Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Pulau kecil yang indah


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah kemarin Citra meminta mertuanya untuk jadi badut, dan menghabiskan rambutan dengan jumlah banyak. subuh tadi Citra meminta Zio untuk mengajaknya liburan, dan pagi ini ia sudah rapi dengan pakainya namun masih juga belum bangun dari tidurnya.


"mas bangun" kata Citra.


"sebentar lagi ya" sahut Zio.


"bangun tidak, kalau begitu puasa satu minggu ya" ancam Citra.


"kenapa harus mengancam?" tanya Zio membangunkan tubuhnya.


"kalau tidak begitu, kamu tidak juga bangun nantinya" ujur Citra.


"iya mas bangun ni" sahut Zio malas.


Zio pun membersihkan dirinya dengan tergesa karena Citra terus saja memangilnya.


"ya ampun sayang, sabar sedikit kenapa sih" kata Zio.


"iya, cepat ganti bajunya" ujur Citra.


karena malas berdebat dengan istrinya akhirnya Zio mengikuti apa mau Citra, mereka berdua pun berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama.


"mau kemana pagi begini?" tanya Alfa melihat adiknya sudah rapi.


"ada deh" sahut Citra duduk di dekat Zio.


"kemana sih zi?" tanya Alfa penasaran.


"tanya sama Citra, mau kemana" ujur Zio yang tidak tau kemana istrinya mengajaknya pergi.


"kepo bangat sih orang mau kemana" ucap Citra.


"udah sarapan dulu, nanti ngobrolnya" kata Indra.


setelah menghabiskan sarapannya, Zio dan Citra pun pamit untuk pergi jalan-jalan yang entah mau kemana.


"bisa tolong antar Rafael ke sekolah?" tanya Tania pada anak dan menantunya.


"boleh bu" sahut Zio.


Zio pun melajukan mobilnya menuju sekolah Rafael dan sampai di sana, ia kembali melajukan mobilnya mengikuti kata istrinya, mereka pun sampai di kantor Citra, Citra berjalan dengan di ikuti oleh Zio dari belakang. Zio pun hanya diam dan tidak bicara saat mereka masuk ke pesawat pribadi.


Zio menatap kagum saat pesawat yang mereka tumpangi mendarat di sebuah pulau yang sangat indah, dan pastinya sore hari akan ada senja. mereka turun dan masuk kesebuah Villa yang ada di sana.


"pulau milik siapa ini sayang?" tanya Zio. penasaran.


"ini pulau milik aku mas" sahut Citra.


"yang benar kamu" kata Zio.


"iya mas, dan hari ini aku ingin mengajak mu menikmati indahnya senja di sini" ujur Citra menatap Zio.


"iya sayang" sahut Zio memeluk istrinya.


"oh ya, nanti akan ada tamu mas" kata Citra.


"siapa?" tanya Zio.

__ADS_1


"kita tunggu saja sore nanti, ayo masuk" ujur Citra.


Zio berjalan memasuki villa itu menuju meja makan yang sudah disiapkan oleh pelayan di sana.


"non, bibi kangen" ujur bik Ina.


"sama bik, saya juga kangen sama bibi" kata Citra memeluk pelayan nya, yang sudah dia anggap ibunya.


"silahkan den, nikmati dulu makanan hasil laut, kesukaan non Citra" kata bik Ina.


"terima kasih bik, aku Zio" ujur Zio memperkenalkan diri.


"oh maaf den, bibi lupa memperkenalkan diri, nama bibi Ina den" kata bik Ina.


"iya bik, senang bisa mengenal bibi" sahut Zio.


Zio pun makan dengan lahap nya, ia pun memuji masakan bik Ina tiada duanya, dan enak sekali menurutnya.


setelah menghabiskan makanan buatan bik Ina, kedua pasangan itu pun masuk ke kamar Citra untuk beristirahat, sambil menunggu tamu yang Citra maksud.


...****************...


Di pesawat pribadi milik Dirgantara yang akan terbang ke sebuah pulau pribadi milik Citra, kedua manusia di sana hanya terdiam tanpa suara.


hingga akhirnya Vito pun membuka suaranya. ia hari ini Vito mengajak istrinya kembali ke Indonesia lebih tepatnya ke pulau pribadi milik Citra.


