
Happy Reading
Di jalan Zio dan Erik melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka sangat mengejar waktu. Hingga tidak sampai tiga puluh menit mereka berdua sudah tiba di hotel yang akan di resmikan hari ini.
Selesai dari peresmian hotel Zio kembali melajukan mobilnya menuju puncak untuk menghadiri acara penting bisnisnya.
Namun belum sampai di puncak mereka berdua mengalami kecelakaan. Saat melintasi persimpangan tiba-tiba saja ada mobil truk dengan muatan berat itu, hendak berbelok namun mesin mobilnya tiba saja mati di tengah jalan, Hingga membuat Zio kaget, iya menginjak rem nya namun rem mobil nya itu tiba saja blong. ia memutar stir mobil ke kanan namun dari arah yang sama ada mobil mewah yang laju nya sangat kencang. Hingga tabrakan itu tak terhindarkan.
Brak.
Mobil Zio berputar di jalan hingga membentur pohon yang begitu besar. di jalan itu pun menjadi ramai oleh kerumunan orang. dua puluh menit kemudian mobil ambulan dan polisi pun mulai berdatangan.
Erik membuka mata nya, iya melihat ke arah Zio yang sudah berlumuran darah namun masih sadarkan diri. Erik berusaha untuk menolong Zio.
"Zi bertahan lah, aku akan mengeluarkan kamu dari mobil ini" ujur Erik turun dari mobil.
"pak tolong teman saya pak" teriak Erik saat melihat petugas.
polisi dan beberapa perawat yang ada di lokasi itu pun, berlari ke arah Erik. Zio pun langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Rik, kalau gue pergi, lo jaga istri gue" kata Zio yang hanya didengar Erik.
"lo engak akan Zi, bertahan lah, sebentar lagi sampai rumah sakit" kata Erik yang sudah sangat panik. dan seketika Zio pun tak sadarkan diri.
"pak cepat pak, teman saya sudah tak sadarkan diri" ujur Erik panik.
"iya" kata supir ambulan sambil mempercepat laju mobil.
Sampai di rumah sakit, Zio langsung di bawa menuju ruang UGD untuk di tangani. di luar ruangan Erik kalang kabut iya merai ponsel nya dan menghubungi Citra karena ia hanya menyimpan no ponsel Citra.
Di rumah sakit Citra masih di pegang tangannya oleh ibunya, iya sudah sedikit tenang dan mencoba untuk mengontrol emosinya. Citra langsung mengambil ponselnya yang berbunyi, ia pun sedikit heran mengapa Erik tiba saja menelponnya.
ia berjalan keluar ruangan untuk mengangkat telponnya.
("ada kak?") tanya Citra
__ADS_1
("Ci, gue cuma mau bilang") kata Erik ragu
("bilang apa kak?") tanya Citra penasaran karena suara Erik seperti orang yang panik.
("suami kamu") ucap Erik mengatur napasnya.
("iya mas Zio kenapa?") tanya Citra mulai panik.
("Zio kecelakaan ci, sekarang di rumah sakit Pramana") kata Erik sontak membuat jantung Citra hendak berhenti berdetak.
Ia memutuskan telpon nya dan langsung menuju rumah sakit milik keluarganya. Di jalan Citra memberi tahu sahabatnya yang iya tinggalkan di rumah sakit dimana bibinya dirawat.
"kak, bagaimana ke adaan mas Zio" tanya Citra panik.
"Zio diruang operasi ci" ujur Erik
"di operasi kenapa?" tanya Citra yang sudah mulai terinsak.
"ada pembekuan darah di kepalanya, kamu berdoa saja mudah mudahan operasinya lancar" ucap Erik sambil mengusap bahu Citra.
Erik pun menceritakan kronologis kecelakaan yang mereka alami. dan tujuan iya dan Zio ke puncak. Citra pun kembali menangis setelah mendengar penjelasan Erik.
"bagaimana ke adaan suami saya dok?" tanya Citra.
