kaya seperti Regen bersedia menyantap menu makanan sederhana yang ia hidangkan di sana.


Mario yang tidak ingin ketinggalan dari Regen, tampaknya Mario juga begitu menikmati makanan malam itu. Ia Pun menyendok nasi tambah ke piringnya dan mengambil lauk yang dihidangkan di sana. Sementara Cia sudah pintar makan sendiri, tanpa harus disuapi oleh Tamara lagi.


Nasi yang ada di piring Cia juga sudah hampir habis. Regen benar-benar bahagia duduk makan bersama di rumah sederhana milik Tamara. "Ya Allah keluarga seperti ini yang aku inginkan selama ini, tapi tidak aku dapatkan saat pernikahanku dengan Bianca."gumam Regen di dalam hati.


Tampaknya memang Regen sudah mulai jatuh cinta kepada Tamara. Dilihat dari cara Regen memandang Tamara begitu dalam. tapi sepertinya ia enggan untuk mengungkapkannya, karena ia mengetahui kalau saat ini Tamara masih terluka atas pengkhianatan Alven. Sama halnya seperti dirinya.


Tidak mudah bagi orang yang sudah dikhianati pasangan menerima orang lain, sekalipun dia tulus mencintainya. Tapi Regen berjanji di dalam hatinya sendiri, akan tetap berjuang untuk menggapai cinta Tamara.


"Aduh, aku kenyang banget nih, Sampai nambah. Baru kali ini aku nambah makan malam. Padahal selama ini aku selalu menjaga pola makanku. Jika aku memiliki istri sebaik Kak Tamara, pasti aku semakin bertambah gendut karena masakannya sangat enak."Puji Mario


Mendengar ocehan asistennya itu, Regen menatap Mario dengan tatapan tajam. Seolah dirinya tidak rela kalau Mario mengatakan ingin memiliki istri sebaik Tamara.


"Pak Mario bisa aja. Masakan sederhana seperti ini siapa aja juga bisa memasaknya." sahut Tamara.


"Belum tentu Kak Tamara, Karena tidak semua wanita yang bersedia terjun langsung ke dapur seperti kak Tamara. Apalagi kan dulu Kak Tamara memiliki jabatan di kantor ALC, Tapi Kakak lebih memilih untuk mengurus rumah tangga dibandingkan berkarir.

__ADS_1


Banyak wanita di luaran sana yang tega meninggalkan anak, dan tidak peduli dengan kebutuhan suaminya hanya untuk mengejar karir."ucap Mario.


Tamara Hanya tersenyum menanggapi ucapan Mario. Sementara Regen menatap Tamara dengan tatapan mendalam, seolah-olah ia ingin mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya kepada Tamara. Tapi lagi-lagi ia teringat, Tamara pasti belum siap untuk menerimanya menjadi pengganti Alven di hatinya.


Pria yang tega menghianati cinta wanita sebaik Tamara. Lagi lagi Cia menarik tangan Regen agar Regen menemaninya bermain.


"Sayang, Om Regen sudah capek, apalagi baru saja siap makan tidak boleh terlalu banyak bergerak. Om regennya juga butuh istirahat sayang." ujar Tamara kepada Cia.


Cia menurut, ia langsung membaringkan tubuhnya di sofa sambil menikmati film kartun Upin Ipin kesayangannya.


Sementara Regen, Tamara dan juga Mario masih mengobrol bersama. Regen juga menawarkan Tamara untuk bekerja kembali di ALC. Rencananya Regen ingin memindahkan Alven ke kantor cabang.


Tetapi Tamara belum bersedia menerima tawaran itu. Dengan alasan yang masuk akal dipikiran. Karena apa yang dikatakan Tamara benar adanya. Jika dia bekerja di kantor ALC COMPANY kembali, ia tidak akan dapat menjaga dan memantau Cia. Jika Tamara jualan es Boba di depan rumahnya sendiri, dia bisa sambil menjaga Cia dan memantaunya.


Regen menghargai keputusan Tamara. Bahkan ia juga sangat salut kepada wanita itu yang lebih mementingkan kepentingan putrinya daripada karir dan dirinya sendiri.


Setelah Regen semakin dekat dengan Tamara ternyata Tuan Aditama tidak salah. Meminta kepada putranya untuk menikahi Tamara. Tuan Aditama juga meminta kepada Regen untuk berjuang mendapatkan hati Tamara.


Karena Tamara wanita yang tak mudah ditaklukkan. Tetapi setelah ia mencintai pria, Dia tipe wanita yang sangat setia bahkan dia wanita yang begitu menghargai pernikahannya, dan juga menghargai suaminya.


Terbukti saat Alven meminta kepada Tamara untuk hengkang dari ALC COMPANY, dia melakukan itu semua, yang penting untuk kebahagiaan rumah tangganya.


Tapi bukan kebahagiaan yang didapatkan Tamara, justru hinaan dan penghianatan yang ia terima dari mantan suaminya Alven. Lelaki yang tak pernah merasa bersyukur memiliki istri sebaik Tamara.


Dia mudah tergoda dengan body mulus wanita yang ada di luaran sana. Tanpa dia ketahui sama sekali seluk beluk wanita itu. yang penting baginya wanita itu dapat memuaskan dirinya di atas ranjang.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, itu artinya Regen dan Mario menghabiskan waktu sekitar 4 jam di rumah Tamara. Regen dan Mario berniat berpamitan pulang. Saat melihat Cia sudah tertidur pulas di atas sofa.

__ADS_1


"Sepertinya Cia sudah lelah, dia sampai tertidur menonton film Upin Ipin yang disukai para anak-anak." ucap Regen sambil memperhatikan bocah kecil itu.


"Iya, sebentar ya Pak. Aku gendong dulu Cia masuk ke kamar." ucap Tamara.


"Tidak perlu, biar aku saja, tunjukkan saja kamarnya." ucap Regen dengan sigap langsung meraih tubuh bocah kecil itu ke gendongannya lalu berjalan mengikuti Tamara.


Regen masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Cia. Matanya meneliti seisi kamar itu saat dirinya sudah membaringkan tubuh bocah kecil itu, lalu menyelimutinya dan memberikan kecupan di kening Cia.


Tamara yang melihat perlakuan manis Regen kepada Cia, tak terasa bulir bening menetes di wajah cantiknya. Regen melihat itu langsung menghapus air mata Tamara dengan ibu jarinya.


"Kamu kenapa menangis?


Tamara Hanya menggelengkan kepala.


"Jangan menangis, tidak perlu diingat masa lalu yang begitu pahit. Raih kebahagiaanmu di masa depan." ucap Regen kepada Tamara kembali menghapus air mata Tamara dengan ibu jarinya.


"Maaf Pak, Cia sudah merepotkan Bapak karena permintaan Cia yang mengadi-ngadi. Jujur Cia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti yang Bapak lakukan dari Alven Ayah kandungnya sendiri."ucap Tamara jujur.


"Sudah tidak perlu diingat-ingat, lebih baik kamu istirahat, ini sudah waktunya kamu tidur. Kami juga akan pulang, lain kali kami datang lagi ke sini." ucap Regen sambil langsung meraih tubuh Tamara kepelukannya Entah mengapa pria itu memberanikan diri memeluk wanita yang saat ini terlihat rapuh.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2