Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Badai Rumah Tangga


__ADS_3

Setelah kepergian Zio, Citra pun menghabiskan waktunya bersama putranya. dan sore ia turun ke dapur untuk mengambil minuman, yang bertepatan dengan Tania yang lagi sedang masak untuk makan malam mereka.


"ci, tadi Zio pergi, tidak pamit lagi, ada masalah dengan kalian?" tanya Tania pada Citra.


"tidak Bu, ada kerjaan yang penting yang harus ia selesaikan makanya buru-buru" sahut Citra tanpa melihat kearah ibunya.


dan Tania pun sama, ia hanya melirik sekilas pada anaknya yang lagi sedang mengambil minuman dan menuangkannya kedalam gelas.


"aku ke kamar lagi ya bu" ujur Citra berjalan menuju kamar.


"iya" sahut Tania sibuk.


malam itu, Zio pun tidak pulang sama sekali dan saat makan malam Citra. pun mengatakan jika suaminya sekarang lagi sibuk sama kerjaan yang harus segera diselesaikan. Citra hanya tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya pada orang tuanya apa yang terjadi, karena ia takut Zio semakin marah pada nya.


Pagi nya Zio pulang dan bertemu dengan Alfa yang hendak olahraga.


"habis dari mana bro?" tanya Alfa pada adik ipar nya.


"dari kantor" sahut Zio berlalu degan muka kusut dan Alfa pun tidak menghiraukan nya karena pasti ada masalah dengan kantor sekarang.


saat masuk ke kamar ia melihat istrinya lagi sedang duduk di meja rias sambil menatap laptop nya yang masih menyala, Zio berlalu ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. selesai mandi ia melihat istrinya tidak ada lagi di meja rias.


sarapan pagi pun berjalan seperti biasanya tanpa dan yang mencurigakan sama sekali, dan seperti biasa keluarga Pramana pun sibuk degan aktivitas nya setiap hari.


("halo ci, tumben Lo telpon gue?" tanya Indah.


("dah, bisa ketemu tidak hari ini, ada yang mau aku bicarakan sama kamu") sahut Citra degan suara berat.


("bisa, ya udah, di restoran biasa ya") ujur Indah.


Citra pun langsung pergi setelah pamit pada ibunya yang kebetulan tidak kemana mana.


Sampai di restoran Citra langsung menghampiri Indah yang sudah duduk menunggunya.


"maaf dah, agak lama" ujur Citra seraya duduk di kursinya.


"tidak apa, aku juga baru datang" sahut Indah.


"dah, aku minta tolong sama kamu, soaal foto ini" kata Citra memberikan ponselnya pada Indah.


Indah mengambil ponsel Citra dan melihat ke arah Citra kembali.


"ada apa dengan foto ini?, ini foto kan udah lama" tanya Indah pada Citra.

__ADS_1


"Mas Zio marah pada ku, karena foto ini, kemarin aku ketemu sama Vito untuk bahas kerjaan, dan Vito pulang duluan, sekitar lima belas menit, aku mau pulang tapi Dirga datang dan kita pun ngobrol sambil makan siang, dan mas Zio ada di restoran yang sama" kata Citra pada Indah.


"suami kamu cemburu, ceritanya?" tanya Indah.


"mungkin, tapi tanpa aku sadar baju yang kita gunakan kemarin sama bangat degan yang di foto ini" ujur Citra lirih.


"kok bisa, tapi foto ini di ambil saat Dirga ingin memberikan nafas buatan pada kamu, karena waktu itu kamu kecebur di kolam" kata Indah.


"aku juga tau itu, tapi Zio mengira foto itu kemarin" ucap Citra.


"terus, kamu temui aku buat apa?" tanya Indah


"bantu aku, cari CCTV, sebagai barang bukti" kata Citra.


"ya ampun ci, CCTV nya mungkin masih ada, tapi ini sudah lama Ci" ujur Indah.