"sayang kamu capek?" tanya Vito melihat Vina hampir saja terpejam.


"tidak" jawab Vina ketus.


"jika ngantuk tidur saja, nanti mas gendong kalau sudah sampai" kata Vito.


"iya, ini makan dulu, dari tadi kamu belum makan" ujur Vito.


"aku masih kenyang" sahut Vina ketus dan memang begitulah Vina sekarang.


"sini mas suapin" ujur Vito mengambil makanan Vina.


"aku bisa sendiri" sahut Vina mulai makan.


"gitu dong, anak pintar" ujur Vito mengusap rambut istrinya.


"aku bukan anak kecil" kata Vina.


"sayang maaf kan aku ya" kata Vito yang hampir setiap hari mengatakan maafnya, melihat Vina selau cuek padanya.


"ini, udah kenyang" ujur Vina menyerahkan piringnya pada Vito.


Vito pun hanya menatap Vina dengan wajah yang sedih, sampai hari ini Vina tidak mau dia perhatian pada nya.


setelah berapa jam di udara mereka pun sampai di pulau milik Citra, Vito mengendong Vina yang akhirnya tidur di pesawat dan Al dibawa oleh pengasuhnya.


"selamat datang vit" kata Citra menyapa pasangan itu.


"iya terima kasih ci" sahut Vito membaringkan Vina di sofa.


"hai, Al sayang" ujur Citra memeluk putra Vina dan Vito.


"wah, rumah tante bagus" ujur Al menatap seluruh ruangan.

__ADS_1


"emang rumah Al tidak bagus?" tanya Citra.


"rumah Al, biasa aja" sahut Al.


"kita tinggal di rumah sederhana saja ci, Vina tidak mau menerima apa yang aku berikan" ujur Vito kemudian.


"mana suami mu?" sambung Vito.


"itu dia, baru bangun" sahut Citra saat melihat suaminya berjalan menuju ke arah mereka.


"zi, maaf kan aku" kata Vito tanpa basa basi.


"kamu" ujur Zio heran.


"iya, aku Vito, sekarang aku sudah menjadi bagian dari keluarga Pramana" kata Vito.


"dia sudah menikah dengan sepupu ku mas, Vina anak bibi Kinara" kata Citra.


"oh, selamat ya, ini kan anak yang kemarin kamu bawa ke rumah" ujur Zio.


"maaf mas aku bohong, dia anak Vina dan Vito, karena Vina tidak mengijinkan orang lain tau kalau dia sudah punya anak" jelas Citra.


"oh, silahkan duduk" kata Zio pada Vito yang masih berdiri.


"iya terima kasih, maaf kan aku atas perbuatan ku dulu" kata Vito meraih putranya dan mendudukanya di pangkuannya.


"sudah terjadi, tidak perlu di sesali, aku sudah memaafkan mu" kata Zio.


"mami" kata Vina yang masih tertidur.


"sayang bangun" kata Vito membangunkan istrinya.


"mami jahat" kata Vina mulai mengigau.


"sayang" kata Vito mulai panik.


"sa, bawa Al main" kata Vito pada pengasuh anaknya.


setelah Al di bawa pengasuh Vina malah histeris dan memanggil maminya orang jahat.


"mas, aku takut" kata Vina setelah sadar.


"vin, kamu kenapa?" tanya Citra.


"ci, mami jahat ci" ujur Vina.


"iya, kamu tenang ya" ujur Citra.


"kita sudah sampai?" tanya Vina pada Vito.


"iya sayang" sahut Vito.


"aku liat laut dulu ya" ujur Vina yang lupa akan mimpinya.


Vina berlari keluar dan berjalan ke arah pantai yang tidak jauh dari villa, ia begitu bahagia melihat ke indahan pulau itu.


"pulau yang kecil namun indah, jadi ingat saat masih kecil dulu" ujur Vina tersenyum.


Terima kasih sudah membaca

__ADS_1


__ADS_2