Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
4 Minggu


__ADS_3

Alena berjalan mengikuti kedua calon mertuanya, menuju ruang dokter Sari yang merupakan dokter kandungan.


mereka pun menunggu, karena perawat baru saja memberi tahu jika di dalam masih ada pasien yang datang.


perawat pun memanggil Alena saat kedua pasangan suami istri itu keluar, Alena langsung menatap tajam ke arah dua orang yang sangat ia kenal itu.


"Al, mau apa kamu disini?" tanya Romi saat melihat mantan pacar nya itu.


"bukan urusan kamu" sahut Alena beranjak dari tempat duduknya.


"kamu hamil?, kapan nikah nya?" tanya Romi tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"kalau aku hamil kenapa emangnya?, toh bukan anak kamu juga" ujur Alena.


"ya tidak mengapa lah, asal anak itu ada ayahnya, dan tidak hamil di luar nikah" kata Romi.


"mas, jaga omongan kamu" tegur Dila.


"kan cuma nanya emang salah?" tanya Romi pada istrinya.


"jangan ikut campur urusan orang lain mas" ujur Dila pergi duluan.


"eh dengar ya, jika kamu masih ganggu calon menantu ku, jangan salahkan jika aku mengambil anak itu jika dia sudah lahir nanti" ucap Tania kesal.


"jangan Tante, aku minta maaf" sahur Romi pergi mengejar istrinya.


"jangan di pikir kan kata Romi tadi" ujur Nancy pada Alena.


"tidak bunda, kita masuk" sahut Alena.


ketiga nya pun berjalan masuk ke dalam ruangan dokter Sari. melihat mereka datang Sari pun langsung berdiri.


"silahkan duduk dulu" ujur dr Sari.


"terima kasih Sar" sahut Tania.


"ini siapa yang mau di periksa?" tanya dr Sari.


"menantu saya Sar" sahut Tania sambil menunjuk ke arah Alena.


setelah mendengar keluhan dari Alena, dr Sari pun meminta ia untuk baring di ranjang yang sudah di siapkan.


semua mata pun melihat ke arah monitor komputer yang ada di sana.


"nah ini dia janin nya, usia nya baru empat Minggu" ujur dr Sari pada semuanya.


setelah di periksa dr Sari pun memberikan resep obat pada Alena karena ia sering mengalami mual saat pagi hari.


"kamu harus jaga kandungan nya, jangan banyak beraktivitas lagi" kata Nancy.


"iya Bun" sahut Alena.


"dan nanti setelah kalian menikah, kamu dan Alfa tinggal di rumah bunda sampai, kandungan nya kuat, kalau di rumah ibu, ibunya sibuk dan kadang tidak di rumah" kata Nancy.

__ADS_1


"tapi tidak apa juga bun, aku di rumah" ujur Alena.


"tidak, nanti kamu malah kelayapan ke sana kemari, mana ada Citra lagi di rumah" kata Nancy yang sudah tau kerjaan anaknya itu.


"udah nurut saja sama bunda" kata Tania senyum.


"tapi bunda cerewet bu" sahut Alena berbisik.


"demi kebaikan kamu nak" ujur Tania.


"iya deh" sahut Alena.


sampai di rumah Alena, kedua mantan dan istrinya Indra pun menceritakan pada ibunya Alena jika saat ini anaknya sedang hamil anak dari Alfa.


ibu Alena langsung menatap anaknya yang menunduk karena takut.


"syukur lah kalau kamu hamil, jika tidak begitu kamu tidak akan mau menikah dengan Alfa, hanya karena laki-laki brengsek itu" kata ibu Alena


"ibu tidak marah?" tanya Alena menatap ibunya.


"siapa bilang tidak marah, lagian kalian berdua itu salah" kata Nancy ibunya Alena.


"itukan salah mas Alfa, siapa suruh dia main pakai lidah nya di bagian bawah Al, jadi aku nya tidak tahan" sahut Alena membuat ketiga ibu itu bengong.


"hahaha, itu namanya kamu juga mau" ujur Nancy sambil tertawa.


