
"nanti ibu antarkan kalian ke dokter kandungan, sekalian hari ini Chelsea juga periksa kandungannya" ujur Tania.
"iya bu" jawab Citra.
"ci, karena ini kehamilan pertama kamu, kamu harus banyak belajar sama ibu" ujur Indra melirik putrinya.
"siap yah, lagian aku sama mas Zio juga akan tinggal disini, karena mama tidak mengijinkan kita pulang lagi ke Penthose." ujur Citra.
"bagus lah kalau begitu, ibu dan ayah tidak keberatan kalian tinggal disini" kata Indra.
"karena kamu masih di sini, boleh dong buatkan aku salad" ujur Chelsea senyum.
"kakak ngidam salad lagi?" tanya Citra.
"iya" jawab Chelsea masih setia dengan senyum manisnya.
"eh ci, ibu mau nanya?, tiga bulan yang lalu kok kamu bisa tau kalau Chelsea ngidam salad buatan kamu?" tanya Tania.
"aku tau dari Angga bu" jawab Citra.
"Angga teman nya Erik?" tanya Zio menatap Citra.
"iya mas" jawab Citra.
"malah bahas yang lain, mau tidak buatkan aku salad?" ujur Chelsea cemberut.
"iya, nanti ya kak, pulang dari rumah sakit" jawab Citra.
"oke" jawab Chelsea senang.
sejenak semuanya pun terdiam, hanya terdengar suara piring dan sendok yang berbunyi.
"sayang aku ke kampus dulu ya" ujur Ryan.
"iya mas hati-hati, kalau sudah selesai langsung pulang" kata Chelsea.
"iya nanti langsung pulang, maaf tidak bisa temani kamu periksa kandungan" kata Ryan dan mendapatkan anggukan dari Chelsea, ia pun menyalami mertuanya.
"mas, aku udah lama lo tidak ke kampus" ujur Citra.
"tapi kamu kan selalu mengerjakan tugas kampus" ucap zio.
"iya sih" jawab Citra.
setelah sarapan Zio pun mengantar istrinya dan Chelsea dengan di temani mertuanya ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganya. tidak begitu lama mereka pun sampai di rumah sakit tempat praktek dokter Sari sepupu Zio dan merupakan dokter kandungan Chelsea. mereka berjalan keruangan dokter Sari dan Zio pun mendaftarkan nama istrinya. tidak lama kemudian mereka pun di panggil.
__ADS_1
"hai zi" sapa Dr Sari melihat sepupunya.
"hai sar, apa kabar?" tanya Zio.
"baik zi, ini istri kamu?" tanya Dr Sari menatap Citra.
"iya sar, dan ini kakak nya Citra dan mertua saya" ujur Zio membuat Sari terkejut.
"oh jadi kamu adiknya Chelsea" ujur Dr Sari sambil mengarahkan Citra untuk baring di ranjang periksa.
"iya dia kakak ku" jawab Citra.
Dokter Sari pun mulai menuangkan gel di perut Citra, kemudian meletakan alat transduser yang berhubungan langsung ke layar komputer di perut Citra, ia mengeserkan alat ke kiri dan ke kanan untuk mencari bakal janinnya, dan janin itu pun terlihat sebesar biji kacang.
"ini bakal janinnya sudah terlihat, kondisi nya sehat, usianya baru empat minggu, tapi harus tetap di jaga" kata Dr Sari Zio pun mengangguk.
"jika tidak ada keluhan lain, saya akan berikan obat tambah darah dan vitamin" ujur Dr Sari melirik Citra.
"kadang sering mual juga sih, tapi napsu makan saja yang berkurang" ucap Citra.
"kalau begitu ini resepnya, bisa di tebus di apotik, dan disini juga ada obat pengurang rasa mual" kata Dr Sari memberikan resep dan foto USG.
"terima kasih sar, mumpung masih disini aku mau nanya?" kata Zio.
enam bulan lalu ke rumah sakit hanya untuk mengajak mancing suami Sari.
