Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Pacaran


__ADS_3

Sore sepulang dari kantor, Citra menunggu Zio di kamar sambil memberi Zia asi, wanita itu pun mengajak bicara putranya dan kadang menjahilinya dengan melukis wajah Zia dengan bedak bayi.


Zio pun pulang, walaupun pekerjaan nya belum selesai, karena Citra terus mendesak nya untuk pulang.


"wanginya" ujur Zio mencium pipi istri dan anak nya bergantian.


"ih mas, kamu baru pulang dari kantor, mandi dulu, jangan main cium Zia aja" kata Citra menjauhkan Zio dari anak nya.


"iya, maaf mas lupa, jangan marah dong" sahut Zio mencubit pipi Citra.


"dah mandi sana" kata Citra yang tidak bosan mencium anaknya.


Zio pun pergi ke kamar mandi, sesuai perintah istrinya. selesai mandi ia pun menghampiri keduanya yang masih berbaring di tempat tidur.


"ada apa kamu minta mas pulang cepat?" tanya Zio pada Citra.


"jalan-jalan yok" ujur Citra senyum.


"kemana?" tanya Zio menatap wajah istrinya.


"kemana aja, yang penting jalan-jalan" sahut Citra.


"ya udah, ayo, ganti dulu baju Zia nya" kata Zio.


"jangan bawa Zia, kita berdua saja" sahut Citra.


"kalau Zia tidak dibawa, di tinggal kan dimana sayang" kata Zio yang tadi melihat Lala di restoran bersama pacar nya.


"sama kak Chelsea, dia ada di kamar" sahut Citra.


"emang mau, jagain Zia?" tanya Zio tidak yakin.


"pasti mau, aku aja selau jagain Yabes, masa dia tidak mau" sahut Citra.


"tapi ini kan udah sore sayang, banyak yang dikerjakan lagi" ujur Zio tidak enak.


"ya, tidak mungkinkan kita ganggu Lala pacaran, aku itu juga mau pacaran sama suami aku" sahut Citra cemberut.


"pacaran, kamu kita udah nikah, ngapain pakai pacaran segala" kata Zio.


"kan kita tidak pernah pacaran mas" ujur Citra yang ingin mengajak Zio pergi malam ini.


"ya udahlah, kamu tanya kak Chelsea sana" ujur Zio mengalah.


"oke" sahut Citra senang.


di kamar Chelsea, Citra membujuk kakaknya supaya mau menjaga Zia sampai ibunya pulang dari salon.


"gimana?" tanya Zio saat melihat istrinya datang.


"tidak mau, dia bilang sibuk jagain Yabes" sahut Citra cemberut.


"ya udah, kita bawa saja Zia nya" ujur Zio yang tidak tega melihat wajah cemberut Citra.

__ADS_1


"masa pacaran bawa anak" ucap Citra membaringkan tubuhnya.


"udah ikut mas aja" sahut Zio mengendong Zia.


"mau kemana?" tanya Citra.


"pacaran lah" sahut Zio senyum.


"bawa Zia" ujur Citra yang tidak mau membawa anaknya malam-malam.


"tidak, kita pacaran sendiri lah, Zia kita titip kan, sama seseorang" kata Zio.


Citra pun Menganti bajunya dan turun ke bawah, karena Zio telah membawa Zia ke bawah.


"sudah selesai, kita berangkat sekarang" kata Zio.


"udah" sahut Citra, melihat adiknya akan pergi dengan membawa Zia, Chelsea pun menghampiri nya.


"kalian bawa Zia?" tanya Chelsea dengan tangan memegang botol susu.


"iya" sahut Citra menatap kakaknya.


"udah mau malam ini, nanti masuk angin Zia nya" ujur Chelsea.


"iya aku tau, tidak apa juga" sahut Citra menarik tangan Zio.


"kan bisa lain waktu pergi nya, kenapa harus sekarang?" tanya Chelsea.


di jalan, Zio membawa mobilnya menuju Penthous milik nya dulu, dan Citra pun hanya heran saja, tapi tidak juga bertanya.


"kita kesini mas, mau apa?" tanya Citra menatap Penthous yang sempat membuat nya kabur.


"ayo masuk" ujur Zio mengambil Zia dari gendongan Citra.


Citra berjalan masuk ke Penthous yang, sekarang bukan lagi milik mereka, sampai di ruang tamu, ia melihat wanita yang lagi duduk bersama anak kecil, yang usianya sekitar empat tahun.


"siapa itu mas?" tanya Citra penasaran.


"nanti kamu juga tau" sahut Zio senyum.


wanita yang lagi menemani anak nya mewarnai itu pun kaget saat melihat Zio datang.


"kak Zio, kenapa tidak bilang mau kesini?" tanyanya seketika berdiri.


"maaf tidak kasi tau, dadakan solanya" sahut Zio senyum.


"duduk kak" ujur wanita itu lembut.


"terima kasih, aku kesini mau nitip Zia sama kamu" kata Zio mengingat sebentar lagi hari akan malam.


"oh boleh, emang kakak mau kemana?" tanya wanita itu.


"pacaran, di ajak sama istri" sahut Zio senyum manis pada Citra.

__ADS_1


"haha, kirain apa, ya udah, nanti aku jaga Zia" ujur wanita itu mencium wajah Zia.


"terima kasih ya Andini" ujur Zio.


"iya" sahut Andini, dia adalah istri dari Dimas adik nya Zio, yang tidak pernah di ketahui oleh orang lain, dan Dimas menikah dengan nya saat usia masih sangat muda, atau masih anak kecil.


Zio melajukan mobilnya menuju tempat yang sering digunakan oleh anak muda untuk pacaran. setelah dari Penthous tadi Citra pun banyak diam.


"sayang kenapa?" tanya Zio melihat istrinya hanya diam saja.


"tidak mas, itu siapa?" tanya Citra menatap wajah Zio.


"Andini Wijaya, istrinya Dimas" sahut Zio.


"istri Dimas, dia sudah punya istri" ujur Citra bingung.


"iya, dan anak kecil tadi itu putra mereka, namanya Yosafat putra Wijaya" kata Zio.


"oh" sahut Citra mengangguk.


"dan Penthous itu, sebenarnya udah aku jual sayang, tapi aku beli lagi untuk mereka" kata Zio.


"jadi Penthous itu memang sudah kamu jual mas?" tanya Citra.


"iya" sahut Zio.


mereka pun sampai di sebuah danau buatan, tempat banyak anak muda nongkrong dan pacaran di sana.


Zio pun mengajak istri menuju sebuah gazebo kayu yang ada di danau itu. Citra tercengang saat melihat gazebo itu di hiasi dengan foto nya dan Zio, dan di situ juga ada meja dan dua kursi untuk mereka makan malam.


"mas siapa yang siap kan ini?" tanya Citra menatap Zio.


"mas yang siap kan tadi, saat kamu pergi ke kamar kak Chelsea" sahut Zio menuntun istrinya duduk.


"suka" sambung Zio lagi.


"suka, terima kasih ya mas" sahut Citra duduk di pangkuan Zio dan mengerakkan pinggul.


"sayang, nanti di rumah saja" kata Zio.


"gesekan di luar saja mas" ujur Citra masih mengerakkan pinggul nya.


Zio pun memejamkan merasakan gerakan istrinya, dan tidak lama keduanya pun mencapai pelepasan bersama dengan pakaian yang lengkap.


"kamu ya, sudah mulai mesum sekarang" kata Zio senyum.


"kan mas yang mengajarkan" sahut Citra.


"iya, ayo makan" ujur Zio.


Citra pun menghabiskan makanan nya dengan lahap, apa lagi ada bakso makanan kesukaan nya ada di menu makanan mereka malam ini. habis makan kedua nya pun pergi ketempat belanja yang ada di sana, Citra memilih berapa baju untuk Zio dan anaknya dan tidak lupa dia juga membelikan baju juga untuk Yos anak Dimas.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2