
Selesai makan malam, Citra dan Chelsea menyusul suaminya di kamar, setelah tadi keduanya membuat membuat halaman dan taman menjadi kotor karena tanah liat yang mereka mainkan tadi.
"sibuk mas?"tanya Citra pada Zio saat suaminya sibuk dengan laptopnya.
"tidak hanya mengecek email saja" sahut Zio senyum.
"oh, kamu iseng bangat sih mas" ujur Citra pada suaminya.
"tidak kok, aku tidak iseng" sahut Zio.
"kasian ayah tau, tanah liat nya habis kalian mainkan" kata Citra.
"maaf, nanti mas Carikan tanah liat nya" sahut Zio.
"cari dimana emang kamu tau?" tanya Citra.
"tau lah, didekat rumah teman mas ada tu tanah liat" kata Zio.
begitu juga dengan Chelsea, ia juga membahas tanah liat ayah yang digunakan suaminya main tadi di halaman belakang.
"kamu itu seperti anak kecil saja mas, main tanah liat segala, Rafael saja tidak mau main yang begituan" omel Chelsea pada suaminya.
"maaf, jika Zio tidak mulai duluan mas juga tidak mau, mas cuma ingin membalasnya saja, enak saja mas kotor sendiri" sahut Ryan.
"iya, tapi kamu bisa ngalah juga kali, kasian ayah tau, padahal malam ini dia mau buat asbaknya" kata Chelsea.
"iya, besok mas cari kan tanah liat nya" ujur Ryan.
"sekarang tidur jangan main game online" perintah Chelsea pada suaminya yang sudah seperti memberitahu anak kecil saja.
"iya sayang" sahut Ryan baring dan memejamkan matanya karena Chelsea terus melihat ke arahnya.
...****************...
keesokan nya, setelah sarapan pagi Zio pun pamit mau ke rumah temannya, begitu juga dengan Ryan, ia pun pergi bersama Zico untuk mencari tanah liat yang sudah mereka mainkan kemarin.
"tumben sekali suami kamu pergi ke rumah temannya?" tanya Zahra pada Citra.
"mau cari tanah liat yang sudah mereka mainkan kemarin" sahut Citra.
"bagus, jadi nanti aku akan minta itu bocah untuk membuat asbaknya" kata Indra yang lagi kesal dengan kelakuan menantunya.
"hahaha, kamu yakin meminta mereka untuk membuat asbaknya?" tanya Adit pada Indra.
"yakinlah, sebagai hukumanya" sahut Indra.
"jangan marah lagi jika itu asbak tidak akan jadi juga hari ini, karena mereka tidak bisa membuat asbak yang bisa hanya buat anak" kata Tania pada suaminya.
__ADS_1
"biarin, jika tidak bisa aku tidak akan mengijinkan mereka tidur bersama istrinya" kata Indra senyum.
"enak saja, aku tidak setuju, jika ayah memisahkan kami" sahut Citra cemberut.
"iya, aku juga" ujur Chelsea sebal.
"kalian tidak tahan apa tidak main satu malam saja?" tanya Indra pada putrinya.
"tidak, kita tidak bisa tidur jika tidak main" sahut Citra dan Chelsea bersamaan.
membuat ke empat orang yang ada di situ hanya melongo mendengar kata Citra dan Chelsea.
Zio pun pulang setelah menemukan tanah liat nya. saat melihat suaminya datang Citra langsung menghampirinya.
"udah dapat mas?" tanya Citra.
"udah ini, banyak kan" kata Zio.
"iya banyak, bawa ke belakang sana" perintah Citra.
setelah menyimpan tanah liat, Zio masuk ke kamar setelah mencuci tangan nya. ia bermain bersama Zia putranya sampai Indra memanggilnya untuk membuat kan asbak, yang akan di bawa ke kantor besok.
"mas harus bisa membuat asbak nya, jika tidak ayah tidak akan mengijinkan mas tidur bersama aku" kata Citra cemberut.
"mas, bisa kok buat asbak, kamu tidak bisa tidur ya kita tidak bersama mas" kata Zio menggoda istrinya.
