Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 73. AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Sementara di tempat lain tepatnya di kantor ALC COMPANY terlihat Januar dan Evi sangat sibuk untuk menggantikan posisi regen sementara waktu selama Regen Cuti.


"Pak Januar, ini sudah waktunya makan siang. Mau Saya pesankan makan siangnya atau mau makan di luar? tanya Evi ketika melihat Januar masih duduk di ruang kerjanya mengotak-atik laptopnya.


"Sepertinya saya tidak bisa makan di luar. masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Aku bisa minta tolong nggak kamu pesanin aku makan siang?" ucap Januar kepada Evi.


"Beres Bos! kalau soal pesan memesan biar itu menjadi urusan Evi. Tapi jangan lupa pesannya Jangan hanya satu ya, Pak. Karena yang makan juga ada dua orang, yaitu saya." celetuk Evi bercanda.


"Terserah kamu." ucap Januar sambil memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu


"Wih....,banyak banget. Nggak perlu kali sebanyak ini beli makanan dia porsi." ucap Evi sambil mengembalikan kembali uang yang diberikan oleh Januar kepadanya.


"Sudah, ambil saja nanti siapa tahu saya masih membutuhkan sesuatu. Jadi kamu tidak perlu meminta uangnya lagi dari aku." sahut Januar.


"Ya sudah, kalau tidak mau dipulangkan uangnya Aku kantongi saja. Kan, lumayan buat jajan." ucap Evi sambil berjalan keluar dari ruang kerja Januar. Sementara Januar hanya menggelengkan kepala melihat tingkah wanita cantik yang baru datang ke ruang kerjanya.


Tidak menunggu lama pesanan makan siang yang dipesan oleh Evi sudah tiba di ruang kerja Januar.


"Loh, kok makanannya cuman satu? tadi katanya mau beli dua." tanya Januar ketika Evi sudah menyuguhkan makanan yang sudah ia pesan di meja kerja Januar.


"Ada tuh makanannya di ruang kerjaku." sahut Evi santai sambil hendak keluar dari ruang kerja Januar.


"Ya udah, bawa aja ke sini. Kan, makan bareng kan enak." ujar Januar


"Nggak ah, aku makan di ruang kerjaku aja. lebih Santai." sahut Evi


"Makan di sini aja, kalau makan bareng bareng makanya jadi selera." titah Januar


"Nggak seru makan di sini, nggak bebas. Apalagi aku makanya belepotan, nanti takutnya malah jadi bahan omongan dan ejekan sama pak Januar." ucap Evi berterus terang.


"Ngak usah banyak alasan. Ayo temani saya makan di sini."


"Astagfirullah, ini maksa atau bagaimana ini ceritanya nih."


"Terserah kamu, yang penting aku ingin kita makan bareng di sini." ucap Januar sambil bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Evi yang saat ini duduk di sofa sembari mengotak-atik ponselnya.


"Kamu lagi berbalas pesan chat sama siapa sih?

__ADS_1


"Idih kepo banget nih pak Januar?


"Kalau istirahat itu, makan dulu baru berbalas pesan."gerutu Januar.


"Ya udah deh, aku balik ke ruang kerjaku, aku mau makan.


"Ingat! bawa kemari makanannya, biar kita makan bareng." titah januar


"Iya Iya, bawel banget sih." gerutu Evi sambil langsung keluar dari ruang kerja Januar.


kemudian Evi mengambil kotak makanan yang sudah ia letakkan sebelumnya di meja kerjanya.


setelah itu ia kembali ke ruang kerja Januar.


"Nah, kan gini enak kita makan bareng-bareng pasti semakin selera." ucap Januar sambil mengembangkan senyumnya menatap wanita cantik yang ada di hadapannya.


Evi hanya diam tidak menjawab. Ia memilih untuk langsung membuka kotak makanannya.


"Ya udah mau tunggu apa lagi, Kenapa Bapak belum makan juga?


"I....Iya. " Januar gelagapan karena sudah dari tadi Januar hanya memandang wanita yang ada di hadapannya.


Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya bernama Christopher.


Evi mengerutkan keningnya. Begitu juga dengan Januar. Dia sangat penasaran siapa sosok Christoper, nama yang tertera di ponsel milik Evi. Karena Januar sempat melihat nama itu yang memanggil di layar ponsel Evi.


Evi menyudahi makan siangnya. Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya lalu ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Christoper


"Halo assalamualaikum Christopher, sapa Evi di dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam, Kamu apa kabar Evi? apa kamu baik-baik saja? sudah sangat lama kita tidak bertemu, aku sangat merindukanmu." ucap Christopher kepada Evi.


"Alhamdulillah kabar Aku baik, Aku harap juga kamu baik-baik saja." ucap Evi.


"Bagaimana pekerjaanmu apa semuanya berjalan dengan lancar?


"Alhamdulillah sejauh ini masih berjalan dengan lancar. Bagaimana dengan Pak Dokter Christopher apa semuanya berjalan dengan lancar juga di sana?"

__ADS_1


"Alhamdulillah semuanya masih berjalan dengan. Oh iya nanti malam aku ingin mengajak kamu makan malam bisa tidak?" Tanya Dokter Christopher kepada Evi.


"Makan malam? Evi menghela nafas panjang. Nanti akan saya beritahu ya Pak Dokter. Saya bisa atau tidak pergi makan malam nanti. Soalnya saat ini,.Evi sangat sibuk." ucapnya di dalam sambungan telepon selulernya.


Sementara Januar yang Mendengar pembicaraan Evi dengan Christoper secara diam-diam, yang akhirnya pria itu mengajak Evi makan malam, ia sudah menduga kalau pria itu menaruh hati juga terhadap Evi. Hal itu membuat Januar semakin kesal dan langsung menyudahi makan saingannya. walaupun makanan yang ada di hadapannya belum habis.


Evi kembali duduk di sofa, setelah selesai melakukan sambungan telepon selulernya dengan Christoper.


"Siapa?


"Pacar kamu ya? atau gebetan kamu ?


"Idih, Pak Januar kepo banget sih? kan sudah aku bilang aku tidak mau cari pacar, aku cari suami. Ya siapa yang malar, lihat dulu dia benar-benar sayang ngak sama aku. Kalau sayang langsung nikah. Ngapain pacaran? mending langsung nikah. Supaya tidak menimbulkan dosa ." ucap Evi.


"Tuh tadi siapa yang undang makan malam?" kan itu gebetan kamu."


"Ngak usah nuduh dan fitnah deh. Itu dokter Christopher mau ngajak makan malam.


"Ngajak makan malam untuk apa coba? Kalau tidak ada sesuatu diantara Kalian."


"Kalau misalnya ada sesuatu juga di antara kami, apa urusan Pak Januar? kan di antara kita hanya sebatas rekan kerja."ucap Evi


"Tentu ada!" sahut Januar dengan lantang


"Saya rasa tidak."


"Ada, karna aku mencintai kamu, sehingga saya tidak ingin orang yang saya cintai pergi dengan pria lain.


"Apa? cinta? pak Januar jangan ngaco deh .Aku rasa pak Januar salah." sahut Evi.


"Tidak, aku tidak salah. Aku Memeng mencintai kamu Evi. Kamunya saja ngak menyadari hal itu. Aku sungguh sungguh mencintai kamu." ucap Januar yang mampu membuat Evi terdiam. Ia belum percaya sepenuhnya apa yang di katakan oleh pria tampan yang ada di hadapannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2