"ya, hanya itu yang bisa membuat mas Zio percaya pada semua penjelasan ku" ujur Citra lirih.


"iya, aku bantu, nanti aku ke hotel itu lagi, tapi kamu harus bilang sama Dirga mengenai masalah ini, supaya di juga bisa menjelaskan pada suami kamu" kata Indah.


"iya, aku temui Dirga dulu, mungkin dia sudah datang" kata Citra.


"eh tunggu dulu, ada yang mu aku bilang sama kamu" ucap Indah.


"semalam aku liat suami kamu di club yang sering kita gunakan untuk ngumpul dulu" kata Indah.


"sama siapa dia di sana?" tanya Citra.


"sama wanita, Zio mabuk berat dan di bawa wanita itu ke kamar dan si pemilik club itu kamu lah, sering banget ngerjain orang, dia mengunci Zio bersama wanita itu dan ini foto nya semalam aku minta pada nya foto itu" kata Indah.


Citra menutup mulutnya saat melihat siapa yang tidur bersama suami dan dia juga memikirkan apa yang terjadi pada mereka di kamar berdua.


"Rianti" kata Citra.


"kamu kenal?" tanya Indah.


"iya, dia sekertaris nya Frans" sahut Citra.


Citra pun meninggalkan Indah dan pergi ke cafe tempat Dirga menunggunya.


saat baru saja memulai bicara, Zio pun datang, ia langsung menarik tangan Citra tanpa memperdulikan Dirga yang mengatakan jika mereka tidak ada hubungan apa-apa.


"mas, jangan marah, aku dan Dirga tidak ada hubungan apa-apa" kata Citra menatap wajah suaminya yang sudah terbakar amarah.

__ADS_1


"tidak ada hubungan apa-apa, tapi seli saja bertemu dengan nya" sahut Zio dingin.


"sayang percayalah, itu foto saat aku tengelam di kolam dan Dirga memberikan nafas buatan" Citra berusaha menjelaskan.


Zio kembali menyeret istrinya kesebuah rumah yang tidak tau siapa yang punya.


"buka baju dan celana kamu" ujur Zio yang sudah melepaskan bajunya sendiri.


"mas, aku tidak mu melakukan nya jika kamu marah" sahut Citra.


"apa karena laki laki itu, kamu menolak ku? tanya Zio mulai memaksa.


Citra hanya pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh suaminya, ia menangis meratapi semuanya hanya karena sebuah foto yang tidak berguna menurutnya.


hingga ia teringat pada kata Indah tadi, dengan sekuat tenaga Citra mendorong Zio dari tubuhnya.


"kenapa?" tanya Zio saat penyatuan mereka terlepas.


"kamu lebih buruk lagi dari aku mas" kata Citra terlihat ingin menerkam suaminya.


"apa maksudmu" ujur Zio geram karena hasrat nya belum terpenuhi.


"ini apa?" tanya Citra masih polos.


Zio pun menatap tajam foto itu.


"kamu tidak bisa jawab kan mas" ujur Citra yang sudah mengunakan baju nya.


"ini hanya salah paham, kamu jangan menuduh yang tidak tidak" ujur Zio.


"siapa yang menuduh itu bukti sudah jelas mas, kami tidur dengan wanita lain, sedangkan kamu sudah punya istri" ucap Citra degan teriakan.


"jadi kamu juga apa, bukannya foto itu juga jelas" ujur Zio.


"aku akan buktikan jika foto itu salah mas" ujur Citra.


Pertengkaran kedua suami istri itu tidak terbendung lagi, bahkan mereka sama tidak mu mengalah dan saling menuduh satu sama lain.


dan bahkan sekarang Citra yang menelanjangi suaminya dan melakukan kegiatan panas mereka supaya dapat meredakan pertengkaran kedua nya.


Citra pergi setelah Zio tertidur degan pulas nya karena lelah.


"maafkan aku mas, aku harus pergi" ujur Citra lirih dan meninggalkan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2