Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 107. KEPO


__ADS_3

Keesokan paginya Evi terbangun dari tidurnya. Ia langsung bergegas masuk ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Ia pun pergi ke dapur untuk menghampiri asisten rumah tangga, atau untuk sekedar membantu membuatkan sarapan untuk anggota keluarga


"Selamat pagi Bi." sapa Evi ramah


"Selamat pagi non, kok pagi-pagi sekali Sudah masuk ke dapur? ada yang bisa Bibi bantu non?


"Tidak kok, Bi. Justru Evi ingin membantu bibi memasak sarapan pagi untuk kita semua yang ada di rumah ini."


"Oh iya, Bi. Biasanya keluarga ini sarapan paginya apa, ya?"


"Sebenarnya tidak ada yang khusus non, apa saja kalau masakannya enak dimakan juga."sahut asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Baskoro.


"Sudah Bi, biar Evi bantu masak sarapan ya. Bibi lebih baik ngerjain yang lain aja."ujar Evi kepada asisten rumah tangga itu


"Tapi Non, Bibi takut kalau Tuan muda Januar nanti marah kepada bibi."


"Tidak Bi, Bibi Tenang saja. Lebih baik Bibi ngerjain yang lain saja." ucap Evi sambil langsung mengambil bahan makanan yang ada di kulkas, yang dapat diolah untuk sarapan pagi.


Seperti biasanya, jika tidak ada bahan makanan di kulkas, yang dapat diolah. Ia lalu membuat jurus pamungkasnya. Evi memasak nasi goreng pakai ikan teri, dan telur dadar.


"Ternyata tidak ada lagi bahan makanan untuk diolah." gumam Evi di dalam hati. Jalan satu-satunya untuk membuat sarapan adalah nasi goreng. Ia Pun dengan sigap membuat bumbu, dan mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.


Setelah kurang lebih satu jam bergulat di dapur, Evi menyelesaikan masakannya. Dia menghidangkannya di atas meja makan, agar seluruh anggota keluarga segera dapat menikmati sarapan pagi itu.


Evi Menghidangkan nasi goreng buatannya di atas meja, dilengkapi dengan lalapan sayuran selada,timun, tomat dilengkapi dengan telur dadar dan juga telur mata sapi. Tak lupa Evi juga menggoreng ikan teri yang tersisa sedikit lagi di Tupperware.


"Waduh non, sepertinya nasi gorengnya enak banget! Bibi jadi ngeces lihatnya.


"Kalau Bibi mau, itu masih ada kok."ucap Evi sambil menunjukkan mangko yang berisi nasi goreng yang sudah disahkannya khusus untuk asisten rumah tangga.


"Serius non, ini untuk bibi?"


"Iya dong Bi, makanya Evi pisahkan, agar Bibi dapat juga dapat."


"Subhanallah, Terima kasih banyak ya, Non. Non benar-benar baik sekali."


"Sama-sama Bi. Semoga Bibi menyukainya.


Dengan semangat, Evi menata sarapan pagi di atas meja. Tampak Nyonya Raina, Tuan Baskoro, dan Tuan dan Aditama sudah memperhatikannya.


Nyonya Raina mengedipkan sebelah matanya ke arah suaminya, Tuan Baskoro. Karena nyonya Raina ingin menikmati pemandangan yang ada di meja makan.

__ADS_1


"Pa, sepertinya Mama makan akan nambah nih. Soalnya Evi sudah masak sarapan." ucap nyonya Raina kepada suaminya berbisik. Agar Evi tidak Mendengar pembicaraan mereka. Tuan Baskoro tidak ingin ketinggalan. Ia juga ikut kepo melihat pemandangan yang ada di ruang makan. Yang mana, Di sana Evi dengan telaten Menata menu sarapan pagi untuk keluarga barunya.


"Ada apa sih Pa, Ma? kok mama bisik-bisik sama papa? Tanya Januar yang baru keluar dari kamarnya.


"Ssstttt.... berisik banget sih kamu."ucap Nyonya Raina kepada Januar yang belum mengetahui apa yang diperhatikan oleh Nyonya Raina, Tuan Baskoro dan juga tuan Aditama. Ketiga orang tua paruh baya itu memperhatikan gerak-gerik Evi, dengan lincah menata menu makanan di atas meja makan.


