Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Pernikahan dan Resepsi


__ADS_3

Hari ini pernikahan Alfa dan Alena pun berlangsung di sebuah Hotel yang ada di Bogor, dan resepsi nya yang akan di laksanakan di tempat yang sama. Nancy dan Indra pun mengunakan pakai yang sama sebagai orang tua kandung dari Alfa.


Selesai acara pernikahan, Alfa dan Alena pun masuk ke kamar yang sudah di siapkan untuk mereka, sedang kan Zio dan Citra baru saja berangkat dari Jakarta karena mereka harus menunggu kedatangan Zahra dan Adit dari London.


walaupun melewatkan acara pernikahan Alfa, namun Alena dan Alfa tidak keberatan jika Citra dan Zio tidak bisa melihat hari bahagia mereka.


"sayang, main dulu ya" kata Alfa pada Alena.


"istirahat saja dulu mas, nanti malam saja, entar capek lagi" sahut Alena baring di samping suaminya.


dan mereka sudah menganti baju mereka dengan pakaian santai.


"mas tidak tahan lagi' ujur Alfa langsung melahap bibir Alena.


Alena pun membalas ciuman suaminya, hingga dia tidak sadar jika Alfa sudah merobek semua pakaian nya, dan sekarang tubuhnya sudah polos.


bibir Alfa pun turun pada dada istrinya dan melahap puncak itu dengan penuh nafsu, puas bermain di benda kembar itu, ia pun turun pada inti istrinya.


"jangan mas" kata Alena memejamkan mata nya.


"nikmati saja sayang" sahut Alfa mengarahkan wajah nya pada inti istrinya.


Alena pun hanya bisa pasrah dan mendesah nikmat permainan suaminya di bagian bawah nya.


"ah...sudah sayang a..aku mau pi..pipis" desah Alena menjambak rambut Alfa.


Karena tidak tahan lagi Alfa pun langsung mengatakan pustaka nya pada inti istrinya, hingga Alena mendesah dan memejamkan mata nya.


suasana di kamar mereka pun berubah menjadi panas, Alfa terus semangat mengerakkan pinggul nya.


"ah...ah" desah Alena dengan suara yang keras karena ia akan mencapai puncak kenikmatan yang Alfa berikan.


"oh...terima kasih sayang" ujur Alfa melepaskan pusaka nya dan berbaring di samping istrinya.


keduanya pun terlelap dengan selimut yang menutupi tubuh polos nya. menjelang sore Alena pun bangun dan membersihkan sisa pertempuran mereka tadi.


tidak lama kemudian tim makeup artist pun datang untuk merias wajah Alena sedangkan di luar para pekerja pun kembali membersihkan aula Hotel yang kan di gunakan untuk resepsi pernikahan kedua anak Indra Pramana.


dekorasi pun sedikit di ubah dan bagian pelaminan sudah di bagi menjadi dua sofa sedang.


malam pun tiba, Alfa dan Alena pun memasuki aula hotel, sedangkan orang tua mereka sudah duduk duluan di pelaminan menunggu waktu resepsi di mulai.


tidak lama Zio pun datang dengan di temani oleh beberapa pengawal yang mengikuti nya dari belakang, dia begitu tampan malam ini.


Zio pun berdiri sambil menunggu sang istri datang ke aula, Citra pun masuk dengan di dampingi oleh sahabatnya Sena dan Angel.

__ADS_1


Zio menatap wajah istrinya dengan senyum yang manis, sampai di dekat Ryan Citra pun mencium putranya yang saat ini di pegang oleh om nya itu.


suara Zia pun terdengar sangat kuat saat bibir mami nya menyentuh pipinya, dia pun tidak bisa diam saat Citra naik ke pelaminan dimana suaminya sudah menunggu.


sampai di pelaminan Zio langsung berlutut dan membuka satu buah kotak yang berisi cincin yang begitu indah.


