
Ibu Rosma dan Pak Raul memilih langsung pulang ke puncak Bogor. mengingat adanya pekerjaan yang tertinggal di sana. sebelumnya Pak Raul sudah memberitahu kepada Marisa kalau mereka tidak bisa terlalu lama tinggal di Jakarta.
Marisa dan Ronald pun paham situasi orang tuanya yang tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Sehingga Marisa pun tidak memaksakan kehendaknya, agar Pak Raul dan ibu Rosma tinggal lebih lama di Jakarta.
Sebelumnya Regen sudah meminta kepada salah satu asistennya untuk mengurus kepulangan Pak Raul dan ibu Rosma.
***
Pagi ini matahari sudah mulai terbit di ufuk timur.
Huyammm...
Wanita cantik dan rupawan bergeliat, netranya menelisik seisi ruangan yang ada, Hingga netra Marissa menakluk Ronald telah berbaring di sampingnya dengan melingkarkan tangannya di perut Marisa dengan sempurna. malam itu malam yang indah bagi Marissa dan Ronald, mereka sudah bersatu dalam ikatan pernikahan suci.
Ketika Marisa terbangun dan ingin bangkit dari pembaringannya, Dia merasakan bagian sensitifnya terasa perih, ketika Marissa berdiri berniat pergi. Marisa meringis kesakitan.
"Auh!! sakit!"keluh Marisa membuat Ronald sontak langsung terbangun dari tidurnya.
"Kenapa sayang? di mana yang sakit? tanya Ronald perhatian. Padahal dirinya sudah mengetahui yang dikeluhkan Marisa ketika mereka berniat untuk ke kamar mandi.
"Sakit mas."kalau Marissa pada sang suami.
"Oh itu biasa sayang, nanti lama kelamaan Nggak lagi kok."ucap Ronald kepada Marisa. bukan membantu Marissa pergi ke kamar mandi. justru pria itu kembali mengajak bibir manis Marissa. seolah Marisa sudah menjadi candu baginya. "Mas tidak capek?"tanya Marissa kepada sang suami.
__ADS_1
"Enggak, sayang. justru mas menginginkannya lagi, boleh ya."mohon Ronald kepada Marissa meminta izin kepada istrinya untuk melakukan haknya sebagai seorang suami. berharap Marissa memberikan permintaan Ronald.
"Terserah Mas aja, deh. nanti dibilangin Mas nggak mau juga."jawab Marisa karena dirinya sudah pasrah suaminya melakukan apa aja terhadapnya.
Marissa tahu persis Jika dia menolak, akan berbagai macam cara dilakukan Ronald juga nanti untuk memintanya. Marisa yang tak tega menolak permintaan suaminya, iya Pun kembali merespon gerakan demi gerakan yang dilakukan sang suami.
Karena mereka belum memakai sehelai benang pun setelah bertempur di malam hari, membuat gempuran pagi ini tidak terlalu memakan waktu, Marisa sudah mulai merasakan nikmatnya percintaan mereka pagi ini yang diciptakan oleh sang suami.
"Terdengar suara de$@han Marissa di telinga Ronal. hingga Ronald semakin memperlancar aksinya. dia mulai mengecup bagian gunung kembar milik Marissa. membuat Marissa semakin bergelinjang. Ronald pun meminta agar mereka gantian gaya gempur pagi ini. Ronald menuntun Marissa mengikuti gerak-gerik yang ia lakukan terhadap Marissa.
Marisa yang tidak mau kalah dari sang suami, dia pun membuat gerakan demi gerakan yang membuat Ronald menikmati percintaan mereka. De$@han demi de$@han saling bersahutan disana sehingga Marissa semakin melancarkan aksinya. dia mempercepat gerakan demi gerakan yang dilakukan terhadap sang suami yang dapat membuat sang suami semakin menikmati percintaan mereka.
