Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Ngidam


__ADS_3

Minggu pagi, Zio sudah rapi dengan pakaian santai nya, karena hari ini ia akan menjemput istrinya yang sudah di ijin kan pulang ke rumah.


"tidak sarapan Zi?" tanya Tania melihat Zio langsung pergi ke luar.


"nanti saja Bu, pulang dari rumah sakit" sahut Zio senyum.


"hati-hati bawa mobilnya, jangan ngebut" kata Tania yang masih takut dengan kecelakaan yang menimpa kedua anak nya.


"iya Bu" sahut Zio.


setelah Zio pergi, Tania pun membangunkan Alfa yang masih tidur, sedang kan Alena sudah sibuk dengan masakannya, sudah dua bulan ini, ia tinggal di rumah Indra, dan selama dua bulan juga ia selalu pergi bersama Alfa, kecuali jika Angel yang mengajaknya.


"ga bangun udah siang ini, kamu tidak ke kantor?" tanya Tania.


"sebentar lagi ya bu" sahut Alfa malas.


"udah bangun dulu, nanti kamu di marah ayah lagi" ujur Tania yang mendapat kan Alfa kena omel Indra karena telat bangun tidur.


"iya, aku bangun, tapi panggil kan Alena dulu, suruh siap kan baju ku" kata Alfa duduk.


"siap kan sendiri, kamu pikir dia pembantu kamu apa" sahut Tania.


"ya tidak lah, dia kan calon istri aku" ujur Alfa.


"sebelum jadi istri, kamu harus siap kan segalanya sendiri, jangan suruh Alena" kata Tania.


"iya Bu, aku mandi dulu" sahut Alfa pergi ke kamar mandi.


Tania pun turun kembali ke bawah, untuk melanjutkan masaknya yang tertunda karena membangun kan Alfa.


"nak, boleh tolong ibu sebentar?" tanya Tania pada Alena.


"bole Bu, apa yang harus aku kerjakan" sahut Alena.


"kamu goreng telur itu dulu" kata Tania.


"iya" sahut Alena.


saat tengah menggoreng telur, tiba saja Alena merasa perutnya bergejolak dan ingin membuang semua isinya, ia berlari ke wastafel dan memuntahkan isi perutnya, Tania yang sedang menata makanan di atas meja pun langsung menghentikan kan ke giatan nya dan menghampiri Alena.


"kamu sakit Al?" tanya Tania memijit tengkuk Alena.


"tidak Bu, aku tidak tahan dengan bau telur itu" sahut Alena yang membuat Tania heran.


"ya sudah, biar ibu yang memasaknya" kata Tania melanjutkan menggoreng telur yang tadi sempat di matikan oleh Alena kompornya.


"maaf ya Bu" ujur Alena tidak enak.


"tidak apa, kamu panggil kan Alfa, suruh sarapan dulu" kata Tania.


"iya bu" sahut Alena pergi ke lantai dua dimana kamar Alfa berada.

__ADS_1


"ada apa bu?" tanya Chelsea yang mendengar pembicaraan ibunya dan Alena.


"tidak, Alena muntah saat menggoreng telur" kata Tania.


"apa dia sakit bu?" tanya Chelsea lagi.


"tidak tau, tapi ia sering muntah kalau pagi, dan wajahnya juga terlihat pucat" sahut Tania.


"oh, mas sarapan dulu ya" ujur Chelsea, saat melihat suaminya sudah siap pergi.


"iya sayang, kamu tidak ke kantor atau kemana hari ini?" tanya Ryan.


"tidak, aku ingin libur hari ini, capek, lagian orang yang punya restoran nya sudah sembuh dan asistennya yang bertugas sudah pulang dari Jerman" kata Chelsea memasukan makanan ke mulut nya.


"tapi capek nya juga di bayar oleh adik mu yang kaya itu" ujur Ryan.


"tidak tau juga" sahut Chelsea yang sudah menerima uang yang cukup banyak dari Citra kemarin, karena Citra sudah mentransfer uang pada nya.


