
Ketika Tamara kembali lagi ke ruang rawat inap Cia. Terlihat Regen kembali, memperhatikan gerak-gerik Regen dan Tamara Begitu juga dengan Cia melalui celah-celah kata ruang rawat inap Cia.
Januar dan Evi memperhatikan tingkah Alven dari kejauhan tanpa sepengetahuan Alven.
"Lihat, benar kan, yang aku bilang?" si Alven mengikuti Regen ke rumah sakit ini.
Pasti dia ingin melakukan kalau tidak mana mungkin dia rela datang ke rumah sakit ini. sedangkan dan kesehariannya dia sama sekali tidak peduli kepada dia. Aku khawatir dia merencanakan sesuatu yang jahat. " ucap Januar kepada Evi dengan nada suara sedikit berbisik.
"Iya sepertinya dia ngak Terima melihat kedekatan Tuan Regen dan Kak Tamara. Mungkin dia berniat ingin kembali kepada kak Tamara. " sahut Evi membenarkan pendapat Januar.
Mereka terus mengikuti Alven. Alven meraih ponsel yang ada di saku celananya. Lalu mencari nama seseorang yang hendak ia hubungi. Karena penasaran Apa yang dibicarakan oleh Alven di dalam sambungan telepon selulernya, Evi mengendap-endap mendekat ke arah Alven berharap Alven tidak mengetahui keberadaannya di sana.
"Ingat, lakukan seperti yang sudah kita rencanakan, jangan sampai orang curiga. Titah Alven saat sambungan telepon seluler itu tersambung. Evi mengerutkan keningnya. Rencana Apa yang dimaksud Alven saat berbicara dengan lawan bicaranya di dalam sambungan telepon selulernya.
Kembali Evi menajamkan pendengaran, kalau saat ini Alven merencanakan penculikan Cia. Ketika mendengar nama Cia disebut akan diculik oleh Alven ke orang seseorang yang ada di ujung telepon.
Evi membulatkan matanya. Dia tidak menyangka kalau Alven tega melakukan itu terhadap putrinya untuk mencapai misi yang dia inginkan. Setelah selesai berbicara dengan seseorang di ujung telepon.
__ADS_1
Alven tersenyum, merasa ia membayangkan permainan yang ia lakukan sendiri. Pengintaian pun ia lakukan di sana, mencari celah kapan dirinya bisa masuk ke ruang rawat inap Cia. Kemudian Evi kembali menghampiri Januar, dan memberitahu kepada Januar, apa yang didengarnya saat Alven menghubungi seseorang.
Januar dan Evi tidak tinggal diam, Ia langsung mengirimkan pesan Whatsapp kepada Regen. apalagi sebelumnya Evi berhasil merekam video saat Alven berbicara kepada seseorang di dalam sambungan telepon selulernya.
Rekaman video itu langsung dikirimkan oleh Januar kepada Regen yang mampu membuat Amara Regen terhenyak dan amarahnya memuncak. Ia tidak menyangka teman semasa sma-nya, yang ia angkat dan pertahankan bekerja di perusahaan milik keluarga Aditama, ternyata tega melakukan hal jahat seperti itu kepadanya.
Regen menyadari Alven pasti cemburu. Itu sudah dapat dipastikan dari sebelumnya. Tetapi jika memang dirinya mencintai Tamara Mengapa Dia Sanggup menghianatinya? Regen merasa tidak dapat menerima perlakuan Alven.
Keserakahan Alven membuat Regen gerah terhadap teman lamanya itu. Hingga Ia pun merencanakan pemecatan terhadapnya. Baginya, ia sudah cukup sabar selama ini menghadapi tingkah laku Alven yang sesukanya.
Karena menghargai pertemanan membuat Regen masih mempertahankan Alpen. Tapi Alven tidak menyadari akan hal ini. "Ada apa mas? Mengapa kamu seperti gelisah saat membaca pesan Whatsapp itu? Memangnya itu chat dari siapa?Tanya Tamara penasaran.
Bahkan Regen juga memberikan rekaman video itu kepada Tamara, membuat Tamara benar-benar tidak menyangka kalau Alven sang mantan suami, ayah kandung dari Cia mampu Merencanakan hal jahat seperti yang ia bicarakan di dalam sambungan telepon.
