
Happy reading
Sore itu Citra mengajak putranya untuk berjalan sore ke taman komplek perumahan mereka.
"kemana nak?" tanya Tania yang lagi membaca buku.
"mau ajak jalan Zia bu" sahut Citra.
"oh" ujur Tania.
Citra pun pergi, sampai di taman ia menelpon Tia dan meminta Tia untuk datang ke tempat nya sekarang.
("halo ti, datang ke taman yang dekat rumah ayah sekarang") perintah Citra pada salah satu pembantu yang menjaga rumah nya.
("iya mbak, aku ke sana sekarang") sahut Tia.
("satu lagi, tolong packing baju aku yang ada di situ, dan kamu kesini pakai mobil, jangan naik ojek") kata Citra.
("iya mbak") sahut Tia.
setengah jam kemudian Tia datang dengan membawa mobil Citra, Citra pun meminta Tia untuk memegang putranya.
"kita mau kemana mbak?" tanya Tia heran.
"kamu masih kuliah kan?" tanya Citra pada Tia.
"masih mbak" sahut Tia.
"kamu kuliahnya pindah ke Bali saja, aku sudah urus semuanya, kita akan pergi ke sana dan tugas kamu tutup mulut saja, jangan sampai ada seorang pun yang tau kita di sana" kata Citra tanpa menatap ke arah Tia.
"jangan bilang mbak mau kabur?" tanya Tia.
"iya, aku mau kabur" sahut Citra membuka mobil
Citra melajukan mobilnya menuju Bali, di jalan Tia selalu saja membujuk Citra untuk tidak kabur dan kembali lagi ke rumah.
"mbak, jangan seperti ini dong, selesaikan masalahnya dengan baik" nasehat Tia.
"kamu diam saja, kalau tidak mau, ku suruh kamu pergi keluar negeri" ancam Citra.
"iya aku diam" ujur Tia menyerah sebelum berperang.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka pun sampai di sebuah rumah yang sangat jauh dari kota dan jalan menuju rumah itu di penuhi oleh pohon yang rindang dan bahkan jalan itu pun sempat tidak terlihat.
Citra masuk ke rumah dengan membawa koper nya, Tia pun menatap rumah itu penuh degan ketakutan, karena desain rumah itu tampak dari luar sangat seram.
"ngapain kamu disini?" tanya Alena kaget saat melihat sahabatnya datang.
"ya mau tinggal di sini lah, ini kan rumah aku" sahut Citra cuek.
"untuk apa?, rumah kamu kan banyak di Jakarta, lagian jika kamu tinggal disini pasti akan ada orang yang tau rumah ini" kata Alena kesal.
"untuk apa aku memberitahu kepada orang lain rumah ini" sahut Citra.
__ADS_1
"Citra, jika mama tidak mengancam ku tidak akan pernah mau aku kembali ke sini" ucap Alena yang tidak mau ada orang yang tau keberadaannya.
"kamu tenang saja, aku tidak akan memberi tahu kepada siapa pun, tentang keberadaan mu apalagi aku" sahut Citra hendak pergi.
"tunggu, jangan bilang kamu lagi minggat?" tanya Alena.
"kalau ia kenapa?" tanya Citra.
"terserah kamu saja" sahut Alena.
Citra masuk ke kamarnya dan mulai memejamkan matanya, satu jam tidur ia terbangun saat Tia membangunkannya.
"maaf mbak, den Zia mau mimik" ujur Tia.
"oh, sini" sahut Citra.
...****************...
Di Jakarta, semua menatap tajam ke arah Zio yang baru saja pulang rumah tanpa membawa anak dan istri nya. sedangkan ponsel Citra tidak bisa di hubungi sama sekali.
"kemana istri mu membawa Zia?" tanya Adit pada putranya.
"bukanya Citra di rumah" ujur Zio setengah sadar.
"Citra pergi membawa Zia, kita kira ia pergi sama kamu" kata Tania.
"tidak, Citra tidak bersama ku" sahut Zio.
