Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN


__ADS_3

Sepeninggalan Regen, tak Berapa lama ketukan pintu kembali terdengar jelas di telinga Tamara dan juga Cia. Yang saat ini Tamara sedang menyuapi sarapan pagi untuk Cia, yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Sayang, sebentar ya. Sepertinya ada yang datang." ucap Tamara kepada Cia sambil meletakkan kembali piring berisi nasi sarapan pagi Cia, ke atas nakas.


Tamara membuka knock pintu ruang rawat inap Cia. Tamara terhenyak melihat Tuan Aditama yang berada di hadapannya.


"T....Tuan! sapa Tamara sambil langsung memberi salam kepada Tuan Aditama dan mencium punggung tangan Tuan Aditama takzim.


"Bukan Tuan, tapi Papa." sahut Tuan Aditama meralat sapaan Tamara. Membuat Tamara tersenyum tipis


Tamara mempersilahkan Tuan Aditama masuk ke ruang rawat inap Cia. Saat Cia melihat kehadiran Tuan Aditama di sana sambil membawa sebuah boneka beruang kesukaan Cia dan juga parcel buah, Cia mengembangkan senyumnya.


"Opa!! sapa Cia sambil mengembangkan senyumnya.


"Cucu Opa! sapa Tuan Aditama sambil memeluk dan memberikan kecupan di kening Cia.


"Bagaimana keadaanmu sayang, apa sudah baikan?" tanya Tuan Aditama kepada Cia.


"Alhamdulillah, Cia sudah mendingan opa." sahut Cia sambil tersenyum memperlihatkan gigi susunya yang masih tertata rapi.


"Oh dia lagi makan, ya? makan yang banyak ya cucu Opa, supaya cucu Opa Cepat sembuh Dan kita main bersama lagi di rumah opa."ucap Tuan Aditama menyemangati Cia.


"Cia sudah tidak sabar lagi Ingin Ke rumah opa bermain. Cia malas di rumah sakit. Tangan Cia sedikit pegal karena ada jarum infus ini, Opa." ucap Cia mengadu kepada Tuan Aditama.


"Sabar ya Sayang, tapi Opa lihat kamu sudah mulai makan lahap. Dan demamnya juga sudah turun. Mudah-mudahan dokter sudah mengizinkan Cia pulang ke rumah nanti sore. Cia mau kan, pulang ke rumah opa saja?" tanya Tuan Aditama membuat raut wajah Cia langsung berbinar

__ADS_1


Sedangkan Tamara kembali melanjutkan menyuapi Cia. Sampai makanan yang ada di dalam piringnya habis tanpa sisa.


"Horeee makanannya sudah habis, Itu artinya cucu Opa jago, sebentar lagi cucu Opa akan sembuh." ucap Tuan Aditama sembari mengelus rambut Cia.


"Papa sendirian? tanya Tamara mengalihkan atensi Tuan Aditama dari Cia.


"Ada sopir, menunggu di bawah." Sahut Tuan Aditama memberitahu.


"Terimakasih Opa, Opa baik banget sudah membeli boneka untuk Cia dan juga buah-buahan. opa juga sudah datang menjenguk Cia, Cia benar-benar bahagia." ucap Cia sambil hendak memeluk Tuan Aditama yang berada di sampingnya. Sayangnya terhalang dengan jarum infus yang tertancap di punggung tangannya


"Sudah sayang, nanti kalau dokter datang dan memastikan kalau kondisimu sudah baik-baik saja, jarum infusnya pasti akan dilepas. Sabar ya Sayang." ujar Tuan Aditama yang dibalas senyum manis dari Cia.


Sekitar satu jam, Tuan Aditama di ruang rawat inap Cia, akhirnya Tuan Aditama berpamitan, karena ada urusan yang harus diselesaikan oleh Tuan Aditama di perusahaan. Hari ini Tuan Aditama berniat singgah di Aditama group.


"Oh, Papa pamit dulu ya sayang. Ingat, nanti sore kalau dokter mengizinkan dia pulang. papa dan Opa akan menjemput Cia dan pulang ke rumah Opa." ucap Tuan Aditama sambil mengembangkan senyumnya. Sementara Tamara hanya terdiam. Dia tidak tahu harus berbicara apa, karena menurut dia terlihat Cia sudah semakin dekat kepada Tuan Aditama dan juga Regen.


