Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA


__ADS_3

Selama di dalam perjalanan, Regen terus menyunggingkan senyumnya. Tak sabar ingin segera bertemu dengan wanita pujaan hatinya. Yang mampu memporak-porandakan hatinya akhir-akhir ini.


"Kamu mengendarai mobil sudah seperti bebek!" Ketus Regen saat merasakan mobil yang dikendarai Mario itu terlalu lambat menurutnya membuatnya terlalu lama tiba di rumah Tamara.


Mario mempercepat laju mobilnya. Tak Berapa lama akhirnya mobil yang dikendarai Mario pun tiba di rumah sederhana milik Tamara. Yang di depannya terdapat warung es Boba.


Mario memarkirkan tepat di depan warung es boba milik Tamara.


Sementara Tamara masih sibuk melayani pembeli es Boba di warungnya. Ia melihat kalau Regen sudah tiba di sana.


Tamara mengembangkan senyumnya mempersilahkan Regen duduk terlebih dahulu, sementara Cia yang melihat kehadiran Regen di sana bersorak kegirangan dan langsung memeluk Regen.


Regen berjongkok menyamakan tubuhnya dengan bocah kecil itu. Lalu Regen menggendong tubuh Cia masuk ke dalam rumah, karena Cia yang mengajaknya terlebih dahulu.Cia ingin sekali ditemani Regen bermain


Sementara Tamara masih menyiapkan pesanan para pembeli,setelahnya ia berencana langsung menutup warung miliknya.


Tamara pun menutup warungnya setelah selesai membuat pesanan para pembeli. Tampaknya Mario memperhatikan gerakan lincah Tamara. "Pantas saja Tuan Regen jatuh cinta kepada wanita itu. Di samping dia berpenampilan sederhana, tapi tidak menutupi kecantikannya. Dia juga baik dan Sepertinya dia wanita sholeha."gumam Mario saat melihat penampilan Tamara dilengkapi dengan hijabnya.


"Pak Mario Kenapa masih di sini? Ayo masuk." ujar Tamara setelah membereskan semua barang dagangannya. lalu Tamara pun masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Mario dari belakang. Tamara langsung berlalu ke dapur membuatkan teh untuk Mario dan juga Regen.


"Silakan diminum, Maaf hanya ada ini aja."ucap Tamara sambil mengembangkan senyumnya. Kemudian Tamara berpamitan kepada Regen agar Tamara dan Cia bersiap-siap.


Regen mengganggukan kepalanya, lalu Tamara pun meninggalkan Regen dan Mario duduk di ruang tamu, sambil menikmati teh hangat yang disuguhkan oleh Tamara.


Tamara membantu Cia membersihkan diri untuk mempersingkat waktu. Kemudian Tamara memakaikan baju Cia, lalu menguncir rambutnya yang panjang. Setelah Tamara memastikan penampilan Cia saat ini sudah terlihat cantik dan rapi, ia meminta kepada Cia agar menemani Regen dan Mario di ruang tamu.. Sementara dirinya langsung masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Tamara mengenakan baju yang layak ia gunakan bepergian ke mana-mana dilengkapi dengan hijabnya.


Tamara memakai pakaian casual kekinian dengan tripe pants dengan motif hitam garis-garis. Model ini bisa dibilang cukup klasik tapi tidak termakan oleh waktu, model celana ini sangat cocok untuk acara santai yang tidak terlalu formal, membuat Tamara memilih menggunakannya. Karena menurutnya dia merasa nyaman menggunakan tripe pants.


Setelah memastikan penampilannya sudah terlihat rapi dan cantik, dan menghadang tas sandang miliknya. Regen yang melihat Tamara baru keluar dari kamar sampai tidak berkedip melihat penampilan wanita itu.


Mario yang melihat Regen tidak berkedip melihat Tamara mengembangkan senyumnya. Bahkan ia sampai berdehem untuk menyadarkan Regen agar tidak terlihat konyol di mata Tamara.

__ADS_1


Regen tersadar. lalu ia menundukkan kepalanya.


"Kamu sudah siap? tanya Regen kepada Tamara yang dibalas anggukan dari Tamara.


Mereka pun sepakat untuk segera berangkat ke rumah utama keluarga Aditama. Apalagi Cia sudah tidak sabaran lagi ingin segera bertemu dengan sang Opa.


Regen membukakan pintu mobil untuk Tamara. Regen memilih untuk duduk bersama Tamara di bangku penumpang sementara Cia duduk di pangkuannya.


Mario melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Aditama. Ia sesekali melirik ke arah jok belakang kemudi. tampaknya sang Bos benar-benar terpesona melihat kecantikan alami Tamara.


