
"Januar sudah menikah dengan Evi, kapan kamu akan menyusul mereka? tanya dragon kepada Ronald yang baru saja tiba di ruang kerja.
"Maksud Bos?
"Jangan pura-pura tidak tahu. Kapan kamu akan menikahi Marissa?"Saya tidak mau kau mempermainkannya. Marissa itu wanita yang baik. Saya mengetahui itu karena Marissa juga sepupu aku."pekik Regen Aditama membuat Ronald terkejut dengan pertanyaan Regen.
Padahal sebelumnya Regen sama sekali tidak mengetahui hubungan keduanya bahwasanya mereka sudah pasangan kekasih. yang rangking ketahui adalah hubungan Ronald dengan Marissa hanya sebatas atasan dan bawahan.
Sebenarnya Regen sudah sangat lama mengetahui kalau Ronald menyukai sosok adik sepupunya itu. tetapi Regen memilih untuk tidak ikut campur akan hubungan asmara Ronald dengan adik sepupunya itu.
"Ya sudah, kalau begitu tidak perlu kita bahas yang ini lagi. sekarang kita membahas pekerjaan."ucap Regen sembari duduk di kursi kebesarannya menjadi seorang CEO di ALC COMPANY. Sementara Ronald meminta izin untuk kembali ke ruangannya setelah menghantarkan beberapa berkas ke ruang CEO.
"Tolong kamu antarkan sekarang juga dokumen yang akan saya tanda tangani. karena mungkin minggu depan saya akan pergi ke suatu tempat. Seperti yang saya sudah katakan Saya ingin membawa istri saya liburan dulu ucap Regen Aditama yang dibalas anggukan dari Ronald.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Regen melirik jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Perut Regen sudah mulai meminta diisi, karena cacing cacing yang ada di perutnya sudah mulai berdemo.
"lapar banget, Padahal baru jam 12.00 ya?"gumam regent dalam hati sembari terus meneliti berkas-berkas yang ada di meja kerjanya.
Di lantai bawah tepatnya di lobby kantor ALC COMPANY. Terlihat Tamara menghampiri resepsionis yang bertugas di sana.
"Selamat siang Nyonya Tamara!"sabar resepsionis kepada Tamara dan berusaha mengembangkan senyumnya.
"Selamat siang!"apa Pak Regen ada di ruang kerjanya?"tanya Tamara kepada sang resepsionis.
"Pak Regen ada di ruang kerjanya nyonya. Apa perlu saya antar?"tawar resepsionis itu kepada Tamara.
"Tidak, perlu! saya bisa sendiri."ucap Tamara sembari mengembangkan senyumnya kepada resepsionis itu, membuat aura kecantikan inner beauty nya semakin terpancar. hingga setiap kaum ada yang melihatnya akan terpesona.
Tamara berlalu dari hadapan resepsionis itu. dia pun masuk ke dalam lift dan langsung menekan tombol lantai di mana suaminya berada.
***
__ADS_1
"Selamat siang suamiku sayang!"sapa Tamara tiba-tiba masuk ke ruang kerja Regen tanpa mengetuk pintu ruangan Regen terlebih dahulu. membuat rekening sedikit terkejut karena Regen lagi serius meneliti berkas-berkas yang ada di ruang kerjanya.
Regen langsung berdiri memeluk istrinya.
"Kamu datang sayang?"tanya Regen sembari memberikan kecupan hangat di kening Tamara.
"Iya Mas! Tamara bawa makan siang untuk Mas. Ini masakan Tamara sendiri loh."ucap Tamara sembari senyum sumringah.
"Kok, kamu tahu banget ya Sayang kalau Mas sudah lapar banget?"
"Memangnya Mas sudah lapar?
"Sudah, ini tadi rencananya Mas sudah ingin ke kantin untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. eh ternyata istri mas yang cantik ini sudah membawa masakan yang enak untuk Mas."ucapkan sambil kembali mencukup wajah cantik Tamara sekilas.
kemudian Regen menghubungi OB untuk menghantarkan piring dan sendok agar mereka dapat menyantap makanan yang sudah dibawa oleh Tamara dari rumah sebelumnya. Tamara sengaja memasak untuk suaminya Regen. Karena ia mengetahui kalau Regen sangat menyukai masakannya.
