
Dua hari kemudian, kini Regen Aditama, Tamara, Fitricia, baby Andika, dan dua orang babysitter yang ikut menemani keluarga kecil Regen Aditama melakukan perjalanan liburan ke Korea Selatan sekaligus melakukan pengobatan wajah Tamara yang terkena luka sayatan akibat ulah dari Clarissa.
Kini mereka sudah kembali ke tanah air. setelah beberapa minggu berada di Korea Selatan. Penampilan Tamara juga sudah terlihat cantik. Bekas luka sayatan yang dialami oleh Tamara kini sudah tidak terlihat lagi.
Mereka sengaja mempercepat kepulangan mereka, setelah Ronald memberitahu kepada Regen kalau dirinya akan segera melangsungkan pernikahan setelah Regen dan keluarganya kembali ke tanah air.
Saat ini Mario yang bertugas menjemput keluarga kecil regent di bandara. Karena Januar dan juga Ronald sudah mengetahui informasi kepulangan sang big boss itu.
Mario sudah melihat Regen dan keluarga kecilnya berjalan keluar di ruang kedatangan. Mario melambaikan tangannya bersama dua orang anak buah Regen yang ditugaskan oleh Januari sebelumnya untuk menjemput Regen dan keluarga.
"Mas sepertinya Mario sudah datang menjemput kita."ucap Tamara memberitahu karena Tamara melihat Mario melambaikan tangannya ke arah mereka.
"Syukurlah kalau dia tidak datang terlambat, kamu Pasti capek ya, sayang? tanya Regen kepada Tamara sambil terus menggenggam jemari tangan istrinya berjalan menghampiri Mario. Baby Andika yang berada di gendongan Tamara terlihat tertidur pulas.
Sedangkan Cia berjalan beriringan dengan Regen, tangan kiri Regen menggenggam tangan dia sementara tangan kanannya menggenggam tangan Tamara. Kedua baby sitter bertugas membawa perlengkapan baby Andika dan juga Cia.
Setelah memastikan barang bawaannya keluarga regent masuk semua ke dalam mobil, mobil yang dikendarai Mario melaju meninggalkan bandara. Dan mobil yang dikendarai oleh dua orang anak buah, mengiringi mobil yang dikendarai oleh Mario dari belakang.
Selama di dalam perjalanan, Cia banyak berceloteh. Dia benar-benar merasa bahagia, selama melakukan perjalanan wisata yang ada di Korea Selatan. Apalagi ketika melihat wajah Tamara sudah pulih kembali. membuat Cia benar-benar bahagia.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari bandara menuju rumah ke utama keluarga Aditama, mobil yang dikendarai oleh Mario sudah memasuki halaman rumah mewah itu.
Terlihat Mario turun lebih dulu, kemudian Ia pun membukakan pintu mobil untuk sang bos. Regen turun lebih dulu dibandingkan Tamara, kemudian Ia pun meraih tubuh baby Andika dari gendongan Tamara agar Tamara dapat turun dengan leluasa.Diikuti dengan Cia.
Tuan Aditama langsung menyambut kedatangan Putra dan menantunya Begitu juga dengan cucunya yang sangat ia rindukan.
"Opa!!! Teriak dia sambil langsung berlari menghampiri Tuan Aditama.
"Cia!!! hati-hati Sayang nggak perlu lari-lari."Regen mengingatkan karena ia takut putrinya itu akan terjatuh saat berlari.
__ADS_1
Tuan Aditama langsung menggendong Cia, lalu memberikan kecupan hangat di wajah cantik dia yang begitu menggemaskan. "Opa, Cia sangat rindu sama Opa."ucap Cia sambil memberikan kecupan di wajah sang Opa. membuat Tuan Aditama semakin gemas melihat cucunya itu. Walaupun Cia bukan darah daging Regen, tapi Tuan Aditama sangat menyayanginya. Sama seperti baby Andika.
Setelah melepas rindu dengan sang Opa, kini Cia turun dari gendongan Tuan Aditama. lalu Tuan Aditama meraih cucunya baby Andika kemudian dia pun memberikan ciuman di pipi tembem baby Andika. karena Tuan Aditama sangat merindukan cucunya itu.
Tamara juga memberi salam kepada tuan Aditama, Begitu juga dengan Regen sebelum mereka masuk ke dalam rumah. Kini mereka sudah duduk di ruang keluarga. Tuan Aditama juga merasa bahagia melihat wajah Tamara sudah kembali pulih.