"tidak sayang mas kebelakang dulu ya" ujur Zio.
Selagi Zio membuat asbak, justru Ryan masih sibuk mencari tanah liat nya. hingga sorenya Ryan pulang dan langsung melaksanakan permintaan mertuanya.
"udah banyak ini, jadi aku tidak perlu lagi membentuk asbaknya" ujur Ryan saat melihat sudah banyak asbak yang jadi.
"enakan saja, ini punya aku" ucap Zio.
"iya, ini aku juga buat" kata Ryan malas.
kedua ayah muda itu pun sibuk membentuk tanah menjadi sebuah asbak yang bagus. Zio pun kembali ke kamarnya saat permintaan mertuanya sudah selesai berbeda dengan Ryan, yang dari tadi selalu di marahi oleh Chelsea karena tidak bisa membentuk tanah liat yang di mau oleh ayah nya.
"aku tidak kan mau tidur sana kamu selama satu Minggu, jika kamu tidak bisa membuat asbak nya" kata Chelsea degan wajah kesal.
"jangan dong sayang, ini mas lagi berusaha untuk membuat asbaknya" sahut Ryan menggaruk kepalanya.
jam delapan malam Ryan pun masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya. karena tidak tega melihat wajah Chelsea yang cemberut, akhirnya Indra tidak jadi meminta Ryan untuk tidur di kamar tamu.
"yah, bagaimana bisa tidak menantu ayah membuat asbaknya?" tanya Tania pada suaminya.
"kalau Zio sih jago buat nya, tapi Ryan tidak bisa, malah tanahnya di buat jadi seperti telur ayam" sahut Indra tertawa.
__ADS_1
"terus, telur ayam dari tanah liat itu mau kamu bawa juga ke kantor? tanya Tania lagi.
"ya, tidaklah" sahut Indra.
"kirain mau dijadikan pajangan di kantor kamu" ujur Tania.
"jadi pajangan di kantor Ryan saja bu" kata Indra.
Tania pun terlelap dalam tidurnya, setelah lelah melakukan kegiatan panas nya bersama Indra. kedua pasangan ini tidak pernah absen melakukan hubungan ranjang, hingga hubungan keduanya selalu mesra.
Citra terbangun dari tidurnya, saat mendengar suara tangisan anaknya, ia masuk ke kamar Zia rupanya putranya bangun dan sedang di beri ASI oleh baby sitter nya.
"bawa kesini saja La, biar aku susui" kata Citra.
"ini mbak"sahut Lala.
setelah kenyang Zia pun tidur kembali, dan Citra pun masuk lagi ke kamar nya. ia pun menghampiri Zio yang sudah duduk di ranjang.
"masih subuh mas tidur lagi" ujur Citra baring.
tanpa aba Zio langsung mengurung istrinya di bawah tubuh kekar nya. Citra
tidak tidak melawan sama sekali karena dia juga menyukainya.
bibir dan tangan Zio sangat pandai bermain di tubuh istrinya. hingga ******* demi ******* keluar dari mulut Citra. Citra menjambak rambut suaminya saat lidah dan mulut nya bermain di bawah sana.
"mas, sudah aku tidak tahan lagi" ucap Citra menjambak rambut suaminya.
namun Zio tidak peduli ia masih asik menikmati bagian tubuh bawah istrinya.
"ah, mas aku mau pipis, aaahh" teriak Citra sambil menjambak rambut Zio saat pelepasan pertama nya.
Zio pun melakukan penyatuan nya, ruangan kamar itu pun penuh dengan suara laknat mereka.
"mas, aku mau keluar mas, ah" desah Citra.
"kita keluar kan sama-sama sayang" kata Zio degan nafas yang memburu.
dan tidak lama keduanya pun menggerang hebat, Zio ambruk di atas tubuh polos istrinya.
"capek?" tanya Zio pada istrinya.
"iya mas" sahut Citra mulai pejam.
"tidur lah" ujur Zio memeluk istrinya.
**terima kasih sudah mendukung, membaca dan menyukai novel ini.
__ADS_1
like, vote, dan komen nya**.