"tidak Bun, mas Alfa yang maksa, bibir nya cium aku, terus tangan nya membuka pakaian dalam aku, habis itu langsung di cium dia bawah nya" ujur Alena tidak mau kalah.


"tapi enak tidak?" tanya Tania senyum.


"minuman dulu susunya" kata ibu nya.


Alena pun meminum susunya hingga habis, dan tinggal ketiga ibu itu yang akan membahas masalah lamaran nanti malam.


"anak kamu lucu juga ya" ujur Nancy yang masih ingat kata Alena tadi.


"iya begitulah Alena, dia akan jujur jika berhadapan dengan ku" sahut Nadine ibu Alena.


"iya, nan kamu pernah di gitukan oleh mas Jonas?" tanya Tania melihat Nancy yang langsung tertawa tadi.


"pernah, emang kalian berdua tidak pernah?" tanya Nancy balik.


"pernah" sahut kedua nya bersamaan.


"gimana rasanya?" tanya Nancy.


"geli enak gitu" sahut Tania.


"bikin kita terbang ke langit ketujuh" sahut Nadine.


"kenapa jadi bahas itu sih" kata Nancy kemudian.


"iya" sahut Nadine.

__ADS_1


"gimana mbak, apa siap terima kami malam ini?" tanya Tania.


"datang saja malam nanti, nanti aku siapkan ruangannya" sahut Nadine.


"baik lah kalau begitu, kita berdua kasi kabar buat suami, dan untuk makanan nya udah aku pesan lewat restoran milik Citra" kata Nancy.


"tapi, aku juga bisa siap kan itu" ujur Nadine tidak enak.


"tidak apa, nanti mbak tambah aja, kalau mau" ujur Tania.


"iya, nanti aku masak, mumpung masih siang" sahut Nadine.


mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka mengenai pernikahan dan resepsi yang akan di laksanakan sebelum perut Alena semakin besar. dan rencana Nancy yang ingin melaksanakan resepsi pernikahan untuk Citra dan Zio.


karena pernikahan mereka yang tertutup dan di paksakan oleh Zahra dan nenek Rita waktu itu.


di kamar Alena pun menelpon Alfa minta di bawah buah mangga Arum manis, dan tidak lupa ia mengatakan jika sekarang ia lagi hamil anaknya.


dengan kecepatan tinggi Alfa pun datang kerumahnya Alena dan langsung menuju kamar wanitanya tanpa memperdulikan ketiga orang yang lagi membicarakan mengenai pernikahan mereka.


sampai di kamar Alena, Alfa langsung mengendong Alena dan mencium seluruh wajah nya.


"mas kamu bau" kata Alena berusaha lepas dari pelukan Alfa.


"mas bahagia sayang" sahut Alfa enggan melepaskan Alena dari pelukannya.


seketika Alena menangis saat Alfa mulai mencium perutnya, ia berlari ke bawah dan memanggil ibunya, Alfa yang bahagia pun mengikuti calon istrinya.


"kenapa sayang?" tanya Nadine panik.


"mas Alfa mencium perut ku bu" sahut Alena duduk di pangkuan ibunya seperti anak kecil.


"kan cuma cium saja sayang, tidak di ngapa ngapain" ujur Alfa.


"tapi kamu bau mas, aku ingin muntah" sahut Alena masih menangis.


"sabar fa, jangan di ganggu Alena nya, kasihan dia, wanita hamil memang begitu" kata Nancy.


"tapi Bun, aku juga ingin menjenguk anak ku" sahut Alfa.


"tidak bisa kalau itu, kandungan belum terlalu kuat" ujur Nancy tegas.


"iya deh" sahut Alfa mendekat pada Alena.


"kamu bau, sana" usir Alena saat Alfa memaksa untuk mendekat.


"fa, udah pergi sana, kasihan itu mertua kamu harus memangku Alena seperti itu" usir Tania.


"iya aku pergi, ini buah nya, sesuai permintaan kamu" kata Alfa memberikan kantong plastik yang ia pegang dari tadi.


cerita Alfa dan Alena dulu ya reader.


**Happy reading.

__ADS_1


like, vote, dan komen terima kasih**


__ADS_2