Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 141. MUSIBAH


__ADS_3

Sementara di salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Utara, Pak suyatno dan ibu Sumiati melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Mereka kembali, menggarap sawah yang akan mereka tanami padi untuk bekal mereka di kemudian hari. Walaupun ibu Sumiati dan Pak suyatno memiliki menantu yang kaya, Ibu Sumiati tidak pernah mengharapkan bantuan dari menantunya. dia selalu bekerja untuk menghidupi kehidupan mereka sendiri.


Setiap hari pak suyatno dan ibu Sumiati, pergi ke ladang untuk mengolah ladang setapak milik mereka. Berharap dapat mencukupi kehidupan mereka sehari-hari. hingga sore hari tiba, Pak suyatno dan ibu Sumiati kembali ke rumah sederhana milik mereka.


Entah karena faktor kecapean, setelah selesai membersihkan diri dan menyantap menu makan malam. Kedua pasang berusia senja itu langsung beristirahat dan tertidur pulas mengarungi alam mimpi mereka masing-masing.


Tetapi di tengah malam, sekitar jam 1 malam di rumah tetangga ibu Sumiati terjadi kebakaran yang dahsyat, Hingga rumah milik Ibu Sumiati pun ikut terbakar. Karena sedang tertidur pulas, Ibu Sumiati tidak tahu menahun tentang kejadian di luar.


Ibu Sumiati dan Pak suyatno terbangun ketika hawa panas dan asap yang sudah banyak mengepul membuat mereka sesak. Ibu Sumiati dan Pak suyatno terbangun. dan melihat kamar yang sudah dikelilingi api yang sangat besar.


"Tolong.... tolong... tolong"teriak Pak suyatno dan ibu Sumiati dari dalam kamar, sambil berusaha mencari perlindungan dan mencari jalan keluar dari kamar itu.


Pak suyatno, membasahi selimut yang ada di tempat tidur dengan menggunakan air minum yang ada di teko, tepatnya berada di atas nakas. kemudian melilitkannya ke tubuh sang istri, dan Pak suyatno mencoba mencari celah agar istrinya dapat selamat.


Pak suyatno, berusaha memadamkan api dekat jendela. Agar ibu Sumiati dapat keluar lebih dulu. Saat ini Ibu Sumiati sudah berhasil keluar, melalui jendela dengan dibaluti selimut basah itu. kini giliran pak Suyatno yang ingin menyelamatkan dirinya. tetapi naasnya api sudah semakin berkobar.


Pak suyatno berusaha mencari celah, dia mengambil bahan yang bisa ia gunakan untuk memadamkan api agar dirinya dapat loncat kembali seperti istrinya dari jendela.


Tapi Abi sudah semakin membesar, apalagi rumah itu terbuat dari papan, membuat si jago merah lebih mudah melahapnya. Pak suyatno tidak putus, dia berusaha mencari celah tapi dia belum juga menemukannya.


Hingga tubuh Pak suyatno semakin melemah, karena hawa panas dan juga asap yang ia hirup terlalu banyak. Dia terus berusaha mengumpulkan kesadarannya, sampai mobil pemadam kebakaran terus menyirami rumah mereka yang sudah terbakar.


Saat mobil pemadam kebakaran tiba di tempat, tubuh Pak suyatno sudah ambruk. pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang ada di rumah Pak suyatno terlebih dahulu. Karena Ibu Sumiati memberitahu kepada pemadam kebakaran kalau suaminya masih terjebak di dalam rumah.


Ketika pemadam kebakaran berhasil memadamkan api area Di mana keberadaan Pak suyatno, salah satu tim pemadam kebakaran mencoba mencari keberadaan Pak suyatno. Yang saat ini sudah tergeletak di lantai.


Pemadam kebakaran itu langsung menggendong tubuh Pak suyatno keluar dari rumah. Ambulans yang sudah dipersiapkan langsung melarikan tubuh Pak suyatno yang saat ini dalam kondisi keadaan kritis. tubuhnya sempat terbakar, tetapi tidak keseluruhan karena Pak suyatno berlindung di bawah tempat tidur.


"Pak suyatno masih hidup, kita harus segera melarikannya ke rumah sakit."ucap petugas pemadam kebakaran itu sambil memasukkan tubuh Pak suyatno masuk ke dalam mobil ambulans. Ibu Sumiati menangis histeris. melihat kondisi suaminya yang begitu memprihatinkan.