Saat Tuan Aditama sudah tiba di lobi sang sopir pribadi Tuan Aditama, langsung menghampirinya agar Tuan Aditama segera masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh sang sopir.


Setelah memastikan Tuan Aditama duduk dengan nyaman di dalam mobil, sang sopir melajukan mobil ke arah jalan raya menuju Aditama grup atau yang sering disebut ALC COMPANY.


Sementara di tempat lain tepatnya di ruang kerja Alven. Tampak Alven gelisah, desas-desus kedekatan Regen dengan Tamara terdengar di telinganya. Apalagi ia mendengar Regen akan segera menikahi Tamara. Dia seolah tidak terima kalau mantan istrinya itu, menikah dengan pengusaha kaya raya seperti Regen. Itu artinya Regen kalah dari Tamara.


Ia tidak ingin kalau Tamara menikah dengan Regen. Jika Tamara menikah dengan Regen, sudah otomatis Alven merasa malu kepada Tamara dan bekerja lagi di ALC COMPANY. mengingat hubungannya dengan Soraya saat ini sudah hancur. Padahal dirinya dulu membangga-banggakan Soraya di hadapan Tamara. Bahkan dia tega menceraikan Tamara dengan alasan yang tak jelas.


Hanya untuk memilih imitasi, Alven meninggalkan permata seperti Tamara. "Aku tidak akan membiarkan Regen menikahi Tamara. Aku akan menggagalkan rencana mereka bagaimanapun caranya." gumam Alven.

__ADS_1


Sekilas ia teringat dengan Cia, Dia mungkin dapat memanfaatkan dengan keberadaan Cia untuk membuat Tamara lemah Dan dilema.


Alven menginginkan Tamara kembali ke pelukannya. Setelah dirinya mencampakkan Tamara begitu saja, dia seenaknya saja ingin kembali kepada Tamara.


"Ya, Cia dapat aku manfaatkan. Yang dapat membuat Tamara kembali ke pelukanku."gumam Alven Di dalam hati.


Bukan malah menyesali perbuatannya, Bahkan ia ingin menimbulkan masalah-masalah baru lagi. Entah apa yang ada di dalam pikiran Alven, sehingga dirinya tidak ingin melihat Tamara dan Cia hidup bahagia, bersama lelaki yang begitu mencintai dan menyayangi kedua wanita berbeda generasi itu.


Sementara Evi dan Januar sudah menduga Alven tidak akan terima jika Tamara menikah dengan Regen. Oleh karena itu Evi dan Januar sudah memiliki bukti dan senjata ampuh, untuk melemahkan Alven. Bahkan mereka udah mengatur strategi, agar Alvin tidak dapat berbuat semena-mena terhadap Tamara. termasuk yang niatnya ingin merebut Cia dari Tamara, jika Tamara menikah dengan Regen.


"Kita lihat saja nanti, kabar pernikahan Tuan Regen dan Tamara ini akan membuat Alven gelisah. Bahkan dia pasti akan melakukan sesuatu untuk membatalkan rencana pernikahan ini. Aku tahu persis bagaimana Alven dan bagaimana kedua orang tuanya yang selalu mendukung Alven, sekalipun Apa yang dilakukan Alven itu salah. ucap Evi kepada Januar


"Iya, Sepertinya aku juga sependapat dengan kamu. Karena Alven Sepertinya dia tidak ingin melihat Tamara bahagia. Padahal seharusnya dia bersyukur karena Regen menyayangi Cia seperti putri kandungnya sendiri." sahut Januar


"Bahkan Cia dirawat di rumah sakit saja Regen yang berjaga satu malaman sedangkan Alven berleha-leha yang kita tidak tahu apa saja yang dia lakukan." sahut Januar


"Tapi terakhir kabar aku dengar, Alven sudah menalak Soraya, dan saat ini mereka sudah tidak tinggal serumah lagi," ucap Evi


"Kenapa bisa?


Dengar-dengar sih, Alven mendapatkan bukti-bukti kelakuan Tamara di masa lalu bersama Tuan Kim Liu, dan sepertinya Alven sudah mengetahui kalau bayi yang ada di dalam kandungan Soraya itu bukanlah benih Alven melainkan benih Tuan Kim Liu. Dan saat ini Alven merasa ditipu oleh Soraya sehingga malam itu langsung menalak Soraya." ucap Evi memberitahu yang entah dari mana saja informasi yang didapatkan Evi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2