
Hari itu juga, Tuan Aditama dan Regen kembali ke kota Jakarta. walaupun mereka belum mendapat jawaban yang pasti tapi sepertinya keluarga Pak suyatno dan ibu Sumiati tidak keberatan dengan lamaran Regen terhadap Tamara.
Hanya saja Pak suyatno dan ibu Sumiati ingin memastikan kepada putri mereka. Apakah keputusan Tamara sudah benar-benar bulat ingin, mengakhiri masa kesendiriannya. Pak suyatno belum mengetahui kalau saat ini Alven sudah bercerai dengan Soraya.
Tetapi walaupun seandainya Alven berniat ingin rujuk dengan Tamara. Pak suyatno dan ibu Sumiati sepertinya tidak setuju Kalau Tamara dan Alven kembali bersatu.
"Apa rencana kamu berikutnya?"tanya Tuan Aditama kepada Regen.
"Aku akan tetap memperjuangkan Tamara dan juga Cia. Meraka juga berhak Bahagia, dan aku ingin mewujudkannya."sahut Regen dengan tekad yang bulat.
"Tapi yang Papa dengar kalau saat ini Alven sudah bercerai dengan Soraya, Bagaimana jika Alven berniat kembali kepada Tamara?
"Orang seperti Alven tidak pantas menjadi pendamping hidup Tamara. Dia sudah begitu menyakiti Tamara dia tega meninggalkan Tamara dan Cia demi wanita lain. Bukan tidak mungkin lagi kalau dia akan melakukan hal yang sama, jika Tamara kembali kepadanya.
"Terus bagaimana kalau Tamara yang ingin bersatu dengan Regen?
"Kalau masalah itu, Regen belum tahu pa. Tapi sebisa mungkin Regen akan tetap memperjuangkan Tamara dan juga Cia. karena aku sangat mencintainya."sahut Regen.
Tuan Aditama mengangguk. Dia paham betul kalau hanya Tamara yang mampu mencairkan hatinya yang sudah membeku atas pengkhianatan mantan istrinya Bianca
Hari ini Regen kembali sudah memulai aktivitasnya di kantor. Ia terus bertukar kabar dengan Tamara, walaupun hanya dengan pesan Whatsapp. Begitu juga dengan Cia yang selalu merindukan kehadiran Regen di rumah.
Sementara Pak suyatno dan ibu Sumiati juga ingin segera berangkat ke kota Jakarta. Pak suyatno sudah meminta adiknya Suparman untuk membeli tiket pesawat dari Bandara Kualanamu menuju bandara Soekarno Hatta. Pak Suparman yang selalu membantu Pak suyatno jika hendak berpergian ke mana-mana.
__ADS_1
Profesi Pak Suparman yang merupakan kepala sekolah di salah satu sekolah SMP di desa mereka, membuat Pak suyatno selalu mempercayakan perjalanan mereka melalui Adiknya pak Suparman. Yang mana Pak Suparman juga yang selalu memperhatikan keadaan dan kondisi Pak suyatno di kampung.
Hari ini Pak suyatno dan ibu Sumiati sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Mereka memang sengaja tidak memberitahu kepada Tamara tentang kedatangan mereka. Mereka memilih untuk menaiki taksi yang kebetulan ngetem di bandara.
"Pak, tolong antarkan kami ke Jalan Cempaka nomor 60 ya."Ucap pak suyatno kepada sopir taksi itu yang langsung dibalas anggukan dari sopir taksi
Setelah memastikan Kalau Pak suyatno dan ibu Sumiati duduk dengan nyaman, sopir taksi itu melajukan taksinya keluar dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jalan Cempaka nomor 60, sesuai dengan alamat yang diberikan oleh pak suyatno.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit membelah jalanan ibukota yang saat ini tepat pukul 15.30, Pak suyatno dan ibu Sumiati sudah tiba di depan rumah Tamara, yang saat ini Tamara sedang melayani para pembeli di warung es Boba miliknya.
Seperti biasa jika Pak suyatno dan ibu Sumiati datang berkunjung ke rumah Tamara, mereka tak lupa selalu membawa oleh-oleh hasil dari sawah dan ladang mereka. Entah itu cabe, pisang dan sayuran.
