Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 66. CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

Saat mereka sudah berada di kamar, Januar menyenter ke arah Di mana posisi lampu emergency itu berada. Saat lampunya sudah ia temukan, tiba-tiba saja Evi tersandung dan ia terjatuh tepat di tubuh Januar membuat bibir keduanya pun menyatu. Evi gugup perlahan ia bangkit, Tapi entah mengapa Januar kembali menarik Evi. Dia langsung ******* bibir manis Evi, membuat Evi membulatkan matanya.


Evi berusaha bangkit. Maaf Pak, aku tidak sengaja. Aku tersandung." ucap evi minta maaf.


"Tidak apa-apa." sahut Januar


"Iya, tidak apa apa, tapi mengapa Bapak mencuri ciuman pertamaku. ucap Evi membuat Januar langsung terkekeh.


"Apa ciuman pertama? nggak salah tuh?


wajah Evi merona, ia memalingkan wajahnya agar Januar tidak melihat wajah Evi yang sudah merona seperti kepiting rebus.


"Aku juga minta maaf, terbawa suasana, habis kita kan baru nonton drama romantis." sahut Januar meminta maaf kepada Evi. Evi hanya terdiam, dia tidak ingin memperpanjang masalah itu, yang takutnya dia pun terbawa suasana. Sehingga Evi memilih untuk keluar dari kamar itu.


Januar menghidupkan lampu emergency nya seketika ruangan itu langsung terang.


"Lagian lampu ini Kenapa harus padam sih, jadi ngak bisa lanjut nonton Drakor nya gerutu Evi.


"Mungkin ada kerusakan akibat banjir melanda ibukota." Januar menebak.


"Iya juga sih." sahut Evi.

__ADS_1


Malam sudah semakin larut, tapi banjir Belum juga surut. lampu juga belum menyala, padahal rasa kantuk sudah melanda. Tapi Evi tidak bisa tidur di situasi yang sangat gelap.


"Astaga aku harus bagaimana ini tidur. lampu tidak ada di kamar, Padahal hanya ada satu lampu emergency." gerutu Evi.


"Sudah tidak perlu khawatir, lebih baik kamu tidur saja di sini."


"Kalau saya tidur di sini, terus bapak tidur dimana?


"Kan ada lantai." sahut Januar santai


"Nggak ah, nggak mungkin bapak tidur di lantai. Begini saja, aku tidur di kamar, dan Bapak juga tidur di sana tapi, Saya tidur di atas ranjang dan Pak Januar tidur di lantai beralaskan karpet bisa tidak?


Keduanya pun berlalu masuk ke kamar sambil membawa lampu emergency. Hingga kamar itu pun terang. Evi mengeluarkan selimut tebal dari lemari, iya memberikan bantal juga kepada Januar.


Kemudian Evi merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Sementara Januar tidur di bawah. Entah karena faktor Januar tidak biasa tidur di lantai, ia benar-benar tidak bisa memejamkan matanya. Apalagi setelah kejadian beberapa menit yang lalu, bibirnya telah ******* bibir manis wanita cantik yang ada di kamar itu. Membuat dirinya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.


Tak berbeda jauh dengan Evi. Evi juga merasakan hal yang sama. Keduanya sama-sama membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu, membuat mereka sulit untuk memejamkan mata.


Evi melihat kalau janur tidak bisa tertidur. terlihat jelas Januar balik kiri dan ke kanan. Itu artinya dirinya merasa tidak nyaman tidur di sana.


"Maaf Pak Januar, sepertinya Pak Januar tidak nyaman ya tidur di bawah?

__ADS_1


"Oh tidak apa-apa, lebih baik kamu tidur saja nggak perlu hiraukan aku." sahut januar.


Evi terdiam kemudian ia kembali berusaha memejamkan matanya.


Karena Evi tidak tega melihat Januar tidur di bawah, Evi pun akhirnya meminta kepada Januar untuk tidur di atas ranjang yang sama dengannya, tetapi dibatasi dengan bantal guling.


Awalnya Januar menolak, tapi karena Ia memang merasa tidak nyaman tidur di bawah, akhirnya ia pun setuju. Januar membaringkan tubuhnya di atas ranjang tepat di samping Evi, yang hanya dibatasi dengan bantal guling. Keduanya pun berusaha untuk memejamkan mata mereka masing-masing.


Tapi lagi-lagi Evi tidak dapat memejamkan matanya. Ia kembali teringat, saat Januar mencuri ciuman pertamanya.


"Astaga, kenapa bisa sampai seperti itu? aduh malunya aku." gumam Evi di dalam hati. Ia memilih membelakangi Januar.


Evi berusaha memejamkan matanya. Bayangan itu masih saja melintas di pikirannya. Bagaimanapun tidak, itu yang pertamakali baginya. Membuat ia merasakan sensasi yang sangat luar biasa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2