
"pagi bu" sapa Citra pada ibunya yang lagi menata sarapan di meja.
"pagi juga nak, tumben udah rapi" ujur Tania senyum.
"mau ke kantor Bu, sebentar ada meeting dengan Vito" kata Citra.
"oh, nanti habis dari sana langsung pulang ya" ujur Tania pada putrinya.
"iya bu" sahut Citra mulai mengoleskan roti tawar dengan selai.
"anak manja harus di peringatkan selalu" sindir Chelsea pada adiknya.
"kamu, mau ibu peringatkan juga?" tanya Tania pada Chelsea.
"tidak Bu, aku bisa sendiri tidak perlu di peringatkan jika pergi kemana mana" sahut Chelsea.
"emang Citra itu masih bocah dia masih suka kabur" kata Alfa menatap adiknya yang sibuk dengan roti dan selai.
"apaan sih, aku itu bukan bocah lagi, udah bisa bikin bocah" ujur Citra kesal pada kakaknya.
"ih manyun" ucap Alfa.
"sarapan fa" tegur Indra pada putranya yang terus saja menggoda adiknya.
"maaf" sahut Alfa senyum.
selesai sarapan semuanya pun sibuk degan kerjaan masing masing, Citra berangkat ke kantornya untuk urusan dengan Vito mengenai proyek yang sebentar lagi akan di kerjakan.
sampai di kantor, Citra berjalan ke ruangannya di lantai atas, dan karyawan yang melihatnya pun tidak takut untuk menyapanya, Citra pun membalas sapaan dari karyawan dengan senyumannya.
"pagi mbak" sapa Sinta.
"pagi sin, jam berapa Vito datang?" tanya Citra pada sekertaris nya.
"tadi dia bilang masih ada meeting dengan staf nya mengenai siapa yang akan di tugaskan di lapangan nanti" kata Sinta.
"ya sudah, panggilkan saya saja nanti jika dia datang" perintah Citra.
"baik mbak, saya kerjakan ini dulu" kata Sinta.
dua jam kemudian Vito pun datang dan mengajak Citra untuk membicarakan proyek kerjasama mereka di restoran yang baru saja di buka Minggu lalu.
setelah semuanya selesai, Vito pun pamit karena ada telpon dari istrinya yang sekarang tidak terlalu suka di tinggal terlalu lama.
saat hendak pulang, tiba saja Dirga datang menghampiri Citra.
"hai ci, apa kabar?" tanya Dirga.
"baik dir, kamu lagi ngapain disini" ujur Citra.
__ADS_1
"lagi ada kerjaan yang aku urus" sahut Dirga.
"oh, kirain ketemu sama pacar" kata Citra senyum.
"tidak, kamu ngapain disini?" tanya Dirga melihat tidak ada orang bersama Citra.
"habis ketemu degan Vito bahas kerjaan, dia sudah pulang dulu, Vina tidak bisa di tinggal lama" sahut Citra.
"oh" ujur Dirga mengangguk.
Citra dan Dirga pun bicara cukup lama di di restoran itu, sampai Citra harus makan siang bersama Dirga. tidak lama orang kantor pun banyak yang datang ke restoran untuk makan siang.
Zio berjalan bersama Erik, dan duduk di pojokan ruangan itu, mata Erik pun melihat ke arah Citra yang lagi sedang makan siang bersama laki laki, yang ia kenal itu adalah mantan pacar nya Vina.
"eh bos, itu ada istri kamu" ujur Erik pada Zio.
Zio menatap ke arah Citra dan Dirga yang sedang makan siang bersama, dan Zio juga ingat jika tadi Citra sempat bilang jika dirinya akan bertemu dengan Vito, tapi kenapa dia justru bertemu dengan orang lain.
Zio pun menghabiskan makannya, dan berniat untuk menghampiri istrinya.
"sayang disini?" tanya Zio tepat di belakang Citra.
"eh mas, ia ini lagi makan siang" sahut Citra kaget.
"katanya mau ketemu Vito, mana dia?" tanya Zio lagi.