"tidak, aku cuma mau nanya apa boleh kita melakukan making love" ucap Zio sontak membuat Citra malu.
"boleh zi, asalkan pelan-pelan saja" kata Sari senyum.
selah menunggu Dr Sari memeriksa kandungan Chelsea, Citra dan Zio pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"chel ingat ya, jangan pencicilan, kamu selau lupa kalau lagi hamil" ujut Dr Sari.
"iya dok" jawab Chelsea.
"jangan iya saja, tapi di dengarkan, tolong di perhatikan ya buk, kedua anak ini" kata Dr Sari ke pada Tania.
"iya sar terima kasih"ujur Tania.
"janinnya sehat ya chel, tolong di jaga ya" kata Dr Sari pagi.
"iya dok, kami permisi" kata Chelsea dan yang lain pamit.
setelah kepergian Zio dan yang lain, dokter Sari pun tidak menyangkan kalau anak om nya, ternyata tinggal di satu atap. Sari sudah lama mengenal Zio tapi kalau Ryan dari kecil mereka sudah bersama. Ryan yang lebih tua delapan bulan dari Zio.
__ADS_1
setelah menebus obat Zio pun melajukan mobilnya ke kediaman Pramana, di jalan Chelsea mendapatkan omelan dari ibunya, hingga membuatnya menangis sehingga membuat yang di dalam mobil pun panik.
"kamu kenapa?" tanya Tania berhenti menasehati anaknya.
"ibu jangan marah, aku takut" ujur Chelsea menangis.
"ibu tidak marah nak, ibu cuma menasehati kamu" ucap Tania memeluk Chelsea.
"kak, masa gitu saja nangis, nanti dedek nya nangis juga" ujur Citra membuat Chelsea menghapus air matanya.
"zi, cepat bawa mobilnya, aku sudah tidak sabar makan salad" ujur Chelsea membuat Zio tertawa.
"lucu juga ya ibu hamil, sebentar nangis, sebentar tertawa" kata Zio dan mendapatkan cubitan dari Citra.
"aw, sakit sayang" kata Zio meringis sambil mengusap perutnya.
"nanti nangis lagi baru tau rasa" bisik Citra.
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah, sampai di sana Zio pamit pada Citra untuk ke kantor. Chelsea pun langsung menuju dapur untuk mempersiapkan bahan yang akan di gunakan untuk membuat salad.
Citra beranjak ke dapur dan melihat kakaknya sudah membersihkan buah yang akan ia gunakan untuk membuat salad. Citra menghampiri Chelsea dan mulai membuatkan salad untuk kakaknya.
setelah selesai membuat salad Citra kembali membuka kulkas dan mengambil buah mangga muda yang tersedia di kulkas, ia mencucinya dan mengupasnya, setelah itu Citra memotong kecil mangga itu dan mengolahnya menjadi rujak yang sangat pedas.
kedua kakak beradik itu pun sibuk dengan makannya masing-masing, hingga Tania yang hendak pergi ke salon pun menjadi teriak melihat Citra memakan rujak pedas dengan jumlah yang cukup banyak.
"ci, Citra sudah jangan dimakan lagi" teriak Tania dan Citra pun menatapnya.
"tapi aku menginginkan nya bu" jawab Citra.
"tidak sayang ini terlalu pedas" ujur Tania takut.
"tidak kok bu" sahut Citra.
"nanti perut kamu sakit nak" ucap Tania mengambil rujak itu dan mencicipinya.
"ini pedas bangat ci, sudah ya, kan tadi sudah memakan nya" kata Tania menatap Citra.
"iya bu, sebagai gantinya ibu buatkan aku sate ya" ujur Citra dengan mata berbinar.
dan hari itu pun Tania tidak jadi pergi ke salonnya, ia membuatkan sate ayam kesukaan Citra.
...**Happy Reading...
Terima kasih sudah membaca**.
__ADS_1