Setelah salah satu OB memberikan dua piring dan sendok beserta gelas. Tamara langsung menghidangkan makanan yang sudah ia bawa dan memberikannya kepada suaminya Regen.
"Ini Mas, dimakan ya sampai habis."
"Sudah, mas makan aja. Kan ini sudah ada bagian Tamara."sahut Tamara sambil menunjukkan bagiannya.
Karena Tamara memang sengaja membawa untuk kita berdua. Tamara ingin sekali makan siang bersama suami Tamara yang tampan ini di kantor kebesaran suami Tamara sendiri."ucap Tamara sembari mengembangkan senyumnya. membuat pria tampan begitu bahagia mendapat perlakuan manis dari sang istri.
Regen langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya. Dia sangat menikmati masakan Tamara. Hingga dengan sekejap, Regen melahap makanan sampai ludes tanpa sisa. membuat Tamara begitu senang melihat suaminya menyantap makanan yang ia masuk sendiri dengan lahap.
"Apa kamu menyukai masakannya Mas?"tanya Tamara kepada Regen Aditama.
"Mas, nggak suka masakan kamu sayang. kamu tidak lihat kalau Mas sudah nambah beberapa kali. lihat nih makanannya sudah habis semua."Regen menunjukkan bekas piringnya yang sudah terlihat kosong sambil terkekeh Karena ia merasa sangat ragu sekali siang itu.
"Kalau Mas suka masakan Tamara, Tamara akan sering-sering membawa makan siang untuk kamu Mas."sahut Tamara tersenyum.
__ADS_1
"Beneran sayang?
"Iya Mas! Tamara senang kok kalau Mas suka masakan Tamara."kamu ucap Tamara sembari menikmati makan siangnya bersama Regen Aditama.
"Bagaimana dengan dia dan baby Andika di rumah sayang? apa mereka baik-baik saja, apa baby Andika rewel?"tanya Regen kepada Tamara.
"Alhamdulillah mereka baik-baik saja mas. Cia tadi Tamara tinggal sedang sibuk bermain bersama opanya. Dan baby Andika meninggalkannya sedang tidur.
Tapi mas tenang saja, Tamara sudah menitipkan Andika kepada baby sitter sama mama dan papa juga."ucap Tamara memberitahu kepada sang suami.
"Mamanya Mama dan Papa tidak akan kelelahan sayang?
"Tidak Mas, Lagian Putra kita Andika tidak rewel kok.
Ketika mereka sudah selesai makan siang yang dibawa oleh Tamara dari rumah, Tamara berniat istirahat sejenak di ruang istirahat Regen yang berada di ruang kerjanya.
"Mas, lucu deh!"setelah Tamara selesai makan siang, Mata terasa ngantuk sekali sepertinya Tamara ingin tidur. mungkin karena kekenyangan kali ya Mas?"ucap Tamara kepada suaminya.
"Ya sudah, kalau kamu ingin istirahat lebih baik kamu istirahat dulu deh."ujar Regen sembari menuntun Tamara masuk ke dalam kamar ruang istirahatnya yang ada di ruang kerja reagen.
Tamara pun memberikan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size itu. ruangan itu memang tidak sebesar kamar milik mereka di rumah utama keluarga Aditama. tetapi untuk sekedar istirahat, Tamara merasa nyaman karena ruangannya tertata rapi dan juga bersih. Di sana juga terdapat satu buah televisi, kulkas, lemari, dan meja kecil.
"Kamu istirahat dulu Sayang!"Mas ingin menyelesaikan tugas Mas dulu sebelum Nanti sore pulang ke rumah."ujar Regen sembari memberikan kecupan hangat di kening Tamara. Dibalas anggukan dari Tamara, karena Tamara saat ini sudah sangat mengantuk
Regen kembali ke meja kerjanya, berniat untuk segera menyelesaikan pekerjaan, tiba-tiba Ronald masuk ke ruang kerja Regen.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu ke ruangan saya?"tanya Regen kepada Ronald karena melihat Ronald membawa berkas-berkas yang banyak untuk.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN