
Siang ini Alena datang ke rumah Indra, untuk memberikan oleh-oleh yang di bawa Nancy dan Jonas dari Belanda, karena lelah di perjalanan, Nancy pun meminta menantu nya untuk ke rumah mantan suaminya itu.
"udah lama Al?" tanya Citra setelah pelayanan memanggil nya jika sahabat yang sekarang jadi kakak ipar nya itu datang.
"baru saja, aku di minta bunda buat ngantar ini" ujur Alena pada kardus yang ada di meja ruang keluarga.
"oh, Rianti kemana?, di rumah kan?" tanya Citra lagi.
"ada, dia lagi mabuk, tidak bisa di sentuh sedikit" sahut Alena.
"terima kasih ya, untuk oleh-oleh nya bilang sama bunda" ujur Citra.
"iya" sahut Alena.
Citra pun masuk ke kamar ibunya untuk memberitahu jika Alena datang ke rumah. saat masuk dengan kaget nya Citra pun menghampiri ibunya yang terbaring di lantai kamar.
"Bibi, tolong ibu pingsan" teriak Citra dari kamar.
mendengar teriakan Citra, Alena pun datang bersama Nina pelayanan di rumah itu.
"apa ibu sakit?" tanya Alena saat melihat Citra dan Nina mengangkat tubuh Tania.
"aku tidak tau, tapi tadi ibu sempat muntah" sahut Citra.
"saya panggil kan supir dulu non, kita bawa ke rumah sakit aja" kata Nina berjalan ke luar.
beberapa menit kemudian, Nina pun kembali dengan dua satpam yang di minta untuk mengangkat tubuh majikanya.
"Lala, aku ke rumah sakit dulu, kamu minta tolong pelayanan saja jika susah menjaga Zia" ujur Citra.
"iya mbak" sahut Lala juga panik.
sepanjang perjalanan, Citra menatap ibunya itu dengan lekat, tidak bisa nya ibunya itu seperti itu, dan sekarang malah pingsan tidak tau sebabnya.
"lebih cepat pak" ujur Citra pada supir pribadi keluarga mereka.
"baik non, tapi ini jalan nya macet" sahut supir, karena jalan di penuhi oleh kendaraan yang akan kembali ke kantor.
"iya, tapi usahakan agak cepat" ujur Citra.
"kamu tenang saja Ci, ibu baik baik saja" kata Alena kemudian.
"aku cuma takut, jika ibu kenapa-napa, nanti ayah bisa marah" sahut Citra.
"iya, tapi kamu tenang" ujur Alena.
satu jam di jalan mereka pun sampai di lobby rumah sakit, dan Citra langsung mengikuti langkah kali perawat yang membawa Tania ke UGD.
"tidak di kasi tau bapak nya non?" tanya Nina.
"nanti saja, jika kita sudah tau ibu kenapa" sahut Citra.
mereka pun menunggu di luar, sambil menatap ke pintu UGD yang belum juga terbuka.
__ADS_1
"kenapa lama ya" kata Citra.
dan pintu pun terbuka, seorang dokter pun tersenyum melihat ke arah Citra dan Alena, karena Nina pergi ke kantin membelikan minuman untuk Alena.
"ibu saya kenapa dok?" tanya Citra menatap Dokter.
"apa nona anaknya?" tanya dokter.
"iya saya anaknya dok" sahut Citra.
"selamat ya, nona akan punya adik lagi" ujur Dokter itu dengan senyum.
"apa adik?, maksudnya dokter mertua saya hamil lagi" tanya Alena menatap wajah dokter.
"betul, kandungan ibu Tania baru empat Minggu" ujur Dokter lagi.
"kalau begitu saya permisi dulu, ibu Tania sudah sadar" lanjut dokter.
"terima kasih Dok" sahut Citra.
kedua nya pun masuk setelah tadi sempat menatap satu sama lain, di ranjang Tania duduk sambil menatap perutnya yang masih rata.
"ibu, kenapa duduk, baring saja, ibu masih lemah" ujur Citra pada ibunya.
