
Setelah dua jam di udara, Citra pun sampai di Jakarta dan langsung memutuskan untuk kembali di rumahnya. sampai di rumah, Citra langsung masuk dan berlari ke kamar nya.
Tia masuk dengan mengendong Zia yang sudah terlelap di pangkuan ibunya tadi. malam itu di rumah Indra terlihat sangat sepi padahal waktu masih menunjukan pukul sembilan malam.
"mbak, cari siapa?" tanya Tia pura-pura tidak tau.
"mas Zio, kamu tau?" tanya Citra balik.
"mbak tidak liat apa, seminggu kita bersama, mana aku tau suami mbak di mana" sahut Tia menatap majikanya.
"oh iya" sahut Citra keluar kamarnya.
Citra turun dari lantai dua dan berjalan menuju ruang keluarga dan berteriak memanggil semua orang yang ada di rumah itu.
"non udah pulang" ujur Nina senang.
"iya, mana mas Zio?" tanya Citra.
"den Zio, ada di apartemen nya, non" sahut Nina.
Citra langsung pergi, dan memacu mobilnya dengan sedikit laju, hingga tiga puluh menit ia pun sampai di apartemen suaminya.
Sedangkan di rumah Indra, Nina bingung karena tiba saja anak majikanya datang, dan malah pergi lagi tanpa pamit.
"dasar bocah, main pergi aja, tidak bilang lagi mau kemana, udah bikin pusing satu rumah mencarinya" kata Nina kesal melihat tingkah Citra.
"enggak takut mbak Citra dengar?" tanya Tia dari belakang Nina.
"kamu, bikin saya kaget aja, ngapain di sini?" tanya Nina.
"aku dibawa minggat sama mbak Citra" kata Tia.
"kemana?" tanya Nina.
"aku tidak tau, tempat itu" sahut Tia bohong karena Alena melarang nya menceritakan pada siapapun kemana Citra kabur waktu itu.
"oh, ya udah aku masuk lagi, ngantuk" ujur Nina yang memang udah tidur tapi bangun lagi karena teriakan Citra.
"eh, mbak, yang lain mana?" tanya Tia sambil melirik jama tangan nya.
"di rumah pak Adit, mau membicarakan tentang non Citra yang kabur, karena mas Zio mengurung dirinya di kamar dan mabuk mabukan" sahut Nina.
"mbak tidak telpon orang rumah, dan bilang kalau mbak Citra udah pulang" kata Tia.
"tapi kan, non Citra pergi lagi" ujur Nina malas.
"di lagi cari mas Zio, kebelet ingin pipis" kata Tia senyum.
"kebelet ingin pipis, kan di sini banyak toilet" ujur Nina bingung.
__ADS_1
"pipis yang bikin terbang ke nirwana" sahut Tia.
"benaran?" tanya Nina
"iya, siapa suruh dia tidak mau pulang, dan minta untuk tinggal di sana satu bulan" kata Tia.
"jadi itu ulah kamu, gimana kali non Citra tau" ujur Nina.
"biarin, lagian dia juga doyan" sahut Tia pergi ke kamar Zia, karena Lala tidak ada di rumah.
Citra langsung masuk dan melihat suaminya lagi sedang main game online sambil meminum alkohol.
"mas" kata Citra langsung duduk di pangkuan suaminya.
"kenapa pulang?" tanya Zio menatap istrinya.
"mas, tidak mau aku pulang?" tanya Citra sambil memainkan tangannya di dada suaminya.
"tidak, pergi sana, supaya aku gila" sahut Zio.
tidak menjawab Citra langsung melepaskan pakaian nya dan duduk kembali di pangkuan suaminya. Zio pun mulai panas saat melihat keindahan tubuh istrinya yang tidak mengunakan apa pun lagi, dan saat ini dia juga sedang mabuk.
tanpa aba Zio langsung mengangkat Citra dan membawanya ke kamar. bibir mereka pun bertautan cukup lama.
