
Januar benar-benar terhenyak, ketika mendengar ultimatum dari pria paruh baya yang di panggil oleh Evi dengan panggilan Pakde.
"Tapi om, Saya sangat mencintai Evi. Saya benar-benar mencintainya dengan tulus, Tolong jangan pisahkan kami."Januar memohon kepada pria paruh baya itu.
"Jangan memohon kepada saya, bukan kami yang tidak merespon sikap baik kamu yang ingin melamar keponakan Kami. Tapi Mama kamu tidak memberikan Restu. Hubungan yang tidak direstui oleh orang tua, itu tidak akan baik nantinya. Daripada masalah kemudian hari lebih baik dihentikan sekarang." ucap beri apa rubah yaitu dengan Tatapan yang mengarah kepada Januar.
Sementara Evi hanya terdiam. Dia sama sekali Tidak berkomentar apa-apa.
"Om, saya mohon jangan pisahkan kami. Saya akan berusaha berbicara kepada orang tua saya." mohon Januar.
"Terserah kamu, yang pasti kami tidak ingin keluarga kami dihina. Walaupun keponakan kami ini hanyalah anak Yatim."sahut pria paruh baya itu sambil langsung mengajak Evi dan sang istri meninggalkan tempat itu.
"Sayang, tunggu!"teriak Januar kembali memanggil Evi. Pria paruh baya itu kembali menarik tangan Evi agar terus mengikutinya. mencoba mengejar langkah Evi.
"Sayang, tunggu! Pria paruh baya itu menghentikan langkahnya. Seketika Evi juga menghentikan langkahnya.
"Ya sudah, selesaikan aja dulu masalah kamu. pakde dan bude akan pulang duluan. Mungkin Robinson sudah menunggu." ucap pria paruh baya itu memberikan izin kepada Evi, agar menyelesaikan masalah yang saat ini dihadapi bersama Januar.
Evi hanya mematung, sudah kembali mendekat ke arah Evi. Sementara pria berupaya itu dengan istrinya melangkah keluar dari restoran itu.
"Mas mau bicara apa lagi, tak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Karena ujung-ujungnya nanti kita yang tidak kunjung mendapat restu dari Mama kamu Mas. Evi tidak ingin Mas menjadi anak durhaka. Evi hanya ingin Mas menjadi anak yang penurut, dan ikuti semua keinginan orang tua kamu.
Mas masih beruntung. Allah masih mengizinkan Mas memiliki orang tua yang sangat menyayangi Mas. Mas masih bisa berbakti kepada orang tua. Sedangkan Evi, sudah tidak bisa lagi karena kedua orang tua sudah lebih dulu baru pulang. Jadi bersyukur Mas, atas apa yang sudah Mas dapatkan saat ini." ucap Evi
"Tidak sayang, kita harus sama-sama berjuang. Karena mas sangat mencintaimu. aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, Aku tidak ingin menikah dengan wanita lain selain dirimu. Aku tidak akan menikah selamanya kalau aku tidak menikah dengan kamu." ucap Januar tulus dan jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Evi hanya terdiam. Dia tidak mengetahui apalagi yang akan dikatakannya kepada pria itu, yang dapat membuat pria itu melupakan dirinya.
Sementara di tempat lain. tepatnya di rumah kedua orang tua Alven, Alven yang baru bebas dari balik jeruji besi, sudah tiba di rumah.
__ADS_1
Mamanya Alven, merasa bahagia akhirnya putranya dapat bebas. "Selamat datang kembali Putra Mama yang tampan."ucap wanita paruh baya itu sambil memeluk putranya ketika Alven tiba di rumah.
"Kamu apa kabar? tanya Papanya Alven.
"Seperti yang Papa lihat, Alven baik-baik saja.
"Oh iya, Bagaimana misi kita Ma?" tanya Alvin bertanya mengenai rencana mereka yang akan menculik Cia kembali.
"Untuk saat ini, kita urungkan dulu niat kita menculik Cia. Karena mereka akan segera mengetahui jika kita menculik Cia sekarang. Apalagi ketika mereka mengetahui kalau kamu itu sudah bebas. Kita tunggu saja waktu yang tepat." ucap wanita paruh baya itu yang langsung dibalas anggukan dari Alven.