Januar juga jadi ikut kepo. Apa yang membuat ketiga orang tua paruh baya itu berbisik-bisik. Ternyata yang diperhatikan Nyonya Raina, Tuan Aditama dan Tuan Baskoro adalah istrinya yang lagi menghidangkan sarapan pagi untuk keluarga besar mereka.


"Astaga! jadi sedari tadi mama papa dan Om memperhatikan istri Januar?


"Ssssst....., kamu bisa diam gak, sih!"Mama tidak boleh melewatkan ini."ucap Nyonya Raina sambil merekam video Evi yang asik menyajikan sarapan pagi.


"Astaga Ma, masa istri Januar direkam video sih!"


"Kamu diam saja!"nanti ini bisa menjadi memori hari pertama sesudah pernikahan kalian. Mama juga mau pamer kepada teman-teman arisan Mama, kalau menantu Mama itu paling jago masak, karena selama ini menantu menantu teman Mama, tidak ada yang pandai masak. Bahkan mereka hanya mengandalkan asisten rumah tangga."ucap Nyonya Raina setengah berbisik.


"Dasar! Mama ada-ada saja." ucap Januar sambil langsung menghampiri istrinya.


"Lagi apa sayang? sapa Januar sambil langsung mengecup kening istrinya.


"Wah Sepertinya enak nih sarapannya, Mas Jadi tidak sabar ingin langsung mencicipinya."Puji Januar


"Yang lain sudah pada bangun belum, Mas?


"Apa?


"lagi kepoin Evi?


"Maksudnya apa sih, Mas?


"Tau ah, lihat aja tingkah ketiga orang tua itu, sudah seperti anak kecil."gerut Januar sambil menunjuk ke arah ketiga orang tua paruh baya itu.


"Lebih baik kita tunggu anggota keluarga lainnya baru kita sarapan bareng sayang."ujar Evi kepada sang suami.


Melihat interaksi Evi dan Januar, Nyonya Raina, Tuan Baskoro dan Tuan Aditama tersenyum sambil langsung menghampiri Evi dan juga Januar.


"Wah, pengantin baru duluan bangun nih ceritanya?"apa tidak lembur tadi malam? tanya Nyonya Raina berniat untuk menjahili Januar dan juga Evi.


Evi menunduk malu. Ia tidak mampu menatap ketiga orang tua yang paling ia hormati itu.


"Nak, Panggil yang lain dong. Mama sudah tidak sabar sarapan masakan Evi." ucap nyonya Raina yang tidak sabar ingin mencicipi sarapan buatan sang menantu.

__ADS_1


Semua anggota keluarga memuji masakan Evi.


"Jujur kalau begini terus, bisa-bisa mama tambah gemuk nih." ucap Nyonya Raina.


"Oh iya, nak. Kalian bulan madu kemana?" tanya Tuan Baskoro kepada putranya Januar.


Evi hanya diam sambil melirik ke arah suaminya.


"Iya sayang, kita bulan madu kemana, ya? tanya Januar kepada Evi.


"Kalau Evi terserah Mas, aja."sahutnya.


"Kalau menurut Mama sih, bulan madu tidak harus jauh-jauh, yang penting menikmati suasana bulan madunya."timpal Nyonya Raina.


"Mama punya rekomendasi bulan madu yang benar-benar membuat bulan madu kita berkesan nggak?"


"Kalau menurut Mama sepertinya, di Bali cocok juga tuh." ucapin Nyonya Raina


"Bagaimana Sayang?


"Terserah Mas, aja gimana baiknya." ujar Evi sambil mengembangkan senyumnya. akhirnya Januar dan Evi memilih bulan madu ke Pulau Dewata Bali.


"Kalian berangkat siang, ya. tiketnya sudah Papa pesan." ucap Tuan Baskoro tiba-tiba.


"Loh, Papa sudah pesan tiketnya?


"Sudah, kunci villa yang ada di Pantai Kuta sudah Papa siapkan di tas kamu!"ucap Tuan Baskoro membuat Evi sedikit bingung.


"Mas Apa maksud, Papa?


"Iya Kita akan menginap di villa milik kita sayang."sahut Januar.


"Evi jadi minder lihat keluarga Mas, yang semuanya serba ada."ucap Evi.


"Keluarga kita sayang."ucap Januar menyela omongan Evi.


"Cepat kalian berkemas, ini sudah jam sepuluh. Pesawat kalian penerbangan jam satu siang. ucap Tuan Baskoro dan nyonya Raina yang sudah tidak sabar melihat keberangkatan Evi dan juga Januari berangkat bulan madu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2