
Cia begitu bahagia ketika mendengarkan kalau baby Andika sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Cia berharap kalau baby Andika segera dapat bermain dengannya.
"Papa, nanti kalau dedek Andika Sudah pulang ke rumah, Cia bisa main-main kan sama dedek Andika?"tanya Cia kepada Regen.
"Tentu dong Putri papa yang cantik, tapi harus tunggu waktunya dulu. Karena baby Andika masih terlalu kecil, jadi belum bisa bermain sama Kakak Cia."ucap Regen sambil membelai rambut panjang Cia.
"Mas, Ayo kita berangkat. Tamara sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Putra kita."ucap Tamara kepada Regen Aditama. Tamara benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putranya.
"Ayo dong Mas, Kok lama sekali? gerutu Tamara ketika melihat Regen masih bercanda gurau dengan Cia.
"Sayang!"Kamu tunggu di rumah ya. Papa dan Mama mau jemput Dede Andika dulu. kamu sama Opa di rumah ya."bujuk Regen Aditama kepada Cia.
Regen dan Tamara tidak mengetahui sama sekali rencana yang dilakukan oleh, Tuan Aditama, Ibu Halimah dan Pak suyatno untuk menyambut kepulangan baby Andika dari rumah sakit ke rumah utama keluarga Aditama.
Mereka ingin sekali merayakan kepulangan baby Andika ke rumah utama keluarga, yang merupakan putra dari Regen Aditama yang akan mewarisi harta kekayaan keluarga Aditama.
"Ya sudah, kalau begitu kalian sekarang berangkat. nanti dokternya terlalu lama menunggu."
"Tidak apa-apa!"kan dokternya, dokter Dirga juga. Aku ingin dokter Dirga yang mengontrol kondisi kesehatan baby Andika. walaupun baby Andika sudah berada di rumah."ucap Tamara kepada Regen Aditama.
"Kita akan bicarakan itu nanti, yang penting sekarang Putra kita kembali ke rumah dan sehat. Mas sudah tidak sabar ingin menggendong Putra kita. Kamu memang perempuan hebat sayang. kamu sudah menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa di kehidupan Mas dan memberikan istri sebaik kamu kepada Mas."ucap Regen sembari berjalan menaiki mobil mewah miliknya, diikuti oleh Tamara duduk di bangku samping kemudi.
Tetapi ada kekhawatiran di hati Tamara dengan kehadiran baby Andika di tengah-tengah rumah tangga mereka. dia takut kasih sayang Regen Aditama akan berubah drastis kepada Cia. iya sangat kuatir jika perhatian yang diberikan Regen selama ini kepada Cia beralih kepada Andika. Tamara takut Cia kecewa.
"Mas!
"Ada apa sayang? tanya Regen Aditama sembari fokus mengemudi mobilnya.
__ADS_1
"Dengan adanya baby Andika, di tengah-tengah keluarga. Apakah kasih sayang mas kepada Cia masih sama seperti sebelumnya?
"Kamu bertanya kok seperti itu sayang?"apa kamu melihat perubahan sikap Mas kepada Cia?"
Tamara menggelengkan kepalanya. sejujurnya Ia hanya khawatir kalau Cia akan kecewa kepada mereka sebagai orang tua.
"Mas sudah menganggap dia sebagai Putri kandung mas sendiri. jadi jangan pernah kamu beranggapan Kalau Mas akan membedakan baby Andika dengan Cia. mereka itu putra-putri kita. Mas tidak akan pernah membeda-bedakan mereka. Percaya sama Mas, kamu jangan khawatir akan hal itu."ucap Regen Aditama meyakinkan Tamara.
"Terima kasih Mas, karena kebesaran hati menerima dia sebagai Putri kandungmu sendiri. Jujur tak marah sangat bersyukur memiliki suami seperti Mas. yang sangat mengerti kondisi Tamara. Tamara tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan rasa bahagia Tamara sekarang. karena memiliki suami yang sangat bijaksana seperti."
"Apa Mas tahu siapa yang paling bahagia sekarang di dunia ini? sepertinya Tamara yang paling bahagia karena Allah sudah mengirimkan suami seperti Mas yang sangat sayang dan cinta kepada Tamara. Dan Mas juga menerima Tamara apa."ucap Tamara.
