Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT


__ADS_3

Januar dan Evi sudah tiba di Pulau Dewata Bali. Pak Mesran penjaga villa dan sekaligus yang bertugas membersihkan villa sudah lebih dulu dihubungi oleh Tuan Baskoro untuk memberitahu kalau Januar dan Evi akan menginap di villa itu. Pak Mesran sudah membersihkan villa itu.


"Selamat datang Tuan, Nyonya muda!"siapa Pak Mesran sambil mempersilahkan Januar dan Evi masuk ke dalam villa yang sudah ia bersihkan.


"Terima kasih Pak!" ucap Januar sambil langsung menggendong tubuh mungil istrinya masuk ke dalam villa itu.


"Mas, tolong turunin. Malu ada Pak mesran." Evi merasa tidak enak hati melihat Pak Mesran yang ada di sana memperhatikan interaksi mereka.


"Biarin saja, sayang!"ucap Januar sambil terus menggendong tubuh Evi masuk ke dalam kamar villa.


Januar langsung mengecup bibir manis Evi, tak peduli keberadaan Pak Mesran masih berada di villa, rasanya Januar sudah tidak sabar ingin langsung melahap istrinya.


Januar menutup pintu kamar, agar dia lebih leluasa. Evi yang tidak ingin menjadi istri durhaka menunaikan tugasnya sebagai seorang istri.


"Sayang boleh Mas minta hak mas sebagai suami kamu?"tanya Januar. Evi mengembangkan senyumnya, sambil langsung memeluk dan memberikan kecupan di bibir ranum Januar.


Hal itu membuat Januar bagai tersengat listrik, karena baru kali itu, Evi melakukan hal seperti yang ia lakukan saat ini. Merasa mendapat lampu hijau dari sang istri, Januar langsung mengecup bibir manis istrinya.


Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Tangan Januar sudah mulai bergerilya di balik baju Evi, membuat Evi merasa tidak tahan mengeluarkan de$@hanya.


"Mas!! seru Evi membuat Januar semakin melancarkan aksinya. Apalagi Adik kecilnya sudah mulai lancang depan. Kesempatan seperti ini sudah lama dinantikan oleh Januar membuat dirinya terbuai dengan suasana.


Dia terus saja melahap istrinya. Membuat Evi agak kesulitan mengimbangi irama dari sang suami. Apalagi Evi sama sekali tidak berpengalaman.


"Mas pelan-pelan, ya." mohon Evi


"Iya sayang, Mas melakukannya dengan lembut. Januar meyakinkan Evi, kalau dirinya akan melakukannya dengan selembut mungkin. Januar terus saja melakukan ancang-ancang agar Januar berhasil membobol tembok pertahanan Evi.


Beberapa kali dan Januar akan membobol tembok pertahanan Evi, hingga Januar terus saja mencoba dan akhirnya berhasil. Membuat Evi sedikit meringis kesakitan.

__ADS_1


"Mas, pelan sakit! rintih Evi sedikit meringis kesakitan.


Terima kasih sayang ucap Januar sambil langsung mengacu rekening Evi karena dirinya sudah benar-benar merasa puas saat ini telah berhasil, membobol tembok pertahanan sang istri.


Evi mengganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah sang suami.


"Aku sangat mencintaimu Sayang ucap Januar sambil langsung memberikan tubuhnya tepat di samping Evi.


aku juga sangat mencintaimu mas sahutnya sambil tersenyum.


****


"Tuan kenapa? tanya Mario ketika melihat Regen terlihat pucat.


"Saya juga tidak tahu, perut saya terasa mual dan kepala saya. Padahal saya sudah sarapan tadi pagi."Regen memberitahu keluhannya sambil memijat pelukisnya.


"Masya Allah tuan, Tuan Kenapa sebenarnya? ucap Mario sambil menghampiri Regen ke kamar mandi. Mario mau nonton Regen masuk ke ruang istirahat regent yang ada di balik kursi kerajaan Regen.


Mario semakin khawatir melihat kondisi Regen saat ini. Hingga Mario menjadi panik dan langsung memanggil salah satu staf yang ada di ruang sebelah ruangan.


