Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Pulau terpencil


__ADS_3

Happy reading


Setelah kepergian Zio, Citra meninggalkan Penthouse, iya sudah menghubungi orang suruhan nya untuk menjemputnya di kantornya, karena di situ ada landasan pesawat. Citra berniat untuk pergi kepulau pribadinya, yang tidak di ketahui siapa pun.


Saat iya berjalan menuju gerbang tiba-tiba penjaga rumah menghampirinya.


"maaf non, mau kemana?" tanya penjaga


"saya mau ke minimarket, teman saya sudah menunggu saya" ujurnya


"diantar supir ya non" penjaga tidak percaya.


"tidak usah pak, supir teman saya sudah dijalan mau jemput, nah itu dia" kata Citra melihat supir taksi suruhannya datang.


"iya non silahkan" penjaga percaya setelah mendengar supir taksi berbicara dengan majikannya.


setelah kepergian Citra penjaga rumah yang merupakan sapam rumah Zio itu pun memberitahu Zio bahwa Citra pergi menemui temannya.


Sampainya di kantor Citra memerintahkan supir itu untuk masuk keruang CCTV, iya meminta supir itu untuk mematikan CCTV dari arah gerbang menuju samping kantor, serta landasan pesawat untuk sementara, iya melakukan itu supaya orang tidak tau.


Citra berjalan menuju belakang kantornya setelah supir itu mengabarkan bahwa CCTV mengarah ke landasan sudah di matikan. saat itu keadaan kantor sudah mulai sepi hanya tinggal beberapa sapam yang berjaga. Citra masuk ke dalam pesawat dan seketika pesawat pun landing. setelah menyelesaikan tugasnya supir kembali ke mobilnya, iya tadi menyamar menjadi sapam.


Tidak begitu lama pesawat pun sampai di pulau yang begitu luas dan sangat indah itu, di sana tidak jauh dari landasan ada dua rumah yang sangat besar sebelum menuju villa, rumah itu di tempati oleh sepuluh bodyguard dan mang Dadang berserta istrinya, sedangkan pelayan yang lain tinggal di villa itu. Dulunya pulau hanya di jaga oleh mang Dadang dan bi Ina karena satu tahun yang lalu terjadi perampokan sehingga hampir merengut nyawa mang Dadang. Dan itu lah sebabnya Citra memperkerjakan bodyguard, sapam, dan pelayan lainnya.


Citra keluar dari pesawat dan menghirup udara malam sambil membentangkan tangannya, iya tersenyum sambil berjalan menuju Villa yang tidak jauh dari rumah pelayan. iya pun disambut oleh bi Ina dengan baik.


"selamat malam non" sapa bi Ina


"malam bi" jawab Citra tersenyum.


"mau minum apa non?" tanya bi Ina


"engak usah bik, saya langsung aja ke kamar mau istirahat" jawab nya ramah


"baik kalau begitu saya pulang dulu non" kata bi Ina.


"silahkan bik" jawab Citra kemudian berjalan menuju lift.


iya merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya yang sudah lama iya tinggal. Citra hanya datang ke pulau jika ada masalah atau sesuatu yang mengangu pikira nya, guna untuk menenangkan diri.


...****************...


Di Jakarta Zio pulang ke Penthouse dengan ke adaan mabuk, iya di paksa oleh teman nya untuk minum bersama mereka. sehingga iya tidur di kamar tamu.

__ADS_1


Zio terbangun dan bergegas ke kamarnya, iya membersihkan dirinya dan turun ke bawah untuk sarapan pergi ke kantor karena hari ini iya ada meeting pagi. sehingga iya lupa melupakan Citra, yang tidak ada di rumah.


Sedangkan di kampus Alena sedang menunggu Citra datang, sudah satu jam iya duduk di lobi kampus, namun Citra tak kunjung datang, padahal kelasnya Citra sudah dimulai.


"Al ngapain disini masuk yok" ajak Angel kepada sahabatnya yang sedang duduk di lobi menunggu seseorang.


"entar dulu, gue lagi nunggu Citra" kata nya sambil terus melirik ke pintu masuk.