__ADS_1


Ibu Sumiati yang kondisinya pun saat ini semakin melemah langsung ambruk. Ibu Sumiati juga dimasukkan ke dalam mobil ambulans bersama suaminya agar segera dibawa ke rumah sakit.


Sementara di rumah tetangga Ibu Sumiati terbakar jadi abu. Tidak ada barang yang tersisa. Bahkan anak dan suaminya yang sedang tertidur pulas terpanggang di dalam rumah.


Setelah tiba di rumah sakit, orang-orang yang menolong Ibu Sumiati dan Pak suyatno bingung untuk menghubungi keluarga korban.


"Bagaimana ini? tanya salah seorang yang membawa Ibu Sumiati dan Pak suyatno ke rumah sakit.


Dokter dan suster yang bertugas saat itu, langsung memeriksa kondisi Pak suyatno dan Ibu Sumiati. setelah memeriksa dan memberikan pengobatan kepada Pak suyatno dan ibu Sumiati, tim Dokter dokter yang menangani Pak suyatno menggelengkan kepala.


"Maaf Pak, apa ada keluarga korban?"


"Maaf Pak kami hanya menolong korban kebakaran itu, Jadi kami tidak tahu keluarganya.


"Apa ada yang bisa menghubungi keluarga korban? tanya tim dokter dan juga suster. kemudian salah seorang yang menolong Ibu Sumiati dan Pak suyatno mengingat sosok Tamara. "Oh iya, dokter. Yang saya tahu, Ibu Sumiati dan Pak suyatno memiliki seorang anak perempuan bernama Tamara. Tetapi dia tinggal di Jakarta."tutur seorang pria yang ikut membantu Pak suyatno dan ibu Sumiati.


"Maaf Pak, Apa ada yang bisa menghubunginya?"Tanya Dokter.


Setelah melakukan pencarian di akun sosial media Facebook miliknya, pria itu menemukan akun sosial media Facebook milik Tamara. Kemudian ia menghubunginya melalui jaringan messenger di ponselnya. berharap, Tamara mengangkatnya.


Setelah melakukan panggilan messenger beberapa kali, barulah Tamara mengangkat ponselnya.


"Halo assalamualaikum ini siapa, ya?"tanya Tamara di dalam sambungan telepon messenger.


"Maaf Mbak. Apa betul ini Mbak Tamara? tanya pria itu


"Iya, saya Tamara, ini siapa ya?"tanya Tamara di dalam sambungan telepon messenger.


"Maaf Mbak, Saya hanya mau mengabari kalau Pak suyatno dan ibu Sumiati saat ini sedang dirawat di rumah sakit."tutur Sopian.

__ADS_1


"Apa?


"Di rumah sakit? Memangnya ayah dan ibu saya sakit apa?"tanya Tamara kepada Sopian. kemudian Sofyan menceritakan segala sesuatu yang terjadi sebenarnya kepada kedua orang tua Tamara.


Hal itu membuat Tamara Langsung menangis histeris. "Ya, Allah, ibu!!!! ayah!!!!"teriak Tamara menangis histeris membuat pengisi rumah langsung berlarian melihat Tamara.


"Kenapa sayang? tanya Regen Aditama sembari memeluk istrinya


"Ibu, sama ayah!!! tangis Tamara menangisi kondisi kedua orang tuanya yang terbaring lemah di rumah sakit.


"Iya, Ayah dan Ibu kenapa, sayang? tanya Regen Aditama. tetapi Tamara sudah tidak sanggup lagi menceritakan semua yang terjadi kepada kedua orang tuanya.


Tuan Aditama, dan Cia langsung menghampiri Tamara.


"Ada apa nak? coba tenangkan dirimu."minta Tuan Aditama agar Tamara dapat menenangkan dirinya dan menceritakan semua apa yang terjadi.


"Mas, kita harus pulang ke kampung sekarang juga."ucap Tamara sambil menangis sesungguhkan.


"Iya, sayang. Kita akan ke sana, tetapi Coba ceritakan dulu apa yang sebenarnya terjadi."ucap Tuan Aditama dan juga Regen.


"Rumah ayah dan ibu kebakaran, Ayah juga ikut terbakar, ibu dan ayah saat ini sedang berada di rumah sakit dan kondisinya kritis. "tutur Tamara sambil terisak.


Mendengar berita musibah yang menimpa Ibu Sumiati dan Pak suyatno, Regen pun tidak dapat membendung air matanya. Begitu juga dengan Tuan Aditama dan juga Cia. semua keluarga Tuan Aditama menangis atas musibah yang terjadi menimpa kedua orang tua Tamara.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2