
Happy Reading
Zio terbangun dari tidurnya saat matahari mulai masuk ke sela-sela kamar, iya membuka matanya dan melihat sosok gadis cantik di sebelah nya. secara perlahan Zio mengangkat tangan nya dari perut Citra. seketika Citra bergerak dan bangun dari tidurnya iya, memindahkan tangan Zio secara perlahan.
Zio membuka matanya saat mendengar pintu kamar mandi tertutup, iya duduk di ranjangnya sambil menunggu Citra selesai mandi.
gemericik air di kamar mandi pun berhenti, Citra keluar dengan handuk selutut, iya lupa bahwa iya sudah menikah. mendengar pintu terbuka Zio beranjak menuju kamar mandi hanya mengunakan boxer saja, Citra pun terkejut melihat Zio yang sudah telanjang dada itu, begitu pun Zio dia melihat Citra dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Aaaa, mas kamu ngapain pakai boxer aja" teriak Citra
"emang kenapa?, aku mau mandi ci, engak usah main teriak, nantinya kamu juga terbiasa liat aku begini, bahkan menyukainya" jawab nya santai
"maaf mas, kamu apa apaan sih" ujur Citra menunduk menahan malunya karena Zio masih menatapnya
"engak usah malu, udah sana, lain kali pakai bathrobe" ucap Zio yang tau pikiran Citra.
"iya mas, aku pikir kamu masih tidur makanya aku mengunakan handuk" ujur citra lirih.
"iya sudah ganti baju sana, sebelum aku serang kamu" kata nya merasa hasratnya sudah ingin menyerang Citra.
"terus kemasi barang kita, hari ini kita balik ke jakarta" katanya lagi
Citra pun mengikuti apa yang Zio katakan, setelah memakai pakaian nya iya membereskan barang mereka dan menyiapkan pakaian Zio di atas ranjang. Zio keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang sudah disiapakan Citra untuk nya.
Zio berjalan ke arah balkon, untuk memanggil istrinya yang duduk termenung sambil memandang indah lautan.
"ci kok melamun, kita sarapan ya, pesawat kita mau landing, nanti ke tinggalan lagi" ujur Zio lembut membuyarkan lamunan Citra.
"eh iya mas" jawab Citra kaget.
mereka pun berjalan beriringan menuju tempat makan yang ada di kamar mereka. setelah sarapan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju jakarta. setelah berapa waktu di udara akhirnya mereka berdua sampai di jakarta.
Zio berjalan menuju mobilnya di ikuti Citra dari belakang, mereka pun masuk ke mobil. Zio melajukan mobilnya menuju rumah yang sudah iya siapkan jika nanti iya menikah.
karena merasa lelah akhirnya Citra tertidur di mobil, Zio berhenti untuk menurun jok mobilnya supaya Citra lebih nyaman beristirahat, Zio memang orang yang baik walau tingkahnya cuek, dan dingin namun iya sangat mencintai orang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Mobil pun memasuki kawasan perumahan yang begitu elit itu, Zio pun memberhentikan mobilnya di sebuah penthouse minimalis. iya mengangkat Citra dan membawanya ke kamarnya, Citra terbangun saat tubuh nya sudah mendarat di kasur empuk yang sangat besar.
"kok bangun, kita sudah sampai" ujur Zio sambil melepaskan sepatu Citra.
"ini dimana mas" tanya Citra heran karena tempat itu sangat asing baginya.
"di penthouse" jawab Zio singkat
"maaf mas, aku mau pulang kerumah" ucapnya lirih karena iya tidak bisa tinggal di tempat yang baru
"pulang kebrumah kamu" tanya Zio
__ADS_1
"iya, ke rumah aku" ujur nya.
"ini rumah kamu ci, tinggal aja di sini, aku malas pindah" ujur Zio.
"tapi aku punya rumah mas" ucap nya melemah
"apa kata nenek nanti jika kamu tidak nurut sama suami" ujur Zio malas berdebat iya ingin Citra menurut kepada nya.
"tapi mas" ucap nya
"engak usah ngebantah tinggal aja di sini, aku kuliah dulu" kata Zio tidak ingin di bantah lagi.
Zio pergi ke kampus meninggalkan Citra sendirian di rumah. Citra pun beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, iya ingin pergi ke kampus walau sebenarnya iya masih ngantuk, karena iya takut tidur di tempat yang baru baginya sehingga dengan muka lesu Citra meraih tas nya, sebelum menuju kampus iya terlebih dahulu mengambil bukunya di rumah nya.
Di lobi sudah ada Alena dan Angel yang heran melihat Citra ada di Jakarta, mereka pun menghampirinya.
"hai ci udah pulang cepat amat, gimana malam pertamanya?" tanya Alena penasaran.
"iya, biasa aja" ucap Citra lirih
"emangnya kalian engak honeymoon?" tanya Angel heran
padahal keluarga Citra sengaja pulang duluan supaya mereka dapat liburan, tapi justru Citra dan Zio malah pulang setelah tiga jam keluarganya pulang.