"aku di kantor" sahut Zio.
"ada masalah dengan Citra?" tanya Indra lembut.
"tidak" sahut Zio lagi.
"jangan bohong Zi, ayah tau siapa Citra" kata Indra.
"Citra ciuman dengan laki laki lain" sahut Zio jujur.
"ciuman?" tanya Chelsea tidak percaya.
"iya ini" ujur Zio pada Chelsea.
Chelsea tertawa, walaupun dia dan Citra pisah tapi waktu itu, tapi ia tau tentang foto itu.
"kamu cemburu?" tanya Chelsea.
"iya, aku tidak mu milik ku di sentuh orang" sahut Zio.
"aku tau kisah ini" ujur Chelsea dan mulai menjelaskan pada Zio, dan saat Zio sedang mendengar cerita dari Chelsea, Indah dan Dirga pun datang dengan wajah panik.
"Citra kabur bawa Zia, dia kirim pesan pada ku" ujur Indah.
"kabur?" tanya Tania panik.
__ADS_1
"iya Tante, dia memilih pergi karena melihat kembali Zio bertemu dengan Rianti setelah malam itu mereka tidur satu kamar"kata Indah.
satu pukulan pun mendarat di wajah Zio.
"jelaskan semuanya" kata Adit menatap tajam putranya.
Zio menjelaskan pada semua mengenai awal ia dan Citra bertengkar dan hingga pada malam itu ia mabuk berat dan tidak sadar jika sedang di kerjain oleh temanya yang pemilik club malam itu.
"kalau ada masalah bicarakan pada kami, Citra itu tidak suka memberitahu masalahnya pada kami, dan beginilah akhirnya kabur" ujur Tania.
Zio pun terdiam andai saja ia percaya pada istrinya pasti sekarang Citra tidak akan kabur dengan membawa putranya. tapi untuk percaya saja ia masih ragu karena pakaian yang mereka pakai hari itu sama dengan yang ada di foto.
kembali ke Bali, Alena pun masuk ke kamar Citra dan menghampiri nya.
"eh ci, pulang sana, mereka mencari mu" ujur Alena yang tadi sempat melihat. media sosial nya.
"tidak mau, aku mau tinggal disini" sahut Citra.
"kamu itu salah paham, pulang jangan seperti anak kecil ngambek" kata Alena.
"tidak ya tidak, aku masih sakit hati pada nya" ujur Citra.
"sakit hati iya, tapi pulang" desak Alena.
bukanya mendengar kata Alena, justru Citra baring dan menarik selimut nya. Alena yang melihat tingkah sahabatnya itu pun menarik kembali selimut yang menutupi Tubuh Citra.
"aku mu tidur pergi sana" kata Citra ketus.
"besok pulang ya, kasihan Zia dipisahkan dari ayahnya" sahut Alena.
"malas, biar saja dia cari aku, siapa suruh dia memaksa ku untuk berhubungan badan dengan nya, saat lagi marah" ucap Citra.
"tapi enak kan?" tanya Alena.
"enak apaan, sakit tau, sampai sekarang masih terasa" kata Citra.
"udah, namanya juga masalah tidak ada yang enak, semuanya sakit" ujur Alena.
"itu kamu tau" kata Citra.
Alena keluar dan menemui Zia yang lagi di pegang sama Tia.
"ganteng, kalau sudah besar nanti jangan seperti mami ya, bandel, masa dia kabur. bawa kamu, dia itu kalah sebelum perang" kata Alena mengajak bayi mungil itu bicara.
"udah di bujuk mbak?" tanya Tia.
"Citra itu keras, biarin saja, sampai kapan dia mampu bertahan di sini, sebagai pelajaran juga buat Zio, siapa suruh main marah, cemburu, sebelum lihat buktinya" omel Alena tapi hanya Tia yang mendengarkannya.
**like, vote, dan komen.
terima kasih dukungnya, sehat selalu ya.
😚😚😚😚😚**
__ADS_1