"Pak, sepertinya Tuan Regen sakit. Karena wajahnya sangat pucat dan beberapa kali muntah di ruang kerjanya."Mario memberitahu kepada salah satu staf yang bekerja di ALC COMPANY.


Staf Regen dan Mario langsung bangkit dari tempat duduknya berniat menghampiri Januar yang sudah berada di ruang istirahat.


Mereka terkejut melihat kondisi Januar saat ini, yang sudah terkulai lemas di atas tempat tidur. Hingga Mario memutuskan untuk segera membawa Regen ke rumah sakit yang lokasinya tidak terlalu jauh dari ALC COMPANY.


Dibantu dengan salah satu staf, Mario membopong tubuh Regen keluar dari ruang kerjanya. Agar mereka membawa rekan ke rumah sakit. Setelah tiba di lobby, Mario langsung mengendarai mobil miliknya segera membawa Regen ke rumah sakit.


Ketika Regen dan Mario sudah berada di dalam mobil, Mario melajukan mobil ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian, mereka tiba di rumah sakit. Mario berteriak meminta tolong kepada dokter yang bertugas di sana. Agar segera memberikan bantuan kepada Regen.

__ADS_1


Dokter yang sudah mengenali sosok Regen Aditama dan juga Mario langsung menghampiri dan membawa Regen ke ruang UGD, untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Regen


Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Regen, Ternyata kondisi Regen baik-baik saja. Membuat Regen mengerutkan keningnya. "Mengapa saya merasa pusing dan mual dokter?" tanya Regen karena Regen belum pernah merasakan hal yang sama seperti yang dialami saat ini.


Sang dokter menghela nafas panjang. Menurut pemeriksaan kami, kondisi kesehatan Tuan baik-baik saja. Tuan hanya masuk angin saja."sahut sang dokter sementara Mario yang berada di luar ruang UGD langsung menghubungi Tamara untuk memberitahu keberadaan Regen saat ini.


Mendengar suaminya berada di rumah sakit, Tamara Langsung menangis sesungguhkan.


"Pa! Mas Regen masuk rumah sakit. Tamara langsung meminta kepada Tuan Aditama agar segera mengizinkan Tamara pergi ke rumah sakit, untuk melihat suaminya. Tuan Aditama juga ikut panik mendengar putra satu-satunya masuk ke rumah sakit. Padahal pagi itu masih terlihat bugar.


"Tamara, kamu jangan panik. Kamu tenang dulu, kita akan pergi ke rumah sakit". Tuan Aditama berusaha menenangkan Tamara. Tamara menangis sesungguhkan, ketika mendengar suaminya masuk rumah sakit. Ada rasa trauma di hati Tamara ,apalagi ketika Tamara mengingat situasi rumah sakit Dia teringat saat Regen mengalami koma di rumah sakit.


"Mama kenapa nangis Ma?" Cia menghampiri Tamara sambil langsung bertanya dan memeluk Tamara.


"Kita harus ke rumah sakit sekarang sayang, Papa kamu sedang dirawat di rumah sakit. Papa kamu sakit sayang." Tamara memberitahu


"Papa, sakit apa Ma? aku nggak mau terjadi sesuatu kepada Papa. Ayo cepat ke rumah sakit ma dia ingin melihat kondisi Papa sekarang."dia sudah tidak sabaran ingin langsung bertemu dengan Regen.


Tuan Aditama, Tamara, dan Cia pun berjalan keluar dari rumah utama keluarga Aditama. Mereka Langsung memasuki mobil yang sudah terparkir di halaman rumah. "Joko, sekarang juga antarkan kami ke rumah sakit."Tuan Aditama meminta kepada sang sopir pribadinya untuk segera menghantarkan mereka ke rumah sakit.


"Siap Tuan!" sahur Joko sambil langsung membuka pintu mobil itu. Saat pintu mobil sudah terbuka, Tamara dan Cia masuk dan duduk di jok Tengah. Sementara Tuan Aditama duduk di samping kemudi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2