Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Penyusup


__ADS_3

Malam itu sesuai permintaan Indra, Tania pun tidur di kamar Citra, sebelum ia masuk ke kamar Citra, terlebih dulu ia ke kamar Zia. setelah memastikan cucunya tidur Tania pun ke kamar putrinya.


Citra yang tidur sangat pulas pun tidak menyadari jika ibunya masuk ke dalam kamar. saat ingin baring Tania kaget melihat pintu balkon terbuka.


"ya ampun ci, kenapa pintu balkon tidak kamu kunci" ujur Tania beranjak dari ranjang dan berjalan menuju balkon.


tanpa curiga Tania pun kembali berbaring hingga ia menyusul Citra yang sudah tertidur. tengah malam ia terbangun saat mendengar suara vas bunga yang jatuh.


"bunyi apa itu bu" ujur Citra yang juga kaget.


"ibu cek dulu" kata Tania bangun dan berjalan menuju balkon yang terdapat bunga koleksi dari Citra.


Tania menatap vas bunga yang pecah itu dan mencari apa penyebabnya.


"jika vas ini tidak di sentuh, tidak akan bisa pecah seperti ini" kata Tania.


"ada apa bu?" tanya Citra berjalan ke arah ibunya.


"ini, vas bunga nya pecah, seperti kena senggol orang deh" ujur Tania.


"mungkin kucing kali" kata Citra yang tidak curiga.


"kamu masuk dulu sana, ibu bereskan ini dulu" ujur Tania.


saat Tania duduk dan ingin memegang pecahan vas itu, tiba saja ada orang yang berlari dari arah bawah kamar itu menuju tembok samping.


"siapa itu?, tidak mungkin penjaga meloncat pagar" ujur Tania menatap penjaga yang lagi berjaga dan yang lain mungkin sudah tidur.


"apa aku minta mereka cek arah tembok itu ya, jangan-jangan ada orang yang ingin masuk kamar Citra, dan pintu balkon tadi terbuka" kata Tania takut.


Tania langsung masuk dan berlari ke ranjang, karena Citra tidak ada ia mulai mengetuk pintu kamar mandi.


"ci kamu di dalam?" tanya Tania.


"iya bu" sahut Citra dari dalam kamar mandi.


Malam itu Tania tidak bisa tidur dia ingin segera pagi, dan tidak sabar memberi tahu suaminya mengenai kejadian semalam.


...****************...


Pagi tiba, dan Tania langsung kembali ke kamar nya. di sana Indra sudah rapi dengan setelan jasnya.

__ADS_1


"udah mau berangkat yah?" tanya Tania.


"iya bu" sahut Indra senyum.


"yah, ada yang mau aku bilang" ujur Tania menatap suaminya.


"apa, bilang saja" sahut Indra.


Tania pun langsung memberitahu Indra mengenai kejadian di kamar Citra semalam, dan ia juga merasa jika semalam ada orang lain selain mereka di kamar itu.


"sebentar, ayah tinggal dulu" ujur Indra berjalan menuju ruang kerjanya.


ia pun langsung mengecek CCTV yang dia pasang di sana tanpa Citra ketahui. Indra terbelalak saat melihat ada orang lain yang masuk ke kamar Citra lewat balkon dan menutup CCTV yang memang di pasang di kamar itu.


dan benar kata Tania, orang itu sembunyi di walk in closet saat Tania masuk dan mengunci pintu balkon itu. Namun manusia yang mengunakan masker itu tidak bisa keluar dari kamar Citra, karena balkon di kunci Tania dan kunci itu diletakan di atas nakas ranjang.


"dasar manusia bodoh, awas saja kamu, berani bermain dengan keluarga ku" kata Indra. yang masih mengecek CCTV dan melihat berkas yang di ambil oleh manusia itu tertinggal di meja.


