Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
kebaikan Citra


__ADS_3

Di ruang Pranata Group Zio berdiri menatap pemandangan kota Jakarta yang begitu pada dan ramainya kendaraan.


ia masih memikirkan mengenai pewaris perusahaan ayah nya itu, lamunan Zio pudar saat Erik masuk untuk memberikan tau nya mengenai meeting mereka nanti siang.


"maaf pak, mengganggu, aku ingin memberi tahu bahwa satu jam lagi kita akan meeting di luar pak" ujur Erik.


"kita berangkat sekarang" sahut Zio duduk di kursi kebesaran nya.


"baik pak" ujur Erik asisten dan sahabat Zio.


"tunggu sebentar, aku ingin bicara sama kamu" ujur Zio.


"silahkan pak" sahut Erik duduk di kursi.


"aku ingin kamu cari kan orang yang bisa mengurus perusahaan ku yang ada di Amerika, dan bawa dia kesini, aku akan memilih di antara kalian berdua" ujur Zio pada Erik.


"baik pak, aku akan cari orang yang baik dan bertanggung jawab" sahut Erik menurut dan mulai hari ini ia harus mencari orang yang tepat jika tidak sudah di pasti ia yang akan pindah ke Amerika.


karena Alek sudah memutuskan untuk menetap di Jakarta bersama istri nya. dan Zio tidak akan pernah mau untuk menetap di Amerika karena perusahaan yang sekarang itu merupakan perusahaan yang ia kembangkan dengan sendirinya, walaupun itu anak cabang dari perusahaan Adit sebelum nya.


"aku percaya kan semuanya pada mu, adik ku Damar tidak bisa di andalkan" ujur Zio pada Erik.


"baik pak, aku akan Carikan orang nya" sahut Erik.


kedua nya pun berjalan menuju lobby perusahaan dan siap pergi ke restoran yang biasa seringkali mereka gunakan untuk meeting.


sampai di sana Zio dan Erik pun langsung masuk dan menunggu klien yang akan membahas beberapa bisnis pada mereka.


Citra yang kebetulan juga habis kuliah juga pergi ke restoran yang sama dengan suaminya, setelah selesai dengan meeting Zio pun hendak pergi dan melihat istrinya lagi sedang makan bersama Indah teman satu kampus nya.


Zio berjalan dengan Erik di belakang nya, dan kedua nya pun menghampiri Citra.


"di sini sayang?" tanya Zio membuat Citra menatap siapa yang memanggil nya.


"mas, di sini juga, lagi ngapain?" tanya Citra balik.


"mas baru saja selesai meeting sayang" sahut Zio senyum.


"oh, aku habis kuliah jadi lapar dan ngajak Indah makan di sini" ujur Citra.


"ya udah mas kembali ke kantor dulu ya" pamit Zio.


"iya mas" sahut Citra mencium tangan suaminya.


"jangan kelayapan, ingat sama anak" kata Zio.


"iya, habis dari minimarket langsung pulang kok" sahut Citra.


setelah kepergian Zio dan Erik Citra pun melanjutkan makan nya yang sempat tertunda.


"suami kamu ganteng juga ya" kata Indah senyum.

__ADS_1


"kamu naksir?" tanya Citra ketus.


"apa boleh aku naksir?" tanya Indah.


"awas saja jika kamu berani naksir sama suami aku, aku jitak kepala kamu" kata Citra membuat Indah tertawa.


"haha, ternyata seorang Citra bisa cemburu juga" ujur Indah.


"ya bisa lah, dia kan milik ku, tidak boleh di taksir atau di ambil oleh orang lain lagi" sahut Citra.


"aku hanya bercanda Ci, masa aku merebut Zio dari kamu" kata Indah.


"iya, aku mau pulang ni, cepat habiskan makanan kamu" kata Citra.


"iya, tapi antar aku pulang ya" sahut Indah.


"iya aku antar tenang saja, siapa suruh udah tua bandel, jadi di hukum kan" ujur Citra mengejek.


"aku belum tua ya, masih muda belum ada uban, lagian aku tidak salah ibu aja yang selalu marah liat aku pulang malam" sahut Indah membela dirinya.


Hari ini Indah pergi ke kampus dengan berjalan kaki, karena mobil dan dompet nya di sita oleh ibunya, karena terlalu sibuk dengan kerjaan baru nya yaitu bernyanyi di sebuah cafe milik Dirga, Indah jadi lupa waktu.


dan untung saja Citra mengajak dia makan siang dan memberikan dia tumpangan.