Marissa mulai malahan bagian adik kecil milik Ronald yang sudah lancang depan, dia melahapnya seperti es krim membuat Ronald semakin mengeluarkan suara merdunya.
Hingga kurang lebih satu jam gempuran pagi yang mereka lakukan, menguras tenaga Marissa dan juga Ronald. tetapi mereka sama-sama menikmati apa yang mereka lakukan dalam kamar itu, kamar khusus pengantin yang disewa oleh Rossa sedemikian rupa.
"Suara de$@han Ronald, terdengar jelas di telinga Marisa pertanda kalau mereka sudah sama-sama menikmati percintaan mereka. hati Ronald semakin bahagia karena ia memiliki istri yang sangat pengertian terhadapnya. Dan melayani dirinya dengan segenap hati. Dia tidak menyangka bahwa hanya dirinyalah yang paling beruntung telah mendapat Marisa, dan hanya Ronald lelaki pertama yang menyentuh Marissa.
Selain Marissa sangat perhatian terhadap Ronald, Marissa juga mencintai dan menyayangi Ronald dengan segenap hati. sehingga Ronald semakin sayang dan cinta kepada sang istri.
Ronald mencium kening Marissa. "Terima kasih sayang, Aku sangat mencintaimu."ucap Ronald kepada Marisa. Dia benar-benar puas dengan pelayanan yang Marissa lakukan malam pertama mereka yang begitu indah dan luar biasa.
Marissa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah suaminya. Pertanda dirinya juga menikmati apa yang mereka lakukan malam dan pagi ini.
__ADS_1
Marissa juga merasa puas dengan apa yang dilakukan oleh suaminya terhadapnya. karena suaminya benar-benar menjaganya selama ini dia melakukan haknya sebagai suaminya, setelah Marissa resmi halal bagi Ronald. membuat dirinya semakin nikmat rasanya malam itu bagi Marissa. Ronal sangat menghargai dan menjaga Marisa selama ini.
Marisa berniat untuk membersihkan diri. tetapi ketika dirinya ingin berjalan ke kamar mandi, Marisa kembali meringis kesakitan hingga Ronal langsung mengambil salep yang sudah ia sediakan sebelumnya, untuk mengurangi rasa nyeri di bagian sensitif milik sang istri.
"Sini sayang, Biar mas oles."ucap Ronald agar istrinya tidak merasa nyeri lagi atas perbuatan Ronald sendiri.
"Nanti deh Mas,kalau sudah selesai mandi."sahut Marissa sambil mengembangkan senyumnya. dia pun kembali mendekatkan tubuhnya kepada Ronald.
Ronald menggendong tubuh istrinya masuk ke kamar mandi agar mereka bisa mandi bersama tanpa gangguan apapun. setelah berada di kamar mandi Ronald langsung mengguyur tubuhnya, dengan menggunakan air shower yang ada di sana. tetapi ia tidak mau melewatkan kesempatan mandi berdua Bersama sang istri. dia langsung marah itu Bu sang istri masuk ke dalam bathtub.
Ronald berharap agar mereka dapat mandi bersama disana. tak ganti-gantinya Ronald terus mengecilkan yang dan juga bagian tubuh milik Marissa. Permainan di bathtub pun akhirnya terjadi pagi itu.
Padahal Marissa berusaha untuk tidak melakukannya di dalam kamar mandi. Tetapi Apa daya sang suami tidak bisa menahan diri. kurang lebih 30 menit gempuran yang mereka lakukan di dalam bathtub, Marisa keluar dari batu dan Marissa langsung membersihkan diri Begitu juga dengan Ronald.
"Semua ini gara-gara Mas, deh."gerutu Marissa karena dirinya sudah menggigil kedinginan. Mengingat mereka terlalu lama di kamar mandi.
Ronald hanya tertawa cengengesan melihat istrinya menggerutu terhadapnya. Dia begitu bahagia melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan menurutnya. Ronald menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar mandi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN