Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 116. TAMARA DI CULIK


__ADS_3

Hari ini Regen memilih untuk pergi ke kantor lebih awal. Setelah berpamitan kepada, dia langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju ALC COMPANY. mengingat hari ini ada jadwal meeting yang akan dilakukan oleh Regen pagi ini.


Clarissa yang berniat untuk menjalankan rencana B yang sebelumnya sudah ia rencanakan, tampak mengembangkan senyumnya ketika mobil Regen sudah berlalu dari rumah utama keluarga Aditama. karena sebelumnya Clarissa sudah memantau rumah Tuan Aditama dari kejauhan.


Dia melakukan itu, untuk mengetahui aktivitas apa saja yang ada di rumah utama keluarga Aditama. Dia tahu saat ini Tamara sedang hamil, beberapa bulan belakangan ini dia sudah memantau rumah utama keluarga Aditama. Setelah dia dipecatnya sebagai sekretaris di ALC COMPANY.


Usia kandungan Tamara saat ini sudah menginjak tujuh bulan. Dan perutnya sudah terlihat membuncit. Tamara berencana pergi ke sebuah Mall. Dia ingin melihat-lihat perlengkapan bayi di sana. Karena menurutnya tinggal Tiga bulan lagi dirinya akan melakukan persalinan.


Tamara memilih untuk naik taksi karena dirinya pasti akan kewalahan menggunakan mobil sendiri. Ia tidak ingin menggunakan jasa sopir. ketika Tamara keluar dari rumah berniat menunggu taksi online, tampak Larissa memperhatikannya dari kejauhan.


***


Di sebuah mall terbesar yang ada di ibukota, terlihat Tamara memiliki beberapa perlengkapan bayi untuk persalinannya kelak. setelah ia merasa cukup, Tamara berniat untuk istirahat sejenak di sebuah restoran.


Tamara menikmati makanan restoran yang ada di mall itu, dia kali ini tidak pergi bersama Cia. Karena hari ini dia ada les privat. setelah selesai menyantap beberapa menu makanan yang terhidang di restoran itu. Tamara berniat untuk kembali ke rumah. Dia berjalan keluar ke parkiran berniat untuk memesan taksi online.


Sebuah mobil tiba-tiba berhenti. Tamara pikir mau beli itu adalah taksi online yang ia pesan tadi. akan tetapi dua orang pria bertubuh besar turun dari mobil tersebut dan mereka menghampiri Tamara.


"Ikut Kami sekarang, kalau tidak pisau ini akan mengoyak kulit mulus mu itu. dan bayi yang ada di kandungan Kamu akan mati bersama kamu."ancam salah satu diantara mereka Seraya menodongkan sebelah pisau kecil ke pinggang Tamara tanpa diketahui orang-orang yang berlalu lalang di sana.


Regen yang baru tiba di rumah ia merasa lelah sekali. Mengingat jadwal meeting nya hari ini cukup padat. kemudian duduk sejenak di sofa hanya ingin mengundurkan otot-ototnya yang menegang.


Salah satu asisten rumah tangga, menghidangkan kopi hangat. Ia pun menatap ke arah pintu kamar yang tertutup rapat.


"Apa istriku sedang tidur?"tanya Regen kepada wanita paruh baya yang akan beranjak lagi ke dapur.


"Tidak Tuan! Nyonya Tamara keluar, katanya ingin berbelanja perlengkapan bayi.


Regen Mengernyit. "Sudah jam 06.00 sore, Tamara belum pulang ke rumah."tukasnya.

__ADS_1


"Saya tidak tahu Tuan, permisi!"asisten rumah tangga itu pun berlalu meninggalkan majikannya. Regen langsung merespon sel yang ada di saku celananya. Dia berniat untuk menghubungi Tamara.


Regen menghubungi adik sepupu sekaligus asistennya Januar.


"Halo Bos."Sapa Januar dari ujung telepon.


"Tolong kamu mencari tahu di mana keberadaan Tamara sekarang, soalnya menurut penuturan asisten rumah tangga, dia pergi ke mall untuk membeli perlengkapan bayi."Regen memberikan perintah kepada Januar.


Regen juga meminta kepada Mario untuk segera mencari keberadaan sang istri. karena Regen tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.


