Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 124. MELAMAR


__ADS_3

Ibu Marina terdiam. Dia tidak langsung menjawab apa yang dikatakan oleh Ronald d kepadanya. seolah Ibu Marina tidak percaya mendengar lamaran langsung dari Ronal. Ibu Marina masih berpikir ingin menjawab apa tentang hubungan Marisa dengan Ronald. melihat mimik wajah Marissa, terlihat jelas kalau Marissa juga sangat sayang dan cinta sama Ronald.


"Bagaimana menurut ibu, Apakah ibu setuju dengan hubungan saya bersama Marissa?"tanya Ronald kembali kepada Ibu Marina.


"Kalau kalian saling sayang dan cinta, saya tidak bisa menolak. Karena yang menjalani hubungan ini bukanlah saya melainkan kalian berdua.


"Tapi satu hal yang harus kamu ingat dari saya, Tolong jangan pernah sakiti Marisa karena Marissa sudah saya anggap menjadi anak kandung saya sendiri. Dia adalah anak dari kakak saya. Jadi apapun ceritanya Saya tetap tidak setuju Jika kamu menyakiti hatinya,"


"Tolong bahagiakan dia, Jangan pernah kamu membuatnya menangis karena saya juga tidak pernah membuat putriku menangis. jujur Ibu sangat salut kepada kamu karena kamu langsung memberitahu niat baikmu kepada ibu. Tetapi apapun itu, Ibu tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri. yang pasti kalian harus meminta persetujuan kepada kedua orang tua Marissa,"


"Kalau ibu pribadi, Ibu merestui hubungan kalian berdua. tapi kamu harus berjanji jangan pernah sakiti hati Marissa."ucap Ibu Marina kepada Ronald yang dibalas anggukan dari Ronal.


Sambil menyeruput kopi hangat buatan Marissa, Ibu Marina mengambil ponsel miliknya berniat untuk menghubungi kedua orang tua Marissa.


"Sebentar! Saya akan membicarakan perihal ini kepada kedua orang tua Marisa sebelum kalian pergi ke sana."ucap Ibu Marina sambil langsung menekan nomor milik kedua orang tua Marissa.


Kring..


Kring...


Suara ponsel milik orang tua Marissa terdengar jelas di telinganya. Dia melihat di layar ponselnya kalau adiknya Marina yang menghubungi.


"Ada apa ini kok tumben Marina menghubungiku sore-sore begini?"gumam mamanya Marisa dalam hati sambil menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ibu Marina.


"Assalamualaikum, sapa mamanya Marissa dari ujung telepon tepatnya di kawasan puncak Bogor.


"waalaikumsalam Kak! sahut Ibu Marina.


"bagaimana kabar kalian di sana apa kalian baik-baik saja?"tanya Ibu Marina kepada mamanya Marissa.


"Alhamdulillah keadaan kami baik-baik saja tidak perlu ada yang dikhawatirkan. bagaimana dengan kalian apa kalian baik-baik saja? Bagaimana dengan Marissa? apa Marissa sehat?"tanya Mama Marisa kepada Ibu Marina secara beruntun.

__ADS_1


"Kakak jangan khawatir, Marisa baik-baik saja di sini sekarang pekerjaannya sudah lumayan. Apakah dia sudah pernah memberikan sebagian hasil dari keringatnya kepada kalian? tanya ibu Marina kepada mamanya Marissa.


"Memangnya kenapa?


"Tidak apa-apa, Hanya sekedar bertanya saja.


"Alhamdulillah akhir-akhir Ini Marissa sudah membantu kami. Marisa juga membantu membiayai pengobatan ayahnya. dan alhamdulillah ayahnya sekarang sudah sembuh karena operasinya berjalan dengan lancar.


"operasi?


"Memangnya Kakak ipar sakit apa?


"Kemarin ayahnya Marisa terkena usus buntu, jadi harus operasi. untuk ada Marissa yang membantu membiayai pengobatannya."ucap ibunya Marissa kepada Ibu Marina.


"Tapi,mengapa Marisa tidak pernah cerita kepadaku Kak, kalau kakak ipar berada di rumah sakit?


"Mungkin Marissa tidak mau membebani pikiranmu. Karena dia tahu sendiri kalau beban pikiranmu sudah banyak untuk membiayai kuliah anak-anakmu. jadi Tolong jangan salahkan Marissa kalau Marissa tidak memberitahumu, kalau Kakak iparmu berada di rumah sakit." ujar mamanya Marisa kepada Ibu Marina sang adik.