"biarin aja, kita kan beda jurusan, udah mau masuk lo" kata Angel


"tunggu sebentar"


mereka pun menunggu Citra, namun orang nya tidak juga nongol, sehingga mereka pun masuk ke kelas nya, karena kelas akan di mulai.


"Citra kemana ya?" tanya Alena


"engak tau gue" jawab Angel


"engak biasanya iya hilang, apalagi sampai tidak masuk kayak gini kecuali ada kerjaan"


"coba telpon deh"


"engak aktif ponselnya"


" dikelas tidak ada"


iya juga sih"


Di kantor Zio menelpon Citra, iya baru dapat info dari orang rumah bahwa Citra tidak pulang dari semalam setelah pamit ke minimarket. Zio nampak gelisah iya takut kalau Citra kenapa-napa, bisa-bisa iya kena marah orang tuanya.


"ck, kemana aja si Citra" ucapnya kesal bercampur panik.


("hallo Rik lo tolong gue dong, istri gue hilang") kata Zio


iya menghubungi Erik temannya, karena Erik adalah orang yang pandai mencari seseorang dalam waktu singkat.


("emang kemana istri lo") tanya Erik di seberang sana.


("gue engak tau dari semalam, bilangnya mau ke minimarket kata sapam") ujurnya.


("udah lo telpon") tanya Erik.


("engak aktif, kalu nenek tau habis gue, apalagi kata Alfa Citra engak pernah tidak pulang kecuali iya di luar kota") ujurnya

__ADS_1


("ya udah nanti gue suruh orang gue buat cari istri lo, lo tenang aja") kata Erik.


("terima kasih bro udah mau bantu") ucapnya.


("santai aja") ucap Erik


Zio tambah panik hari sudah hampir pagi lagi, namun ponsel Citra masi saja belum aktif, apalagi tadi siang Erik bilang bahwa iya belum bisa menemukan istrinya. sudah seluruh Jakarta iya iya lewati namun keberadaan Citra belum juga di temukan.


"apa iya sudah pulang?" tanya Zio kepada maid nya iya baru saja pulang.


"belum den, mungkin non Citra sengaja pergi karena iya takut" kata bik Lila


"takut, maksudnya?" tanya Zio penasaran.


"malam itu sebelum den datang ke dapur, non Citra sempat cerita kalau iya takut sama rumah yang banyak pelayannya, karena dulu iya pernah di siksa sama pelayan di rumah bibinya, yang pura-pura baik tapi malah menyiksanya" jelas bik Lila yang mendengar peryataan Citra malam itu.


"terima kasih ya bi" kata Zio iya pergi ke kamar nya.


iya kembali menelpon Erik, untuk mencari identitas Citra sebenarnya yaitu rumah, tempat kerja, kampus, dan bahkan sahabatnya, karena Zio yakin istrinya sedang menenangkan dirinya dari truma nya masa kecil setelah mendengarkan penjelasan bi Lila.


("hallo bro, gue udah dapat info") kata Erik di panggilan telpon.


("jelaskan saja") ucap Zio


("istri lo tinggal di rumah pemberian bundanya, iya kuliah satu kampus sama lo bro, dia kerja di butik Angel Fashion, dan ternyata iya seorang CEO bro") ujur Erik


(" dari mana kamu tau info ini") tanya Zio iya tidak tau kalau Citra tinggal sendiri dan seorang CEO


("dari Angga bro") ucapnya


("Angga lo yakin") Zio tidak percaya


("tadi gue ketemu dia, dia itu mata-mata nya Citra orang suruhan Alfa untuk mengawasi adiknya, aku sempat menghipnotis dia, setelah gue menghipnotis sahabatnya Alena") jelas Erik


("ya udah lo tau dia dimana sekarang?") tanya Zio lagi


("maaf bro sepertinya istri lo memiliki seribu cara untuk menyembunyikan sesuatu") ujur Erik


(" ya udah Rik, terima kasih") ujur Zio


"ah susah bangat sih ada istri merepotkan" gumam Zio kesal serta takut.


**Terima kasih sudah membaca😊

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan komen


maaf jika alurnya acak acakan, soalnya baru pertama menulis novel dan mengarangnya, disela sela kesibukan**


__ADS_2