"kamu beli apa dah?" tanya Citra saat kedua nya sudah di minimarket.


"tidak ada, aku temani kamu saja" sahut Indah.


Citra berjalan sambil mendorong troli dan memasukkan semua apa yang ingin ia belikan termasuk segala bahan dapur yang sudah mulai menipis.


dan tidak lupa ia membelikan susu untuk Yabes dan Zia, dan satu pak pembalut, dan beberapa cemilan lainya untuk adik nya.


"kami tidak mau kasi adik buat Zia gitu ci?" tanya Indah saat melihat satu pak pembalut di troli.


"dia masih kecil nanti nunggu udah agak besar, baru kasi adik buatnya" sahut Citra.


"oh, ci traktir aku minum dong, haus" ujur Indah.


"ambil saja sendiri" sahut Citra masih sibuk memilih kosmetik.


"terima kasih ci" sahut Indah pergi ke arah kulkas dan mengambil satu botol air dingin dari sana.


setelah menemukan apa yang akan dia beli, Citra pun mengajak Indah ke mall karena waktu masih siang.


"tidak apa kita ke mall?" tanya Inah takut Zio marah.


"tidak apa dah, lagian ini masih siang, coba lihat itu masih banyak karyawan kantor yang masih makan siang" ujur Citra pada karyawan yang ia lihat memasuki restoran atau kafe.


"ia juga sih" sahut Indah.


sampai di Mall Indah terkejut melihat Citra membeli banyak sekali pakaian dan yang lainya untuk semua pembantu dan keluarga nya.

__ADS_1


"kamu mau beli apa?, nanti aku yang bayar" tanya Citra pada Indah yang hanya menjadi ekor Citra.


"tidak ada, kamu banyak sekali yang di beli?" tanya Indah walaupun ia sudah tau untuk siapa semua barang itu.


"ini untuk keluarga dan pembantu aku dah, sebagai bonus kalau mereka sudah berkerja dengan lelah setelah hari nya" sahut Citra.


"pilih saja jangan sungkan, jika uang aku habis masih bisa pakai punya Zio" ujur Citra lagi.


"ya udah deh aku pilih ini saja" ujur Indah pada gantungan HP.


"kayak anak kecil saja kamu, beli yang begituan" kata Citra.


"buat hadiah ulang tahun pacar aku ci, besok dia ulang tahun tapi aku dompet ku di sita satu Minggu oleh ibu" ujur Indah.


"ya sudah kamu pilih saja yang lain, jika kamu tidak enak minta dengan ku, kamu boleh pinjam uang aku dulu" ujur Citra.


"boleh?" tanya Indah.


"ya boleh lah" sahut Citra.


"terima kasih ci, besok kalau dompet sudah kembali aku bakal ganti uang kamu" kata Indah.


sekarang giliran Citra yang menemani Indah mencari kado untuk pacar nya, sedangkan belanja Citra sudah di kirim ke alamat tujuan nya.


"kenapa masuk kesini, katanya mu beli kado, malah beli mainan?" tanya Citra heran.


"iya cari kado, mainan juga bisa di jadikan kado" sahut Indah.


"emang kamu kira pacar kamu anak kecil apa?" tanya Citra.


"jangan salah dia selalu belikan ku kado Barbie setelah aku ulang tahun, tapi berbeda dengan ku yang selalu belikan dia apa yang ia suka" ujur Indah.


"oh kamu mau balas dendam ini" kata Citra.


"iya, aku mau belikan dia mobil remote control" ujur Indah tertawa.


"ada-ada saja kamu" kata Citra ikut membelikan mainan untuk Zia.


Indah pun tertawa melihat hadiah ulang tahun yang akan ia persembahkan kepada pacar nya itu, sebuah mobil remote control yang cocok di mainkan anak usia lima tahun itu, dan satu buah pistol air.


"kamu ya dah, kenapa mesti beli yang begini sih" ujur Citra saat melihat pistol tembak yang berisi kan air.


"ini untuk kita main tembak air nantinya" sahut Indah.


Citra pun membayar kan semua belanja mainan anak-anak untuk Indah, bukan hanya mobil remote dan pistol air, tapi ada boneka juga yang akan menjadi kado.


**Happy reading.


Terima kasih buat dukungan kalian untuk novel ini, maaf tidak bisa balas satu persatu komentar kalian. I love you.


Like, vote, dan komen ya**.

__ADS_1


__ADS_2