"Kita harus menyusun rencana dengan matang. Agar rencana kita berhasil tidak seperti sebelum-sebelumnya."mamanya Alven memberikan ide.
"Mama Memang benar-benar cerdas."Alven memuji ide brilian yang diberitahu oleh mamanya Alven kepada dirinya.
****
"Kamu bermimpi apa sayang?
"Mimpi yang begitu menakutkan Ma."
"Iya coba cerita kepada Mama."
Cia kembali mengingat mimpinya malam tadi yang begitu menakutkan.
"Cia bermimpi, Cia sedang berada di sebuah bangunan yang begitu besar. Dan tiba-tiba saja bangunan itu terbakar dan Cia terjebak di dalamnya. Setelah itu, Papa Regen yang berniat ingin menyelamatkan Cia, terjatuh ke bara api. Sehingga tubuh Papa Regen terbakar.
Sedangkan mama, di dalam mimpi Cia. terus menangis sesungguhkan dengan tangan diikat. Mulut mama juga ditutup. Tapi dia tidak tahu siapa pelakunya."dia berusaha mengingat kembali mimpi buruk yang ia alami malam itu dan menceritakannya segalanya.
Hal itu membuat Tamara sedikit khawatir. kalau mimpi putrinya itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
"Mas Tamara takut, Tamara takut terjadi sesuatu kepada kita."ucap Tamara dengan raut wajah ketakutan.
"Kamu tidak perlu khawatir Sayang, namanya juga mimpi itu hanya bunga-bunga tidur."Regen berusaha menenangkan istrinya. untuk menenangkan hati mereka, akhirnya mereka melakukan salat berjamaah untuk meminta perlindungan dari Allah. Agar mereka dilindungi oleh Allah dari orang-orang yang berniat jahat kepada mereka.
Tuan Aditama yang melihat Putra menantu dan juga cucunya sedang melakukan salat berjamaah di ruang sholat, dia mengembangkan senyumnya. Melihat putranya yang sudah sangat lama tidak melakukan itu, sebelum Tamara berada di tengah-tengah keluarga mereka. Kini Regen benar-benar melakukan tugasnya menjadi seorang umat muslim.
Terlihat Regen yang menjadi imam di sana. "Masya Allah, ternyata Regen tidak salah memilih Tamara menjadi istrinya. Tamara anak yang baik, solehah begitu juga dengan Cia. Alhamdulillah ya Allah, engkau telah mempertemukan putra hamba dengan jodohnya wanita Saleha."Tuan Aditama bersyukur.
Kemudian Tuan Aditama berjalan ke ruang tamu. Dia hidupkan layar televisi. Saat ini ia menonton berita tentang Bisnis yang di siarkan televisi swasta. Ia ingin putranya itu dapat mengembangkan usaha yang mereka kelola. Walaupun saat ini perusahaan mereka sudah sangat besar.
****
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Soraya yang saat ini sudah memiliki seorang bayi, dia mengalami kesulitan dalam membiayai biaya kehidupannya dan putranya.
Saat ini Soraya menitipkan anaknya di sebuah panti asuhan. Dengan berjanji ia akan tetap memberikan santunan dana kepada putranya setiap bulan. Berharap putranya dapat diasuh dan dirawat di panti asuhan itu.
Sementara Soraya berniat ingin kembali meniti karirnya dari awal. Kesalahan fatal yang dilakukan Soraya membuat dirinya benar-benar bangkrut. Kini dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Semuanya sudah habis terjual. Rencananya Soraya akan bekerja di luar negeri. Dia sengaja menitipkan putranya di panti asuhan, agar dirinya dapat lebih leluasa bekerja di luar sana.
Saat ini Soraya sudah membulatkan niat untuk berangkat ke negeri Kamboja. Mendapat tawaran dari seseorang, membuat Soraya membulatkan tekadnya. "Maafkan Mama Nak, Mama tidak bisa hidup bersama kamu sekarang ini. Mama harus bekerja ya sayang, kamu baik-baik di sini." ucap Soraya sembari mencium wajah tampan putranya.
Ibu panti merasa tidak tega dengan bayi itu. Tapi apa mau dikata, semuanya sudah terlanjur. Apalagi ketika Soraya sudah berterus terang kepada Ibu panti, membuat ibu panti pun bersedia merawat anak dari Soraya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1