"Baik bos!"telepon pun berakhir Entah kenapa perasaan Regen menjadi tidak enak. sejak tiba di rumah ia merasa mengkhawatirkan Tamara.


Apalagi, dengan kondisi kamar yang sedang hamil membuat dirinya semakin khawatir membiarkan Tamara bepergian sendirian. sebelumnya Tamara tidak berpamitan kepada Regen. Biasanya Tamara berpamitan terlebih dahulu baru dia berpergian ke mana-mana.


***


Di sebuah gedung tua yang terbengkalai di salah satu ruang gelap dan minim pencahayaannya, seorang wanita tidak sadarkan diri dengan tubuh terikat di kursi kayu. Bahkan kedua matanya ditutup kawin berwarna hitam.


"Tuk...tuk!"


Suara derap sepatu yang ia kenakan menggema di seluruh ruangan. membuat wanita yang sudah dua jam dalam keadaan dibius itu akhirnya tersadar.


"Di .. Di mana aku? tanya Tamara. tubuhnya meronta berusaha ingin melepaskan diri dari tali yang mengikat tubuhnya.


"Cepat sekali dia sadar."bisik wanita yang berdiri tepat di depan Tamara.


"Siapa itu? Tamara merasa ada orang lain di dekatnya. lalu ia ingat saat ingin kembali ke rumah, dia ditodong oleh dua orang pria tak dikenal.


Salah satu dari mereka menuduh senjata tajam. sementara yang satunya mendekat mulutnya dengan sapu tangan sampai membuatnya tidak sadarkan diri. Dan barang belanjaannya dimasukkan ke dalam tong sampah.

__ADS_1


Wanita yang telah menyuruh untuk menculik Tamara tidak lain adalah Clarissa. Wanita itu merasa, saat Tamara memecatnya secara tidak hormat. Dan dia juga ingin melampiaskan dendam sang kakak terhadap Tamara dan juga Regen.


Karena menurut informasi yang ia ketahui dari sang kakak, kalau Tamara lah yang menghianati cintanya. sehingga Clarissa selalu mencari tahu apa saja yang dilakukan wanita yang dianggapnya telah membuat hidup kakaknya berantakan.


Clarissa membuka penutup mata Tamara yang tadinya terpasang. Membuat kamar tersentak.


Tamara mengerjap beberapa kali. penglihatannya masih samar karena kepalanya sedikit merasa pusing akibat obat bius yang dihirupnya tadi. Apalagi kondisi Tamara yang sedang hamil membuat fisiknya kurang baik.


Tamara mendengarkan wajahnya hanya ada lampu dengan daya rendah yang menggantung di atas kepalanya. Tamara memejamkan penglihatannya hanya ingin mengenal sosok wanita yang ada di hadapannya. Yang ternyata ia melihat Clarissa yang melakukannya.


"Clarissa!!! Mau apa kamu?!! lepaskan aku!"teriak Tamara histeris.


"Ssssst.... jangan berisik, Aku tidak suka dengan orang yang cerewet."Clarissa meletakkan telunjuknya di bibir Tamara membuat Tamara berkedip ngeri dibuatnya.


Clarissa lantas tertawa menyeringai. Suaranya terdengar serta dan mengerikan seperti Lampir.


"Kau tidak perlu tahu tujuanku. yang jelas aku tidak menyukaimu karena kamu sudah membuat hidup ku berantakan bersama dengan kakakku, wanita bodoh!!!"geramnya kemudian Clarissa menjambak rambut Tamara membuat wanita yang tak berdaya itu meringis kesakitan. Bahkan kepalanya menengadah akibat tarikan Clarissa yang sangat kuat.


"Tolong lepaskan!"rintihnya.


"Lepaskan katamu? Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini dalam keadaan hidup. Karena aku tahu kamu pasti akan kembali untuk menghancurkan kehidupanku dan juga kakakku. Karena kamu hidup kakakku hancur."bentak Clarissa matanya menyurutkan kebencian yang mendalam pada Tamara yang sudah berlinang air mata dibuatnya.


Namun, Tamat tidak mampu untuk menangis lagi. dia sudah merasakan sakit di bagian kepala seakan kulit kepalanya hampir terlepas karena ulah Clarissa.


"Kau benar-benar membuatku sangat muak." Clarissa semakin mengeratkan jambakannya membuat Tamara semakin memekik kesakitan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2