***
Hari yang ditunggu-tunggu Ronald dan juga Marissa Kini tiba saatnya. acara pernikahan Ronald dan Marissa pun diselenggarakan. setelah melakukan persiapan pernikahan yang mereka lakukan selama dua Minggu.
Di kediaman keluarga Marissa tepatnya di rumah bibinya, kebetulan karena kedua orang tua Marissa sudah tiba di Jakarta dan menginap di rumah bibinya. sudah terlihat iring-iringan mobil yang datang dari pihak keluarga Ronald dan juga keluarga Aditama untuk menjemput Marissa dan keluarga karena acara akad nikah dan resepsi pernikahan mereka diadakan di hotel mewah berbintang lima.
Sementara Marissa yang berada di kamar rias oleh para MUA yang sengaja diminta oleh Ronald untuk merias Marissa. Setelah para MUA selesai merias Marissa, tampak Marissa sangat anggun dan cantik di baluti gaun pengantin yang sudah didesain khusus oleh perancang ternama yang ada di ibukota.
"Wow,, cantik sekali!"gumam salah satu MUA yang bertugas merias Marissa. karena iring-iringan mobil pengantin pria sudah tiba di kediaman keluarga Marisa, Ibu Rosma pun berniat untuk melihat Marissa Apakah persiapan Marissa sudah selesai atau belum. Ibu Rosma pun masuk ke ruang rias Marissa. dia melihat putrinya sangat cantik.
"Iya, Bu. Putri Ibu sangat cantik sekali."timpal salah satu MUA yang bertugas merias Marissa. Hal itu membuat Marissa tersipu malu.
"Sayang, Apakah kamu sudah siap? karena Ronald dan para kerabatnya sudah datang untuk menjemput kamu karena akad nikah akan segera dimulai, dan Pak penghulu pun sudah tiba di hotel." ucap Ibu Rosma kepada Marisa agar segera bersiap untuk menemui Ronald dan keluarganya.
Lalu Marissa keluar dengan dibaluti gaun pengantin yang sangat cantik dan mewah. rancangan dari perancang terkenal yang merupakan desainer handal langganan Tamara juga. Marissa keluar dari ruang riasnya dengan didampingi Ibu Rosma. Ia pun melihat kekasihnya Ronald sangat tampan.
Melihat kecantikan Marissa netra Ronald dan para kerabat yang ikut menjemput tidak berkedip.
"Wow, kakak ipar cantik sekali."Puji Rossa tepat di telinga Ronal.
"Iya, kakak ipar kamu memang cantik banget. Makanya Kakak jatuh cinta kepadanya."sahut Ronald setengah berbisik.
Kemudian, Marissa dipersilakan masuk ke dalam mobil yang sama dengan Ronald. mobil itu yang disediakan khusus untuk pengantin. Seluruh keluarga iring-iringan berangkat ke hotel tempat di mana dilaksanakan akad nikah dan juga resepsi pernikahan Marissa dan Ronald.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit Mereka pun tiba di hotel. Terlihat para kerabat dan tamu undangan sudah banyak yang hadir di sana, ingin segera menyaksikan acara nikah dan resepsi pernikahan Marissa dan Ronal.
Pak penghulu sudah menunggu kehadiran Ronald dan Marissa. Begitu juga dengan keluarga besar mereka. acara akad nikah akan segera dilaksanakan pagi itu juga.
"Bagaimana apa akad nikahnya sudah bisa kita mulai?"tanya Pak penghulu kepada semua orang yang menghadiri acara akad nikah itu.
"Sudah Pak! sahut orang-orang yang hadir di sana.
"Kalau begitu akad nikahnya akan segera kita mulai."ucapan penghulu sambil menatap ke arah Ronald.
"Saudara Ronald saya nikahkan engkau dan dengan putri saya Marissa binti Raul dengan seperangkat alat salat dan emas 200 gram dibayar tunai.
"Saya terima nikahnya Marissa binti Raul dengan seperangkat alat salat dan emas 200 gram dibayar tunai."jawab Ronald dengan lantang tanpa diulang sama sekali. Dengan satu tarikan nafas Ronald mengucapkan kabulnya.
"Bagaimana kera sakti?
"Sah?
"Sah!! jawab para saksi dan tamu undangan yang turut hadir di sana.
Kemudian setelah acara akad nikah selesai dilaksanakan di lokasi baru yang berbeda, Rossa dan Tamara sangat antusias berperan dalam acara resepsi pernikahan Marisa dan Ronal. Rossa tampak bersemangat dan senang sekali melihat pernikahan kakaknya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1