"engak" jawab Citra dingin
"ci lo kenapa si kok seperti itu" tanya Alena heran
"gue sebal dia tidak mau tinggal di rumah gue, gue engak suka suasana baru" ujurnya setengah berteriak
"wajarlah ci lo sekarang harus tinggal dirumahnya, coba lo liat Sena dia aja tinggal sama suaminya" Angel menasehati
"gue engak mau, gue engak mau di sekap, di siksa, dan di aniaya, apalagi orang yang dirumahnya belum gue kenal, siapa tau mereka pura-pura baik kan" ucap Citra lirih dan menangis
Melihat Citra seperti itu Alena dan Angel membawanya ke taman kampus untuk menenangkan Citra, mereka berdua pun bingung kenapa Citra menangis dan histeris seperti itu.
Citra mempunyai truma yang sulit iya lupakan dia bisa baik-baik aja , namun iya akan pergi berminggu-minggu untuk melupakan kejadian yang pernah menimpanya
Dulu iya pernah di usir ayahnya dan itu alasan kenapa iya tidak ingin pulang ke rumah ayahnya Citra takut akan pengusiran. Dulu iya pernah tinggal di rumah bibi nya saat orang tuanya kerja di luar negeri dan iya di siksa, di sekap, dan bahkan tidak di beri makan, selama dua minggu Citra menangis minta pertolongan di saat keadaanya begitu lemah bibinya malah mengusirnya hanya karena warisan bibi nya dendam dengan ayahnya.
Karena kondisi Citra tidak biasa akhirnya Alena dan Angel membawa iya ke pisikister, setelah di tangani akhirnya Alena dan Angel tau bahwa Citra mengalmi kekerasan fisik waktu kecil.
sepulang dari pisikister Alena mengantarkan Citra ke penthouse dia tidak berani membawa Citra pulang ke rumah nya, yang dia tau Citra mengunakan jasa pelayan dirumahnya.
Citra pun masuk ke rumah setelah merasa sedikit tenang iya menuju kamar nya dan membersihkan diri.
...****************...
__ADS_1
Zio pulang ke Penthouse dia terkejut melihat Citra menangis iya tidak suka air mata pun menjadi marah.
"kamu kenapa menangis?" tanya Zio dingin
"tidak ada aku cuma mau pulang" ucapnya lirih sambil menghapus air matanya.
"kamu kenapa ada apa dengan rumah ini, tinggal aja disini tidak ada yang akan menyakitimu" ujur Zio datar
Zio beranjak ke kamar mandi, dengan malas citra berjalan menuju walk in closet dan mengambil pakaian Zio dan membawanya ke ranjang. iya turun ke bawah untuk membantu maid menyiapkan makan malam.
Di dapur iya banyak bertanya pada maid tentang sifat Zio dan para pelayan di rumah itu.
"den Zio baik non, dia tidak pernah menyakiti orang lain" ucap bik Lila
"oh iya bik" jawan nya
"emang ada apa non kenapa menanyakan perilaku dan sifat pelayan disini" tanya bik Lila heran karena dari tadi Citra seperti orang yang ketakutan.
"oh tidak bik, cuma nanya dulu ada pelayan yang sangat baik tapi di balik semua itu di malah menyiksa saya bik" ujur Citra lirih
"maaf non, semua pelayan disini pelayan lama non kami orang pilihan non, jadi non tidak perlu takut kejadian itu tidak akan terulang disini" ucap bik Lila meyakinkan
"maaf bik saya cuma takut, tidak curiga kok, jangan tersinggung ya bik" kata Citra
"saya juga ngerti non" jawab bik Lila senyum
"kamu engak usah curiga, semua pelayan disini baik semua tidak ada yang pembangkang" kata Zio tidak suka karena dia hanya mendengar Citra bilang curiga
"ah tidak mas" ujur Citra kaget
"semua yang disini kerja sebelum aku lahir, jadi kamu jangan pernah mencurigakan mereka" kata Zio tegas iya tidak suka sama orang yang curiga tanpa mengetahui apa yang terjadi.
Zio tidak alasan istrinya bertanya seperti itu.
"maaf mas" ucap Citra menunduk
mereka pun makan malam berdua, selesai makan Zio meminta maid nya membagikan makanan kepada para pelayan disini. mereka berdua pun masuk ke kamar.
"ci aku engak suka kamu ngomong seperti itu pada maid, nanti gimana kalau mereka malah pergi, baru saja kamu tinggal disini udah curiga" kata Zio dingin
"iya mas maaf" ujur Citra lirih
"kalau kamu ngak suka sama mereka, diam aja di kamar" Zio berkata sambil melangkah keluar sepertinya iya salah paham pada istrinya.
iya tidak menangapi Zio lagi, Takutnya akan suasana yang baru terhadap penyiksaan yang bibi nya lakukan selama tiga bulan iya tinggal di situ dan tiga bulan juga iya di perlakukan tidak baik.
**Terima kasih sudah membaca
__ADS_1
jangan lupa like, vote, dan komen😊**