"operasinya lancar, cuma suami ibu dalam ke adaan kritis, ibu berdoa saja mudah mudahan suami ibu cepat sadar" kata dokter dan di ikuti oleh perawat yang mendorong bangkar tempat Zio di baringkan untuk di pindahkan ke ruang rawat.
"mas, kenapa kamu melakukan ini, aku tidak meminta mu untuk menghadiahkan ku sebuah perusahan mas. cukup kamu yang menjadi hadiah di ulang tahun ku" kata Citra lirih setelah iya di persilahkan untuk melihat suaminya.
#flashback on
Di kantor Zio baru saja menyelesaikan meeting. iya mengangkat telpon dari sahabatnya Panji yang memberitahukan bahwa perusahaan nya di bidang fashion itu hari ini resmi di buka, dan sekaligus acara penghargaan yang akan iya terima malam ini juga.
Zio keluar ruangannya dengan senyumnya iya berencana membuat perusahaan itu khusus untuk istrinya dan hari ini perusahaan nya resmi di buka setelah berhasil menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan lainnya.
"Rik, kita ke Bogor sekarang?" ujurnya senang
__ADS_1
"Tapi kan hari ini ada peresmian hotel milik ayah mu" kata Erik.
"oke, kita ke sana sekarang, habis langsung ke Bogor, malam nanti ada acara penghargaan, sekalian pembukaan perusahaan istri gue" ujur Zio
"wah selamat ya bro, itu perusahaan jadi milik Citra?" tanya Erik
"iya rencananya untuk hadiah ulang tahunnya satu bulan lagi" kata Zio.
"sebegitu cepatnya lo mencintainya" ucap Erik mengejek.
"cinta bisa datang kapan saja Rik, dan sekarang gue semangkin cinta padanya" ucap Zio yang memang tergolong orang yang mudah mencintai jika itu sudah menjadi miliknya.
#flashback off
"Rik, di mana Zio?" tanya Adit
"ada di dalam om, masuk saja, sekalian Erik mau ijin untuk berangkat ke Bogor sekarang" kata Erik yang sejak tadi menunggu kedatangan orang tua Zio.
"iya baik lah, terima kasih sudah membawa Zio kesini, kamu hati hati di jalan" ujur Adit pada sahabat anak nya itu
ceklek
pintu rawat Zio terbuka, kedua pasangan paru baya itu terhenyak melihat Citra tertidur di samping anak nya dengan air mata masih ada di pipi nya.
Zahra menghampiri Citra dan mengusap rambut panjang nya, hingga Citra terbangun. dan iya melihat ke arah mertuanya itu.
"mama, mas zio ma" ujur Citra lirih
"iya sayang, Zio pasti sadar" kata Zahra menenangkan Citra, padahal dia sangat khawatir dengan kondisi putranya
"mas Zio koma ma, semua ini gara-gara aku, mas Zio kecelakaan, jika iya tidak menghadiri acara peresmian perusahaan barunya dan acara penghargaan atas keberhasilan nya. karena perusahaan itu khusus untuk hadiah buat ulang tahun ku, mungkin ini tak akan terjadi" ujur Citra dengan tangisnya
Zahra dan Adit saling menatap pasalnya mereka memang tidak tau tujuan Zio dan Erik ke Bogor.
"kamu jangan merasa bersalah. itu artinya Zio mencintai mu Citra" ujur Adit yang memang tau sikap putranya.
__ADS_1
"tapi mas Zio ma pa, dia koma aku takut, dia meninggalkan aku. aku bahagia bersamanya ma. ucap Citra yang terus menangis.
setelah hidup bersama Zio Citra dapat merasakan kembali hangatnya keluarga, walau sebelum nya mereka sempat saling mendiamkan, namun dengan kejadian Citra Dan Ryan waktu itu, Zio mulai memperhatikan Citra dan tidak mengijinkan nya berteman dengan laki-laki lain.