Tamara terhenyak melihat kehadiran Pak suyatno dan ibu Sumiati yang baru turun dari taksi.
Tampaknya Tamara begitu bahagia dengan kedatangan kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Cia yang begitu antusias untuk menyambut kedatangan nenek dan kakeknya.
Hanya kedua orang tua Tamara yang begitu memahami hati Tamara, disaat hancur dan bahagia. Mereka selalu ada memberikan dukungan untuk Putri dan cucu mereka.
Setelah selesai membuat pesanan pelanggan yang memesan minuman es boba, Tamara menutup warungnya lebih awal. Karena ia ingin ngobrol dan melepas rindu dengan kedua orang tuanya.
Saat semuanya sudah beres, Tamara menghampiri kedua orang tuanya yang saat ini sedang asyik ngobrol bersama Cia.
"Ada apa Ayah Ibu kok datang-datang tidak mengabari Tamara? tanya Tamara kepada kedua orang tuanya. Sambil menyuguhkan minuman dan cemilan kepada Pak suyatno dan ibu Sumiati.
__ADS_1
Pak suyatno menyeruput secangkir kopi yang disuguhkan oleh Tamara. "Begini Nak, apa kamu tidak mengetahui kedatangan Tuan Aditama dan Nak Regen datang jauh-jauh ke rumah kita di Medan?
"Jujur Yah, Tamara sama sekali tidak mengetahui kalau Mas Regen dan Tuan Aditama datang ke rumah ayah dan ibu, Tamara saja terkejut mendengar saat Ayah menghubungi Tamara melalui video call." sahut Tamara
"Jadi Bagaimana tanggapan kamu mengenai lamaran Nak Regen? tanya Pak suyatno kembali dan ibu Sumiati secara bersamaan.
"Mas Regen pria yang sangat baik, dia juga menyayangi Cia dengan tulus. Dia memang mampu membuat Tamara melupakan penghianatan yang dilakukan oleh Mas Alven kalau memang ayah dan ibu merestui, Tamara setuju saja Ayah."
"Apa kamu memang benar-benar mencintainya? tanya Pak suyatno kembali memastikan.
"Nak, Ayah bertanya seperti ini bukan karena Ayah tidak menyetujui pernikahan kalian. Tapi Ayah ingin memastikan kalau kamu benar-benar mencintainya atau tidak. Begitu juga dengan Nak Regen. Apakah dia tulus mencintai kamu dan juga Cia. Karena Ayah tidak ingin melihat kamu gagal kedua kalinya menjalin hubungan rumah tangga."Ucap pak suyatno.
Tamara terdiam sejenak. Lalu ia pun kembali menjawab pertanyaan Pak suyatno. "Iya Ayah, Tamara mencintai Mas Regen, dan Mas Regen juga mencintai Tamara. Sebenarnya Mas Regen sudah cukup lama ingin meminang Tamara. Tapi Tamara saat itu belum siap, takut kalau Cia tidak menerimanya dan Dia tidak menyayangi Cia dengan tulus,"
"Tapi setelah Tamara lihat keseharian. Cia justru meminta Tamara agar menikah dengan Mas Regen. Dan Cia sendiri yang langsung memanggil Mas Regen itu dengan panggilan Papa. Padahal Tamara sama sekali tidak pernah menyuruhnya memanggil Regen dengan panggilan Papa.l,"
"Ketika Tamara bertanya Mengapa tiba-tiba saja Cia memanggil Regen dengan panggilan papa, Cia mengatakan kalau hanya dari Regen lah dia merasakan kasih sayang seorang ayah. Karena selama ini Alven sama sekali tidak pernah memberikan kasih sayangnya kepada putrinya Cia." ucap Tamara memberitahu kepada pak Suyatno dan ibu Sumiati, Apa alasan Tamara menerima lamaran Regen. Dan itu membuat Pak Suyatno dan ibu Sumiati merasa yakin, kalau Regen seorang pria yang bertanggung jawab, dan pantas untuk pendamping hidup putrinya Tamara, dan menjadi Ayah sambung untuk Cia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"