"jangan bohong kamu, kamu pikir mas tidak tau, sama saudara sendiri saja harus di bayar" ucap Ryan


"itu kan Citra yang kasi mas, aku juga tidak mau" sahut Chelsea.


"eh, apa benar butik kamu, mu di satukan dengan ZC Fashion milik Citra?" tanya Ryan.


"iya, bukan hanya itu, tapi yang ada di Bali juga kita satukan, dan kantor pusatnya ZC Fashion" sahut Chelsea.


"siapa pemimpin?" tanya Ryan.


"tapi jangan terlalu sibuk dengan kerjaan nya, ingat suami dan anak" ujur Ryan.


"siap mas" sahut Chelsea.


Alfa pun turun dari kamar nya dengan wajah yang panik saat melihat Alena kembali memuntahkan isi perutnya.


"kamu sakit yang?" tanya Alfa.


"jangan mendekat mas, kamu bau" kata Alena, Alfa pun mencium seluruh tubuhnya.


"tidak, wangi kok" sahut Alfa bingung.


"tapi, kamu bau mas, aku tidak kuat dengan bau nya kamu" ujur Alena, Tania pun langsung berdiri dan berjalan ke arah Alena.


"sana, sarapan, Alena tidak usah pergi hari ini sama kamu" ujur Tania.


"tapi bu" ucap Alfa tertahan melihat tatapan tajam ibunya.


"iya, kamu hari ini di rumah saja" ujur Alfa kemudian.


setelah Alfa dan Ryan pergi ke kantor, dan Rama yang memang jarang pulang ke rumah karena harus menginap di rumah sakit. Citra dan Zio pun datang, Citra langsung pergi ke kamar Zia dan memeluk putranya nya itu dengan penuh kerinduan.


mereka pun keluar dari kamar Zia dan berkumpul bersama ibu dan kakak nya yang tidak pergi ke mana-mana hari ini.

__ADS_1


"kamu jawab ibu dengan jujur" kata Tania pada Alena.


"iya bu" sahut Alena yang masih lemas.


"kapan hari terakhir kami datang bulan?" tanya Tania.


"satu bulan yang lalu Bu, dan bulan ini sudah telat satu Minggu" sahut Alena tidak tau.


"apa kamu pernah melakukan hubungan badan dengan Alfa?" tanya Tania lagi, Citra dan Chelsea hanya jadi pendengar di samping mereka.


"tidak pernah bu" sahut Alena takut.


"jujur Al, jangan bohong" kata Tania.


"tidak pernah bu" sahut Alena menunduk.


"tatap ibu, jangan menunduk" ujur Tania.


"iya Bu, kami melakukan nya di kantor saat pertama mas Alfa masuk lagi" sahut Alena pucat.


"kenapa?" tanya Tania.


"aku wanita lemah Bu, tidak bisa menolak keinginan pria" sahut Alena menunduk.


"berarti di sini ada anak nya Alfa"ujur Tania.


"anak, maksud nya?" tanya Alena polos.


"kamu hamil anak nya Alfa Al, walau ini salah" ujur Tania.


"hamil, aku hamil Bu, berarti aku tidak mandul" sahut Alena menangis.


"siapa bilang kamu mandul?" tanya Citra.


"Romi, dia bilang aku wanita tidak berguna, wanita yang mandul" sahut Alena.


"sekarang kamu kita buktikan, apa benar kamu hamil atau tidak" ujur Citra.


"bagaimana cara nya?" tanya Alena.


"ikut ibu ke rumah sakit, kita cek sekarang" kata Tania yang sudah siap pergi.


"tapi" ujur Alena.


"tidak ada tapi, ikut ibu sekarang, jika kamu hamil, malam nanti kita akan datang ke rumah kamu buat lamar kamu" kata Tania yang sudah menghubungi Nancy.


"aku siap-siap dulu bu" sahut Alena pasrah, dan ia harus siap mental, karena nanti pasti ia di antara pulang oleh Tania, dan ibunya pasti marah pada nya.


**Happy reading


like, vote, dan komen**

__ADS_1


__ADS_2