
Hari ini Regan menyelesaikan pekerjaan nya lebih awal. Dia ingin sekali segera berangkat kerumah Tamara.
"Mario, siapkan mobil! perintah Regen kepada Mario dalam sambungan telepon selulernya.
"Baik Tuan." sahut Mario tanpa membantah sedikitpun. Ia tahu kalau saat ini sang bos ingin bertemu dengan seseorang yang sudah dapat mencairkan hati Tuannya yang sudah lama membeku, akibat pengkhianatan yang di lakukan mantan istrinya Bianca.
Regen langsung keluar dari ruang kerjanya setelah menghubungi Mario untuk segera mempersiapkan mobil. Regen masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. sementara Januar yang melihat langkah Regen terburu-buru memasuki lift, penasaran Mengapa sang bos saat ini lebih awal pulang, padahal biasanya jam lima sore, Regen masih stand by di kantor.
Januar meraih ponselnya lalu mencari nomor ponsel sang bos di sana.
Getaran ponsel milik Regen terasa disaku celananya. Ia pun melihat layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya Januar.
"Pasti ini orang kepo, Mengapa aku tiba-tiba langsung pulang secepat ini." gumam Regen dalam hati sambil menyunggingkan senyum.
Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Januar.
"Hallo ada apa kamu menghubungi Ku? jangan katakan kalau kamu penasaran mengapa aku cepat pulang hari ini." ucap Regen di dalam sambungan telepon selulernya.
"He he he....kok bos tau?" tanya Januar.
"Ya tau lah, kamu kan raja kepo dan Evi ratu kepo nya." sahut Regen yang mampu membuat Januar tertawa ngakak.
"Daripada penasaran, mending aku langsung memberitahu kepada kamu, kalau sore ini aku ingin menjemput Tamara dengan Cia. Soalnya papa meminta mereka untuk datang ke rumah. Puas kamu!" ucap Regen.
"Wah, bagus itu bos! aku mendukung Semoga berhasil perjuangan Bos, ya." ucap Januar membuat Regen geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Lama-lama aku jodohkan kamu sebagai raja kepo, dan Evi sebagai ratu kepo." Mungkin kalian bisa saja jodoh. Karena Sepertinya kalian Satu misi seperti ada chemistry gitu." sahut Regen sambil terkekeh.
Visual Evi si Ratu kepo
"Ngak apa-apa deng Bos, kalau Bos mau jodohkan saya dengan Evi. Kan, dapat daun muda. He he he...." jawab Januar sambil cengengesan.
"Sudah, kalau aku ladenin kamu berbicara tidak akan ada habisnya. Lebih baik aku langsung menjemput Tamara dibanding berdebat dengan kamu."ucap Regen sembari memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.
Regen berjalan masuk ke dalam mobil, Setelah melihat mobil yang dikendarai Mario sudah tiba di depan lobby kantor. Dan meninggalkan kantor Aditama group.
Sementara Januar tampak kesal karena sang Bos memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. "Lebih baik aku ke ruangan Evi deh, mungkin pekerjaannya sudah selesai. Aku ingin mencari tahu apa benar regent saat ini ke rumah Tamara." gumamnya dalam hati sambil berjalan menuju ruang kerja Evi.
Tanpa menutup pintu terlebih dahulu, Januar masuk begitu saja. Dia tidak mengetahui kalau di ruang kerja Evi, sedang ada AlVen yang berusaha kembali merayu Evi.
"Evi, apa kamu lupa kalau sore ini kita ada meeting. Saat ini kita sudah ditunggu Pak Regen dan Tuan Aditama." ucap Januar tentunya berbohong.
Sepertinya Evi paham maksud dan tujuan Januar mengatakan itu.
"Astaga! aku hampir lupa." sahut Evi sambil menepuk jidatnya."berakting agar keduanya tidak diketahui oleh Alven yang berbohong.
"Ya Sudah cepatlah, nanti kita telat bisa-bisa kita kena omel lagi." ujar Januar sambil matanya melotot ke arah alven.
"Pak Alven, Saya minta maaf saya harus segera pergi karena ada meeting di luar bersama Tuan Aditama dan Tuan Regen." ucap Evi kepada Alven sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Januar.
__ADS_1
Visual Januar si Raja kepo
Alven mengeram kesal. Melihat keduanya langsung meninggalkan dirinya begitu Saja. Ia semakin curiga, diantara Januar dan Evi Memiliki hubungan khusus.
Alven pun mengikuti langkah keduanya keluar dari ruang kerja Evi. lalu Ia kembali ke ruang kerjanya, dan membereskan berkas-berkas yang bertumpuk di meja kerjanya.
"Kamu memang sangat luar biasa aktingnya, katakan Ada apa Pak Januar datang ke ruang kerjaku tadi?" tanya Evi, karena Januar tiba-tiba saja melupakan Apa tujuannya datang ke ruang kerja Evi, saat melihat keberadaan Alven di sana.
"Oh iya aku kan jadi lupa apa tujuanku datang ke ruang kerjamu gara-gara tuh si manusia durjana ucap Januar sambil terkekeh.
"Terus apa sebenarnya tujuan Pak Januar datang ke ruangan kerja saya?tanya Evi
Januar pun mengembangkan senyumnya, lalu memberitahu kepada Evi, kalau saat ini Regen sedang pergi ke rumah Tamara, untuk menjemput Tamara dan Cia. Hal itu membuat Evi pun langsung merasa bahagia. Itu berarti diantara keduanya sudah mulai ada tumbuh bunga-bunga cinta, yang ada di dalam hati Tamara dan juga Regen. Mereka berharap Regen dan Tamara berjodoh
Keduanya berjalan keluar kantor Aditama group menuju mobil mereka masing masing. Tapi sebelum mereka meninggalkan kantor, mereka sudah merencanakan sesuatu.
Tampak Evi sangat bersemangat untuk melakukan rencana mereka kali ini. Ia tidak ingin gagal kali ini.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"