"Tapi, kondisinya sudah baik-baik saja kan Kak?


"Syukurlah kalau begitu. Oh iya, Marina hampir lupa ingin memberitahu kepada kakak. Ada sesuatu hal yang harus kakak ketahui tentang Marissa.


"Memangnya ada apa dengan Marissa? apa dia membuat kesalahan? tanya mamanya Marissa praduga yang tidak-tidak tentang Marissa.


"Tidak Kak, Marissa baik-baik saja di sini. dan dia bekerja di perusahaan ternama yang ada di ibukota,"


Ada sesuatu hal yang harus kakak ketahui. mungkin dengan waktu dekat ini, Marisa bersama calon suaminya akan pulang ke kampung untuk melamar Marissa secara langsung kepada kakak dan kakak ipar. Ibu Marina memberitahu kepada mamanya Marissa yang merupakan kakak kandung dari ibu Marina. Dan juga adik kandung dari mamanya Regen.


"Maksud kamu apa? Apa Marissa ingin menikah?


"Ya sepertinya begitu kak!"dan pria itu sudah ada di sini meminta Restu dariku terlebih dahulu baru kepada kalian. dia mengatakan kalau dirinya sangat sayang dan cinta kepada Marissa. Dia juga berjanji kalau dia tidak akan menyakiti Marissa."ucap Ibu Marina.

__ADS_1


"Tapi, Marissa itu masih muda usianya masih 23 tahun. Bagaimana jika dia belum mampu menjalani kehidupan rumah tangga? mamanya Marisa khawatir jika Marisa tidak mampu bertahan sebagai ibu rumah tangga yang selalu taat kepada suaminya.


"Kalau masalah itu, kita bicarakan dengan Marissa. sekarang tergantung Kakak setuju atau tidak Marissa menikah.


"Kakak tidak bisa mengatakan setuju atau tidak. karena Kakak belum mengenali lelaki itu. Kalau menurutmu lelaki itu cocok untuk menjadi pendamping hidup Marissa, maka Kakak juga akan menyetujuinya. tapi bagaimanapun kakak harus bertanya kepada kakak ipar kamu."ucap mamanya Mariska kepada Ibu Marina.


Setelah mereka sepakat kalau Marissa dan Ronald harus terlebih dahulu meminta izin kepada kedua orang tua Marissa. Ibu Marina kembali menghampiri Marissa dan Ronald yang duduk di sobat sederhana milik ibu Marina.


"Apa kata ibu, Bi? tanya Marissa khawatir kalau kedua orang tuanya tidak menyetujui pernikahan itu.


"Ibu kamu meminta kalian harus terlebih dahulu pulang ke kampung untuk sekedar berkenalan terlebih dahulu kepada ibu dan ayah kamu,"


"Kamu tahu sendiri kan tradisi di kampung itu bagaimana? jadi kita tidak boleh sembarangan, lebih baik kalian segera pulang ke kampung untuk meminta restu kepada mamanya Marissa dan kakak ipar."ucap Ibu Marina kepada Marissa dan juga Ronald yang dibalas anggukan dari Ronald dan juga Marissa.


Setelah selesai berbicara panjang lebar dan memberitahu tujuan kedatangannya ke rumah Ibu Marina, Ronald berpamitan kepada Ibu Marina untuk kembali ke apartemen miliknya karena hari sudah hampir malam.


"Kalau begitu, Ronald pamit dulu ya Bu."


"Ya, sudah.kalau begitu kamu hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut."ujar Ibu Marina sambil mengembangkan senyumnya kepada Ronald.


Ronald tidak menyangka kalau Bibi Marina menyambutnya dengan pintu terbuka. padahal sebelumnya Marisa sudah terlebih dahulu khawatir kita bibinya tidak akan menyetujui hubungan mereka. Yang ternyata kekhawatiran Marissa tidak terjadi. Justru baby Marina menyetujui hubungan Marissa dengan Ronald.


"Mas, pulang dulu ya sayang."ucap Ronald ketika Marissa menghantarkan Ronald sampai ke pintu depan.


"Mas, hati-hati di jalan. jangan mampir ke mana-mana langsung pulang saja ke apartemen."ujar Marissa sambil memberi salam kepada Ronald Ronald mengejut Marisa dan melambaikan tangannya.


"Mas pamit sayang!"ucap Ronald sambil melangkah naik ke dalam mobil miliknya. Marisa melambaikan tangannya ketika mobil milik Ronaldo sudah mulai berlalu dari rumah milik Bibi Marina.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2