"kita terbang ke nirwana sayang" kata Zio yang sudah di kabuti gairah.
"lakukan mas" sahut Citra. yang sudah terpengaruh obat perangsang.
"mas, aku mau pipis ah" ucap Citra menjambak rambut suaminya.
Zio mengangkat kepalanya dan mulai permainan inti, Citra memejamkan matanya saat merasa suaminya sudah memasuki dirinya.
"mas, mau pipis lagi" ujur Citra.
"keluarkan sayang" kata Zio mengurangi gerakannya
kedua pasangan suami istri itu larut dalam permainan mereka sendiri hingga hari mulai menjelang pagi, tapi keduanya tidak kenal lelah.
"ah, mas aku tidak kuat lagi mas" teriak Citra yang sudah di puncaknya.
"tahan sayang, kita keluar kan sama-sama" kata Zio tidak lama keduanya pun menggerang hebat dan Zio ambruk di atas tubuh istrinya.
"terima kasih sayang" kata Zio mencium kening istrinya.
Citra sudah terlelap dalam tidurnya, Zio mengamati wajah istrinya yang tampak lelah karena kegiatan panas mereka.
jam sembilan Citra bangun dan merasakan sakit di bagian bawah tubuh nya.
"kenapa sayang?" tanya Zio melihat Citra meringis.
__ADS_1
"tidak, aku mu ke kamar mandi" sahut Citra menahan perih.
"mas bantu ya" kata Zio mendekat.
"tidak usah mas" sahut Citra.
Citra kembali tertahan saat hendak melangkah, karena rasa perih itu, tanpa aba Zio mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam bathtub.
Zio kembali ke kamar mandi, saat merasa istrinya sudah selesai, dan mengangkat Citra.
"pakai bajunya" ujur Zio yang membawa baju untuk Citra.
"iya" sahut Citra memakai baju nya di hadapan Zio.
siang nya Citra pun kembali mengeluh karena merasakan sakit di gunung kembar nya karena asi nya sudah mulai merembes.
"mas, kita pulang saja" ujur Citra saat Zio masih setia menyusui pada nya.
"kamu masih cepek, nanti sore saja" sahut Zio
Mungkin keduanya pun sudah lupa dengan kesalahan mereka masing masing-masing, yang membuat keduanya saling berdebat hingga Citra sempat kabur.
"kasihan Zia mas, aku tidak meninggalkan asi semalam" kata Citra menatap suaminya.
"kan asi di kulkas masih banyak yang" sahut Zio yang memang lagi asik dengan gunung kembar istrinya.
"mas, aku mau pulang" kata Citra lirih.
"iya, kita pulang" sahut Zio melepaskan mulutnya dari gunung kembar istrinya.
Zio mengangkat tubuh Citra dan menggendongnya ke dalam mobil yang sudah ia pesan tadi. sepuluh menit di jalan mereka pun terjebak macet karena ada kecelakaan.
Citra terus menangis karena merasakan sakit, dan baju nya juga sudah mulai basah karena asi nya yang sudah merembes kembali.
"tidur ya, biar sakitnya hilang" kata Zio mengusap rambut istri nya.
tidak lama Citra pun tidur dalam dekapan Zio, dan perjalanan menuju rumah Indra pun sangat macet, hingga menghabiskan waktu satu jam lebih di jalan.
setibanya di rumah Zio mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mereka. Tania yang melihat anak dan menantunya datang pun menghampiri nya.
"kenapa zi?" tanya Tania menatap wajah anaknya.
"tidak ada Bu, Citra hanya tidur" sahut Zio.
"oh, ibu kira terjadi sesuatu" sahut Tania lega.
"kita baik-baik saja" ujur Zio senyum.
"ibu ke kamar dulu ya, jaga dia jangan sampai kabur lagi" ucap Tania.
__ADS_1
**Happy reading
terima kasih dukungnya**