"nak, ada kehidupan di perut ibu" ujur Tania menatap kembali perutnya.
"bagus dong Bu, itu artinya aku akan punya adik lagi" sahut Citra senyum.
"tapi ibu sudah tua nak" ujur Tania.
"tapi, ini bukan saat nya untuk ibu hamil lagi, ini saat nya ibu menjaga cucu-cucu ibu" ujur Tania.
"apa ibu menyesal punya anak lagi?" tanya Citra.
"ibu bahagia nak" sahut Tania.
"syukur lah, ayah pasti senang" ujur Citra.
Indra yang mengetahui jika istrinya di bawa ke rumah sakit, langsung datang dari kantor nya.
"ibu tidak kenapa-napa kan?" tanya Indra menatap wajah istrinya.
"ibu hanya lelah saja yah" sahut Tania memindahkan tangan Indra ke perutnya.
"mulai sekarang ibu tidak usah kemana-mana lagi, di rumah saja, ayah khawatir" ujur Indra.
"semua karena ini" sahut Tania mengerakkan tangan Indra di perut rata nya.
"maksudnya apa?" tanya Indra menatap anaknya.
"aku akan punya adik lagi yah" sahut Citra menatap wajah ayah nya yang masih terlihat tampan dan gagah.
"ibu hamil?" tanya Indra tidak percaya.
__ADS_1
"iya, semua gara-gara kamu, selalu ngadon baby setiap malam" sahut Tania.
membuat kedua yang ada di ruang itu hanya melongo, dan melihat ke arah orang tua mereka tidak percaya.
"ternyata ayah sama bangat dengan mas Alfa" ujur Alena berbisik.
"emang mas Alfa, selalu menjenguk anak kalian apa?" tanya Citra.
"iya, tidak pernah lupa" sahut Alena.
"kenapa kalian?" tanya Indra melihat anak dan menantunya berbisik.
"tidak ada, ayah akan punya anak lagi, itu artinya ayah akan perhatian dengan nya, nanti aku pasti seperti orang lain dan tidak di pedulikan lagi" ujur Citra cemberut.
"apa sih, kayak anak kecil kamu cemburu" kata Alena mendengar kata Citra.
"sini ayah gendong" kata Indra pada Citra.
Citra pun langsung memeluk ayahnya, Tania tidak pernah tau jika Indra sering memperlakukan Citra seperti anak kecil jika ia tidak di rumah.
"kamu tetap anak bungsu ayah, dari bunda Nancy" ujur Indra mendudukkan Citra di pangkuan nya.
"benarkah?" tanya Citra.
"benar lah, mau ayah belikan sesuatu?" tanya Indra.
"tidak, aku sudah punya anak" sahut Citra masih di pangkuan ayah nya.
"udah tau punya anak, masih saja manja" kata Alena.
"apa sih, kamu berisik sekali" ujur Citra berjalan ke arah ranjang ibunya.
"ibu, apa adik bayi akan marah jika aku dekat dengan ayah?" tanya Citra.
"tidak kok nak, ibu senang ternyata ayah mu masih mau mengendong kamu" kata Tania senyum.
"itu karena dia yang minta" sahut Indra.
"udah pulang sana dulu, kasihan Alena, pasti capek, biar ayah yang jaga ibu di sini,. nanti sore kita pulang" kata Indra lagi.
"kenapa tidak sekarang yah" ujur Tania.
"habis kan infus dulu, baru pulang" sahut Indra.
"ya udah aku pulang, tapi adik bayi nya jangan di jenguk" kata Citra membuat Indra tersedak.
"pelan-pelan minum nya yah" kata Alena melihat mertuanya tersedak karena perkataan adik ipar nya.
"sudah sana, ayah tidak akan menjenguk adik mu sekarang, tapi nanti itu pasti" sahut Indra.
"yah malu sama anak" ujur Tania.
Alena dan Citra pun pulang, sedangkan di rumah Indra sudah ramai oleh keluarga yang bahagia karena Tania hamil lagi.
__ADS_1
Happy reading