"Citra Andini Pramana maukah kau menjadi teman hidup ku sampai maut memisahkan kita?" tanya Zio dengan lantang di hadapan semua orang.


"tidak ada alasanku untuk menolak mu Zio Pranata Pratama" sahut Citra.


Semua tamu undangan pun bertepuk tangan, keduanya pun berjalan ke sofa, malam itu bukan hanya kalangan bisnis dan para sahabatnya yang mereka undang tapi ada beberapa artis yang sengaja mereka undang.


setelah mendengar beberapa lagu yang di bawakan oleh artis yang mereka undang pun, tamu undangan pun datang untuk mengucapkan selamat pada mereka.


malam ini Indra dan Nancy pun kembali bersama, dan Jonas dan Tania pun juga ikut di pelaminan dan duduk di samping Alfa.


"selamat ya Ci, kamu cantik bangat hari ini" ujur Indah yang datang bersama pria asing.


"terima kasih, semoga kamu cepat nyusul" sahut Citra pada Indah.


Indah pun berlalu dan mengucapkan selamat pada Alfa dan Alena.


tidak lama seorang pria pun datang dengan gaya cool nya dan baju yang sederhana tapi ketampanan nya tidak pernah hilang.


"terima kasih nak" sahut Nancy.


ia pun berjalan ke arah Citra.


"selamat ci, bahagia selalu" ujur Dirga senyum.


"terima kasih dir, kamu pasti bisa mendapatkan Vina yang lain" sahut Citra senyum. dan Dirga hanya mengangguk.


" selamat ya bro" kata Dirga pada Zio.


"terima kasih" sahut Zio.


Acara pun berlangsung, Angel pun mempersembahkan sebuah lagu bersama Sena, dan anehnya mereka membawa lagu aku bukan jodohnya.


"lah kenapa lagunya aku bukan jodohnya ya ?" tanya Citra pada Zio.


"entahlah, mungkin lagu ini mereka persembahkan untuk Romi kali" sahut Zio.


"masa" ujur Citra.


"entahlah" sahut Zio.

__ADS_1


"mungkin lagu ini di persembahkan untuk ayah dan bunda atau ibu dan bapak" kata Citra tertawa.


"benar itu" sahut Zio.


saat melihat beberapa orang yang dansa di sana Zio dan Citra pun turun dan di ikuti oleh Alfa dan Alena.


Kedua nya pun berjalan keliling aula untuk menyapa para rekan bisnis mereka. jam sebelas malam acara pun selesai dan mereka pun kembali ke kamar hotel.


semua keluarga Pramana dan yang lainya pun nginap di hotel, dan akan kembali besok ke Jakarta, sedang Alfa dan Alena akan pergi ke London bersama Zahra dan Adit berserta Andini.


"capek ya?"tanya Zio.


"iya" sahut Citra.


"sini mas pijit" kata Zio.


Citra pun menurut Zio mulai memijit istrinya dari kaki sampai bahu. Citra pun memejamkan mata menikmati pijatan lembut suaminya.


"enak tidak?" tanya Zio.


"biasa aja" sahut Citra.


Zio pun membalikan tubuh istri nya saat Citra bilang pijitnya biasa saja


"mau apa?" tanya Citra.


"kasi pijit yang enak" sahut Zio mulai mencium bibir istrinya.


tangan Zio pun merayap pada bagian inti istrinya dan memainkan nya di sana. Cita pun bergetar hebat saat dia sudah mencapai pelepasan.


"sudah sayang" ujur Zio


"belum" sahut Citra.


"oh pakai ini saja kalau begitu" ujur Zio membuka cd nya.


Suara desah pun bersahutan di kamar itu, bukan hanya di yang melakukan ritual nya, tapi Alena dan Alfa juga begitu.


"ah..mau pipis mas" ucap Citra.


"keluar kan sayang" sahut Zio terus bergerak.


kedua pun terkapar di ranjang saat hari menjelang pagi.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2