"aku harus lihat isi berkas itu" kata Indra yang sudah masuk ke kamar Citra, dan Citra saat ini ada di ruang keluarga jadi dia tidak tau kalau ayahnya masuk ke kamar nya.


setelah melihat isi berkas itu, Indra menjadi paham apa mau orang itu sebenarnya, mereka ingin mengalihkan perusahaan Citra dan merampas perusahaan itu. tapi mengapa hal yang sama terjadi juga pada Zio, apa yang di inginkan mereka sebenarnya.


Indra pun meminta anak buahnya untuk memperketat penjagaan di seluruh rumahnya tanpa diketahui oleh penjaga dan orang rumah.


"aman yah" sahut Citra.


"kamu harus berhati-hati" ujur Indra serius.


"ada apa yah?" tanya Citra melihat wajah ayahnya tidak seperti biasa.


"kamu tanya sama itu" kata Indra.


"ada apa bu?" tanya Citra panik.


Tania pun menceritakan jika semalam ada orang yang masuk ke kamar Citra dan ingin mengambil dokumen pemilikan perusahaan atas nama nya.


"tapi aku tidak punya musuh, siapa mereka" ujur Citra yang takut terjadi sesuatu, apalagi sekarang sudah ada Zia.


tanpa sepengetahuan Indra, Citra pun meminta bantu Billy untuk menyelidiki Vito, dan ia juga meminta orangnya untuk menjaga suaminya yang saat ini juga di intai oleh orang.


sore itu Frans pun datang bersama Sinta ke rumah Indra.

__ADS_1


"tumben datang berdua" ujur Citra.


"ada uang mau kami bicarakan" kata Frans serius.


"ada masalah perusahaan?" tanya Citra.


"bukan, tapi proyek yang ingin kita bangun bersama Vito, berkasnya hilang semua, dan dana untuk pembuatan proyek itu hilang di curi hingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian karena proyek itu gagal" penjelasan Frans pada Citra.


"Vito mana?" tanya Citra.


"dia, lagi meeting bersama para staf yang terlibat dalam proyek itu, untuk mencari tau siapa dalangnya" ujur Frans.


"iya mbak, tadi pak Vito, memberi tahu saya atas semua masalah ini" sambung Sinta.


"sekarang, tugas kita hentikan pencarian ini, dan bilang pada Vito" kata Citra.


"kenapa di hentikan?" tanya Frans bingung.


"biar orang itu merasa, kita tidak peduli dengan itu proyek, dan sekarang buat berkas palsu untuk proyek itu lagi" kata Citra.


"maksudnya, kamu ingin menjebak pelakunya?"tanya Frans.


"iya, dan sekarang kita harus membeku kan cek yang di curi itu" ujur Citra.


"oke, sin lakukan lah" perintah Frans.


"baiklah pak" sahut Sinta.


Frans dan Sinta pun kembali ke perusahaan saat bendahara perusahaan mengatakan jika dana yang sudah di berikan untuk proyek perusahaan itu sudah di bekukan dan tidak bisa di gunakan lagi.


Kabar itu pun akhirnya datang pada Zio, saat orang yang dimintanya untuk menjaga istrinya memberi tahu, jika semalam ada orang yang menyusup masuk ke kamar. saat hendak pergi waktu itu, Zio merasa ada yang tidak beres di kamarnya, hingga ia telat pergi ke Surabaya, dan dia yakin itu ulah orang lain.


hingga saat itu ia minta orang untuk menjaga rumah itu dari jauh. namun bukan hanya itu, orang itu juga mengincar dia dan Panji.


Zio lega saat tau, keadaan rumah mertuanya saat ini aman dan banyak penjaga yang di tugaskan Indra untuk menjaga rumahnya.


Setelah Frans dan Sinta pulang, Citra pun mengecek kamarnya, dan benar saja ada sebuah penyadap di kamar itu.


memang keluarga Indra merupakan keluarga yang peka, mereka akan segera tau jika ada sesuatu yang mencurigakan di rumah mereka.


**Happy Reading.

__ADS_1


bantu vote, like, dan komen ya


terima kasih**


__ADS_2