Tamara benar-benar merasa takut. Takut kehilangan Cia, takut kalau Alven berhasil menculik Cia. Ia pun menangis terisak. Regen meraih tubuh Tamara, mencoba memberikan kenyamanan untuk wanita itu. "Kamu yang sabar sayang, aku tidak akan membiarkan Alven menyakitimu dan juga menyakiti Cia. Aku tidak ingin dia berbuat semena-mena terhadapmu, dan terhadap Cia putriku. Karena aku sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua. Hidupku begitu berarti, ketika Allah mempertemukan kita, "
"Mungkin ini jalan yang diberikan Allah, sehingga Allah mempertemukan kita di saat kecelakaan naas itu menimpa aku. Percaya kepadaku, aku akan tetap melindungi mu dan juga melindungi Cia. kamu jangan khawatir." ucap Regan Meyakinkan Tamara.
__ADS_1
"Terimakasih Mas, kamu benar-benar begitu baik kepada Tamara dan juga Cia. jujur Tamara tidak tahu harus bagaimana membalas Budi baik Mas." ucap Tamara kepada Regen.
"Apa yang kamu bicarakan? Budi baik apa yang kamu maksud? Aku melakukan ini dengan tulus , karena aku sangat menyayangi dan mencintai kalian. Kamu jangan merasa terhutang Budi. Bagaimana mungkin kamu mengatakan hal ini itu.
Tamara terdiam, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Cia yang saat ini telah tidur pulas. Setelah dia memakan obat yang sudah di resep dokter sebelumnya.
" Ingat, kita harus melakukan sesuatu, jangan sampai si Alven kurang ajar itu berhasil menculik Cia. Aku memang benar-benar benci melihat laki-laki seperti Itu. Dia yang menyia-nyiakan Kak Tamara, tapi dia yang tidak ingin melihat Tamara bahagia dengan laki-laki lain. Kita harus mengatur strategi bagaimana agar Tamara dan Tuan Regen cepat meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan agar Tamara dan Cia ada yang melindungi." ucap Evi.
Januar dan Evi berniat untuk menemui Tuan Aditama di rumah utama keluarga Aditama. Januar dan Evi langsung meninggalkan rumah sakit setelah mengirimkan pesan video dan pesan Whatsapp kepada Regen, agar Regen dan Tamara lebih berhati-hati.
Mereka berlalu menuju rumah utama keluarga Aditama. Sepanjang perjalanan janur dan Evi membicarakan Bagaimana caranya agar pernikahan dan Tamara akan cepat berlangsung, mereka berharap Cia cepat sembuh, supaya pernikahan Tamara dan Regen dipercepat. sebelum Alven berhasil melakukan misinya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit membelah jalanan ibukota, kini mobil yang dikendarai Januar memasuki pekarangan rumah yang begitu besar dan megah, dengan tanaman yang terbentang luas.
Keduanya langsung turun dari mobil, setelah Januari menghentikan mesin mobil miliknya. Tuan Aditama yang melihat mobil Januar memasuki pekarangan rumah, langsung keluar untuk menghampiri keduanya. Ia mengembangkan senyumnya, dia sudah dapat menebak, pasti ada sesuatu hal yang hendak mereka bicarakan. Sehingga mereka sampai datang ke rumah utama keluarga Aditama.
Setelah berada di ruang tamu dan berbasa basi sebentar, dan Januar pun mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang menemui Tuan Aditama. Dan sepertinya Tuan Aditama setuju rencana Januar dan Evi.
__ADS_1
"Begini saja, Saya juga setuju dengan apa yang kalian rencanakan. Doakan saja Cia cepat sembuh, agar pernikahan Tamaran dan Tamara segera dilangsungkan. Aku berharap pernikahan ini dilangsungkan secara mewah, dan kita juga harus menghadirkan awak media, dan pernikahan Tamara dan juga Regen akan disiarkan secara langsung stasiun televisi, supaya seluruh penjuru bumi mengetahui kalau saat ini Regen dan Tamara sudah dipersatukan dalam ikatan pernikahan, dan Alven tidak dapat melakukan apa yang ia rencanakan.
BERSAMBUNG......