"udah pulang mas, oh ya, mas ini Dirga teman aku, mantannya Vina " kata Citra memperkenalkan Dirga.
Citra pun pulang ke rumahnya setelah makan siang bersama Dirga. berbeda dengan Zio, ia kembali ke tempat duduknya tanpa sepengetahuan Citra.
"yang tadi itu istri kamu?" tanya rekan kerja Zio.
"iya" sahut Zio.
"dan yang ikut dia siapa?" tanya rekan kerja Zio lagi.
"Dirga teman nya" sahut Zio.
"aku pernah lihat foto mereka lagi ciuman, dan bajunya sama degan yang mereka gunakan tadi" ujur rekan kerja Zio yang membuat Zio tidak percaya.
"jangan bohong kamu, saya tau siapa istri saya" ujur Zio.
"ini buktinya, benar atau tidak aku tidak tau" ucap rekan kerja Zio.
Zio menatap foto itu dan benar saja, foto itu sama Dengan baju yang di gunakan mereka tadi, apa jangan jangan Citra memang menemui Dirga dari tadi.
pikiran buruk tentang istrinya pun mulai menghantui Zio, ia pergi meninggalkan rekan kerjanya dan Erik di restoran itu.
Citra yang sudah di rumah tidak tau jika akan ada masalah dengan nya dan Zio saat ini. Zio datang kerumahnya dan langsung masuk ke rumah tanpa melihat ke sekeliling, sampai dikamar ia melihat istrinya tidak ada, Zio pergi ke kamar putra nya dan teryata Citra masih menyusui putra mereka.
__ADS_1
"lah, udah pulang mas?" tanya Citra saat melihat suaminya datang
"mas tunggu di kamar" sahut Zio dingin.
Zia pun tidur dan Citra meletakan putranya di ranjang nya. setelah memastikan jika Zia tidak bangun lagi ia pun masuk ke kamarnya dan menemui suaminya.
"ada apa mas?" tanya Citra pada Zio.
"ada hubungan apa kamu sama Dirga?" tanya Zio balik.
"kenapa kamu nanya begitu, Dirga teman aku mas" sahut Citra menatap Zio.
"jujur Ci, aku tidak ingin kamu bohong" kata Zio mulai marah.
"maksud kamu apa mas?" tanya Citra tidak mengerti.
"lihat ini, apa ini?" tanya Zio menunjukan foto Citra dan Dirga.
"mas, kamu salah paham" sahut Citra mulai mendekat pada Zio yang terlihat marah.
"salah paham apa, kapan ini, tadi kan" kata Zio lagi.
"mas, itu foto udah lama, dan kebetulan saja baju kita tadi sama, foto itu saat Dirga memberikan nafas buatan pada aku, saat aku pingsan karena tenggelam" Citra menjelaskan pada suaminya.
"tidak ada yang kebetulan, bahkan sama sekali" kata Zio masih tidak percaya.
"kamu tidak percaya sama aku, kamu itu cemburu mas" ujur Citra menatap suaminya.
"tapi semuanya tidak masuk akal Citra" kata Zio sambil menatap tajam istrinya.
"mas, aku mohon jangan seperti ini" ujur Citra memegang tangan suaminya.
"lepaskan" ucap Zio.
"mas" kata Citra.
"LEPASKAN" bentak Zio dan air mata Citra pun menetes.
plak
satu tamparan keras mendarat di pipi Citra, kecemburuan Zio membuat ia melakukan kekerasan pada istrinya.
Zio pun pergi meninggalkan Citra yang menangis karena tamparan nya. tanpa peduli dengan panggilan Tania, Zio berlari menuju mobilnya dan pergi entah kemana.
Citra pun mengompres pipinya yang merah karena tamparan Zio tadi, supaya semua orang yang ada di rumah tidak tau apa yang terjadi pada mereka.
Karena hidup tidak selamanya berjalan dengan mulus, pasti akan ada lika liku yang ada di dalamnya
Happy reading
__ADS_1
Like, vote dan komen ya.
Terima kasih dukungannya βΊοΈππ