Walaupun Tamara tidak dipoles dengan make up, tetapi ia masih terlihat cantik dan awet muda walaupun usianya sudah menginjak 28 tahun.


"Astaga! bisa-bisa aku bisa khilaf!"gumam Regen di dalam hati karena dirinya terus memperhatikan sosok Tamara yang ada di sampingnya.


Cia Terus berceloteh yang mengatakan kalau dirinya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tuan Aditama. Karena menurutnya Tuan Aditama merupakan Opa yang begitu baik. Berbeda jauh dengan Opa kandungnya sendiri, ayah dan ibu kandung dari Alven, yang sama sekali tidak peduli terhadapnya.


Tanpa terasa mobil yang dikendarai Mario pun tiba memasuki gerbang rumah mewah milik keluarga Aditama. Petugas keamanan yang berjaga di pos pun langsung bersiap membuka pintu gerbang, setelah mendengar suara klakson mobil milik bos yang dikendarai oleh Mario.


Saat pintu gerbang sudah terbuka, mobil memasuki halaman rumah yang terbentang luas, ditanami dengan bunga-bunga yang indah dan juga pepohonan rindang yang menambah kesejukan rumah mewah itu.


"Iya sayang, di sini juga ada Opa Aditama." sahut Regen sambil memberikan kecupan hangat di kening Cia.


"Wah, rumahnya besar sekali Om cantik dan mewah lagi. Bunga-bunganya cantik ada buah-buahan, semuanya lengkap." ucapnya.


Regen hanya terkekeh. Kemudian membuka pintu mobil. Dia terlebih dulu keluar lalu menggendong Cia keluar dari mobil disusul oleh Tamara.


Tuan Aditama yang mendengar suara mobil putranya memasuki pekarangan rumah, ia langsung bangkit dari tempat duduknya lalu keluar membuka pintu. Tuan Aditama tersenyum melihat kehadiran Cia di sana.


Dia sudah melihat keberadaan Tuan Aditama dan Cia meminta kepada Regen untuk menurunkannya kemudian dia langsung berlari menghampiri Tuan.


"Opa.... "teriak Cia sambil langsung memeluk Tuan Aditama membuat Tuan Aditama pun menjongkokkan tubuhnya, agar dirinya mensejajarkan tubuhnya dengan Cia. lalu Tuan Aditama pun membalas pelukan bocah kecil itu, dan memberikan kecupan hangat di kening dan pipi tembem Cia.


"Opa, Cia sangat merindukan Opa." ucap Cia sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Opa juga sangat merindukan Cia, makanya Opa meminta Om Regen membawa kamu ke sini berkunjung ke rumah opa." sahut Tuan Aditama sambil kembali memberikan pelukan hangat kepada bocah kecil itu.


Tamara memberikan salam kepada Tuan Aditama lalu mencium punggung tangan Tuan Aditama takzim. Tuan Aditama mempersilahkan mereka langsung masuk ke rumah. Tampaknya sebelumnya, Tuan Aditama sudah meminta asisten rumah tangganya untuk mempersiapkan menu makan malam di sana.


Karena sebelumnya Regen sudah memberitahu kalau dirinya hari ini membawa Tamara dan Cia ke rumah.


"Bagaimana kabar kamu Tamara, apa kamu baik-baik saja?


"Alhamdulillah kabar Tamara dan Cia baik-baik saja Tuan.


"Bagaimana dengan warung kamu apa berjalan dengan lancar?"


"Alhamdulillah sejauh ini masih berjalan dengan lancar Tuan."sahutnya sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


"Jangan memanggil saya Tuan, panggil saja saya papa sama seperti Regen memanggil saya."ujar Tuan Aditama kepada Tamara.


"Tapi Tamara tidak enak hati memanggil dengan panggilan Papa saja Tuan, karena saya tidak pantas memanggil Tuan dengan sebutan papa.x


"Kenapa tidak pantas? Saya sudah menganggap kamu seperti putri saya sendiri. Jujur, saja Saya menginginkan kamu menjadi menantu saya." ucap Tuan Aditama tanpa berbasa-basi.


Tamara Tidak Langsung menjawab. Ia masih terdiam.


"Jangan ngomong seperti itu Tuan, nanti saya besar kepala."


"Tidak, jika disuruh memilih saya lebih memilih kamu menjadi menantu saya."ucap Tuan Aditama yang mampu membuat Tamara langsung menundukkan kepalanya.


Sementara Regen hanya mengembangkan senyumnya ketika Tuan Aditama mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya selama ini yang menginginkan Tamara menjadi menantunya.


Tamara sedikit melirik ke arah Regen, karena yang ia tahu putra dari Tuan Aditama hanyalah Regen. Itu berarti Tuan Aditama menginginkan kalau Tamara menjadi istri dari Putra tunggalnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2