Obrolan mereka yang sama-sama sangat bersyukur karena Allah sudah mempertemukan mereka menjadi pasangan suami istri. membuat kehidupan mereka begitu bahagia. Dan tidak terasa karena kasihkan ngobrol di dalam mobil, Tamara dan Regen ternyata sudah tiba di rumah sakit.
Suster dan dokter yang melihat kehadiran reagen Aditama dengan Tamara tiba di rumah sakit, terlihat Mereka memberi hormat. pertanda mereka sangat menghormati Tamara Aditama sebagai pemilik Rumah Sakit.
"Ya selamat siang!"sahutnya singkat.
"Apa dokter Dirga sudah tiba di rumah sakit?"tanya Regen formal
"Sudah,Tuan. sepertinya dokter Dirga berada di ruang bayi untuk memeriksa kondisi kesehatan baby Andika."ucap dokter itu kepada Regen Aditama. Kemudian Regen meninggalkan dokter itu begitu saja diikuti oleh Tamara menuju ruang bayi.
"Ketika Regen sudah tiba di ruang bayi, dia melihat dokter Dirga sedang memeriksa kondisi baby Andika mengganti popok milik dan baby Andika seorang. Dan terlihat baby Andika Sudah semakin sehat dan pertumbuhannya juga sangat baik.
"Bagaimana dokter Dirga kondisi Putra saya?"tanya Regen Aditama kepada dokter Dirga.
"Alhamdulillah kondisinya semakin membaik dan pertumbuhannya juga baik, berat badannya meningkat cukup pesat. Saya yakin baby Andika pasti akan menjadi anak yang pintar Tuan. Tuan Regen jangan khawatir Saya yakin baby Andika akan baik-baik saja."ucap dokter Dirga sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
"Benarkah dokter?"
"Apakah Putra Saya tidak memerlukan dokter khusus?"
"menurut pemeriksaan Saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan Tuan Regen. Jadi untuk apa dokter khusus? karena saya sudah memeriksa kondisi baby Andika dan kondisinya sempurna tidak perlu ada yang dikhawatirkan, walaupun baby Andika lahir prematur.
"Terima kasih Dokter Dirga, Kau sangat luar biasa. Aku tidak menyangka kalau kau bisa menyelamatkan hidup istri dan anakku."ucap Regen kepada dokter Dirga. Saya hanya melakukan tugas dan tanggung jawab saya sebagai dokter Tuan. Itu semua terjadi karena anugerah Allah."sahut dokter Dirga lagi-lagi dokter Dirga tidak pernah membanggakan kemampuan dirinya.
"Ya, saya tahu itu, tetapi berkat dokter Dirga yang menangani istri dan Putra saya, istri dan Putra saya bisa selamat. itu satu anugerah pemberian Allah kepada saya. Allah mengirimkan dokter Dirga untuk menyelamatkan mereka."ucap Regen Aditama merasa bersyukur.
Tamara meraih putranya baby Andika. Dan memberikan kecupan demi kecupan di wajah tampan putranya.
Terlihat jelas air bening mengalir begitu saja di wajah cantik Tamara, walaupun wajah Tamara terlihat bekas luka goresan pisau, tidak mengurangi kecantikan inner beauty Tamara.
Setelah memastikan kondisi baby Andika sudah membaik, Regen dan Tamara memilih untuk kembali ke rumah dengan membawa baby Andika ke rumah utama keluarga Aditama.
senyum sumeringah terlihat jelas di wajah Regen Aditama. Regen meminta kepada pihak yang terkait mengadakan rapat penting akan mengadakan syukuran di rumah sakit atas lahirnya Putra baby Andika Regen Aditama dikeluarkan Aditama.
"Tolong, seluruh jajaran rumah sakit, ada kan rapat penting nanti sore. saya akan mengadakan syukuran atas kelahiran Putra saya. Karena istri dan Putra saya selamat dari jurang maut."ucap Regen memerintah kepada dewan direksi yang bertugas di rumah sakit Aditama group untuk mengadakan rapat penting mengenai pengadaan syukuran atas lahirnya baby Andika.
"Baik Tuan Regen, perintah anda akan kami laksanakan secepat mungkin. Tuan tidak perlu khawatir, percayakan semuanya kepada kami."ucap salah satu staf yang bertugas di bagian terkait.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN